♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

I said, I'm Patrick

Sorry for crying.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Siti Nurbaya 3

Sebenernya bukan yang ketiga juga sih, kesekian. Entah udah berapa kali topik ini muncul sejak gue SMP. Belakangan, kehadirannya menjadi-jadi. Ya gue tau, pasti karena Wa Ella sayang banget sama gue dan pengen gue dapet yang terbaik. Toh, nyatanya yang keluarga gue tau, "orang-orang" yang pernah gue bawa ga pernah ada yang cocok di mata mereka. Semakin tua, topik "bawa temen" dan "kenalin dong" semakin sering gue dengar. Haruskah semuanya gue jawab dengan "ga mau dulu" dan "mau langsung aja"? Target gue sendiri, masih sekitar 3 tahun lagi. Mama bilang, 5 tahun lagi. Tapi? Sekarang aja beliau ikut berkoalisi sama Wa Ella, dan ujung-ujungnya pasti "ya mama sih terserah teteh aja..."

Kokoro Button 9! (Ga nyambung emang)

Yang paling bikin gue ga habis pikir adalah, ketika mama atau ayah tiba-tiba menyebut nama "mereka". Bilang "gimana si *piiip*? masih suka kucing ga?" dan "ayah tadi ketemu kakak kelas teteh, temennya si *piiip*". Begitu gue angkat bicara tentang "orang" yang sekarang, mama suka mengelak. Fuh! Terus anak sulungmu ini harus gimana? Topik yang terakhir ini muncul menjadi semakin serius. Tujuannya udah jelas: mencari! Bahkan gue udah tau umurnya, kerjanya, lulusannya, bahkan dikirimin fotonya! Sampai sekarang gue masih no comment. Yang gue takutkan adalah, sampai berapa lama lagi gue bisa diam?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Selamat Setengah Abad, Ayah Zi Tersayang!



Terima kasih telah dan masih menemani zi selama ini :)
Sehat dan bahagia selalu, my hero! Love you sooo

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tentang Hari Itu

Saya menangis. Lemah sekali bukan? Kali ini sepenuhnya menangis, mungkin akumulasi dari kesedihan saya selama setahun. Setahun? Ya, ternyata sudah setahun lamanya. Berkali-kali saya mencoba menghindarinya, menampiknya, tidak mau mengakuinya, tapi toh pada akhirnya saya berada pada situasi ini.

Flashback ke beberapa hari yang lalu. Saya masih sangat sibuk dengan berbagai kegiatan dan tugas yang saya pikir akan terselesaikan sebelum bulan Desember. Kenyataannya, sampai detik ini dan akhir bulan Desember nanti pun, saya masih akan sibuk. Beberapa waktu saya isi dengan menulis, mengetweet, atau sekedar menonton. Saya tidak lupa hari itu, tentu saja. Terlalu banyak hari spesial di bulan ini, dan saya tidak bisa melupakan setiap harinya. Dari jauh-jauh hari, saya telah memikirkannya. Apa yang akan saya lakukan? Apa yang telah dia lakukan dulu? Apa yang telah saya lakukan tahun lalu? Ah, tahun ini berbeda. Saya berbeda, walaupun saya tidak tahu apakah dia berbeda.

Hari itu pun datang. Terlalu banyak yang ingin saya berikan, sungguh. Terlebih lagi, terlalu banyak yang saya pikirkan. Jika saya berikan ini, apa yang akan terjadi? Jika saya berikan itu, apa yang akan terjadi? Terlalu banyak pertimbangan, hingga pesan itu masuk. Saya cemburu dan tidak ingin peduli. Yang terjadi adalah, saya memberikan ini tanpa yang lain. Kemudian saya berpikir, "ah, Pray for them, doesn’t mean they have to know your prayer."

Hingga esoknya, saya memantapkan diri untuk mengucapkan. Bagaimanapun juga, dia berhak mendapatkannya. Kejadian demi kejadian berlangsung hari itu, tanpa saya menyangka bahwa keesokan harinya lagi, saya harus memakan sendiri keberanian yang saya kumpulkan. Lemah, menangis dan menangis. Apa yang harus saya lakukan? Ketika ada yang lain datang menghampiri dan saya malah menginginkan dia. Sudahi sajakah? Dari dulu! Sangat ingin. Redam saja sendiri, pendam saja dulu, lihat saja nanti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teaching Journal 5# (Special Edition)

Apa ya yang spesial dari teaching journal kali ini? Hmm ternyata kami kedatangan tamu nih dari Fikom. Yap, ada beberapa orang mahasiswa Fikom Unpad yang mengunjungi kami di SD Cikeruh. Selain merekam gerak-gerik selama mengajar, mereka juga mewawancarai kami. Video yang dibuat katanya untuk liputan tugas kuliah mereka.
Check out the video!

Senangnya :)
Semangat dan rajin belajar terus ya, semua siswa kelas 6 SD Cikeruh!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Cerita di Hari Rabu

Pada hari Rabu, kuturut ayah ke kota. Engga deng. Saya masih setia menimba ilmu di desa Jatinangor. Pagi hari di Rabu ini, saya sempatkan diri untuk merapikan kamar. Maklum, habis ditinggal penghuninya dua hari. Niat berberes agak sedikit terhambat karena ada bunyi-bunyi berisik dari atas kamar, ternyata atap kamar kos saya sedang diperbaiki. Jadwal kuliah pertama saya di hari Rabu yaitu pukul 12.10 WIB. Sebelum berangkat ke kampus, saya mampir dulu ke tempat laundry langganan di dekat kosan. Biasanya saya cuma laundry bawahan saja, seperti celana, rok, dan kaos kaki. Tapi bulan November yang sangat hectic memaksa saya beberapa kali melaundry semua pakaian luar. Kali ini, saya membawa baju kotor sekitar 4-5 kg, yang isinya sebagian besar bawahan. Berikut percakapan singkat dengan sang bapak pemilik laundry yang sekarang sudah hafal nama dan kosan saya.
"Duh, lagi sibuk ya neng? Banyak banget cuciannya", kata si bapak yang melihat saya cukup repot membawa setumpuk pakaian.
"Iya nih pak, lagi sibuk banget bulan ini", jawab saya sambil cengengesan.
Kemudian saya menambahkan dalam hati, "andaikan bapak tau, pakaian yang saya laundry itu baru setengah dari pakaian kotor saya selama seminggu, yang setengahnya lagi sudah dengan susah payah saya cuci sendiri." :')

Hari Rabu pun berlanjut. Saya kuliah, makan, ngerumpi, sholat, kuliah lagi, sholat, dan rapat selama 4 jam. Rasanya itu adalah rekor rapat saya terlama (ingin sekali cepat lengser dari kepengurusan). Setelah rapat selesai, saya kembali terlibat percakapan. Kali ini dengan teman sejawat (tidak pakai "er" setelah huruf j).
"Lo mah enak zi, ngekos. Gue pulang ke Bandung perjalanan sejam. Tugas (mata kuliah) Globalisasi baru ngerjain 200 kata (dari total 1000)", kata teman saya itu merasa sirik.
"Ya lo di rumah ga mesti mikirin makan, beres-beres kamar, cuci baju sendiri. Sama aja sih, za", balas saya.
"Ga usah ganti baju kalo gitu."
"Yeh, emangnya cowok! Jangan dibandinginlah", saya pun mengakhiri percakapan.

Begitulah cerita di hari Rabu. Silahkan mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita di hari Rabu. Selamat bertemu dengan hari-hari Rabu di minggu-minggu selanjutnya! Insya Allah, jika masih ada waktu~ *nyanyi*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teaching Journal 4#

Halo! Teaching Journal kali ini bercerita tentang fieldtrip Sekolah FISIP 6 ke Museum Geologi dan Museum Konferensi Asia Afrika :)

Setiap anak diberikan tugas yang akan mengantarkan mereka keliling museum untuk mencari jawabannya. Kebetulan, saya dapat tugas untuk menemani anak yang satu ini. Namanya Puja, kelas 3. Pemalu tapi aktif bergerak. Tidak mau diajak berfoto tapi malah asyik memanjat pohon. Pendiam tapi selalu ingin jalan paling depan.



Ini pertama kalinya juga saya masuk Museum Geologi, ternyata di dalamnya lebih modern dibandingkan tampak luar gedung. Seru juga membawa anak-anak ke sini, bisa belajar sekaligus bermain, jadi tidak membosankan. Bisa melihat tengkorak yang besar-besar, batu-batuan yang unik, dan juga sejarah kota Bandung. 


Di Museum Konferensi Asia Afrika, anak-anak hanya berkeliling dan tidak diberikan tugas. Saya sudah pernah ke museum ini ketika perayaan HUT KAA beberapa bulan yang lalu untuk mengisi acara dengan menampilkan tarian saman bersama @SamanHI_Unpad, tetapi belum pernah masuk ke bagian dalam museum. Dalamnya tidak seluas Museum Geologi, tapi suasananya cukup nyaman dan banyak barang-barang antik.


Sudah hampir satu semester saya membuat materi dan menemani mereka belajar di akhir pekan. Pasti semester depan akan rindu. Maafkan saya yang susah menghafal nama mereka dan sering salah sebut nama. Semangat memajukan pendidikan Indonesia! Huphuphup!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kuat

"Lo itu cewek terkuat yang pernah gue kenal setelah ibu gue, Zi."--DA

Lebay sih emang. Pasti masih banyak cewek yang lebih strong di dunia ini dibanding gue. But thanks to him, gue merasa bisa jadi lebih kuat dari sebelumnya. Dia bilang begitu pun karena tau gimana cerita masa lalu gue yang terjatuh-jatuh. Gue kuat, kalian kuat. Menangis itu bukan pertanda kalian lemah, tetapi ekspresi kebebasan dari rasa sakit. K-U-A-T.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

The Chamber of Grey

Suka banget sama nama blognya :)
Blog ini punya teman seperjuangan gue, yang juga telah menemukan "titik terang" dalam hidupnya untuk lebih menjaga diri. Sangat sulit memang. Di tengah perjalanan selama 2 tahun ini, gue seringkali menangis. Tapi gue seneng banget ketika bisa mengajak beberapa teman dekat gue untuk ikut menjaga diri, terutama yang perempuan. Gue juga seneng saat "berpapasan" dengan teman yang sedang menjalani hari-hari serupa. Yuk, menjaga diri dari hubungan ga jelas seperti pacaran! Allah pun cemburu, tau.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sticker

Gue      : Syim, line gue ga bisa donlot sticker baru nih, cuma bisa yang standar aja :(
Hasyim : Ya gapapa lah zi, yang penting bisa buat chat. Lagian lo kan cuma pake sticker nangis doang.
Gue      : ... ... ... iya ya, untung sticker nangisnya banyak.
#baladacurhatkalolagisedihdoang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ego

Rasa yang muncul ketika kamu ingin memiliki sesuatu hanya untukmu.
Rasa yang muncul ketika mereka mulai mendapatkan tante-tante dan om-om baru.

Embedded image permalink 

Rasa yang muncul ketika ...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Menghargai yang Remeh

Hampir setiap broadcast dari contact BBM, selalu saya end chat. Terutama dari teman-teman adik saya yang biasanya berisi "invite blablabla", atau dari rekan bisnis yang berisi iklan. Namun suatu ketika, saya merasa tertampar setelah membaca salah satu broadcast dari seorang teman adik saya yang isinya sangat mengobati. Mengobati? Ya, mengobati otak saya yang sedang sakit dan berpikir untuk melakukan hal bodoh. Sejak saat itu, saya berusaha untuk lebih menghargai setiap chat yang masuk sekali pun tampak remeh.

"Apakah anda pernah setia tapi diduakan?
Apakah anda pernah percaya tapi dikhianati?
Apakah anda pernah mencintai tapi disakiti?
Apakah anda pernah memiliki tapi akhirnya kehilangan?
Apakah anda pernah jujur tapi ditipu?
Apakah anda pernah berharap tapi harapan itu cuma sia-sia?
So,
Lebih baik kita menunggu orang yang tepat,
daripada menghabiskan waktu dengan orang yang salah
Lebih baik kita tidak bersentuhan tangan, tapi cukuplah kita bersentuhan hati
Lebih baik kita tidak jalan berdua, tapi cukuplah kita bertemu dalam doa
yuk share ke temanmu"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teori Sayang

Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang teman tentang rasa sayang, yang ternyata sangat mudah dan sederhana jika dimisalkan. Dari dulu, teori sayang yang saya pegang adalah bahwa rasa sayang itu lebih tinggi dari rasa cinta. Kelihatannya sih sepele, cuma masalah kosa kata. Saya sendiri bukan orang sastra yang bisa mengartikan sayang secara pragmatis (nah loh), tapi saya tetap keukeuh kalau rasa sayang lebih besar dari cinta, dan hal ini bisa diterapkan ke orang-orang yang disukai. Semakin rumit ya? Oke, kita masuk ke obrolan dengan teman saya ini saja.

He said, "gini zi, kalo cinta itu, misalkan lo cinta sama mie instan, makanya lo makan mie itu. Nah kalo sayang, lo akan bilang 'ih sayang banget deh buat dimakan'."

Well, saya cukup terhenyak. Kalimat yang dicontohkan oleh teman saya itu seringkali diucapkan terutama saat orang melihat sesuatu yang menurut mereka terlalu bagus untuk digunakan. Dulu saya pernah sampai berdebat panjang dengan orang lain tentang arti kata sayang, ternyata seharusnya saya dapat memberikan contoh sesederhana itu. Memang, walaupun contohnya bukan makhluk hidup tapi saya rasa sangat mencerminkan. Pada akhirnya, rasa sayang itu lebih tinggi saat menimbulkan efek ingin menjaga agar tetap seutuhnya. Setuju? Atau punya pendapat lain?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Beberapa hari yang lalu, saya dan seorang teman sekampus sedang diliputi kebahagiaan karena hal yang sepele: mendengar dan melihat. Di hari itu juga, saya mendapatkan pesan dari seorang teman di kampus lain yang juga mengenai kebahagiaan:


"Mendengar istri (kalau udh punya) mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga

Mendengar suami (kalau udh punya) masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan
tegas berarti aku masih punya orang tua.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu
berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah
menerima tamu di rumah, itu berarti aku
punya teman.

Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku cukup gizi.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu
berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, jendela,
memperbaiki talang dan selokan air, itu
berarti aku memiliki tempat tinggal.

Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan,
itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang
mengesalkan menandakan karier/bisnis ku
masih bergerak dan hidup.

Mendapatkan banyak komplain dari pelanggan
kita menandakan kita masih punya pelanggan, masih loyal dan menginginkan kita
menuju perubahan ke arah lebih baik.

Mendengar nyanyian yang fals, itu
berarti aku masih bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu
berarti aku masih hidup.

Menderita sakit, berarti Allah sedang membersihkan diriku dari dosa-dosa, agar diriku bersih ketika kembali kealam baka dan masuk syurga.

Subhanallah. Ternyata masih banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini,
karena secara tidak sadar aku masih memiliki
teman yang peduli padaku.

Seseorang yang peduli tentang aku telah
mengirimkannya kepadaku.

Dan karena aku peduli tentangmu maka aku
mengirimkannya juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah.
Bersyukur dalam setiap keadaan

Semoga yang membaca pesan ini selalu
diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan
kedamaian. Aamiin..."


Setelah mendapat pesan itu, saya hanya mengirimkannya pada mama. Mungkin saya adalah tipe orang yang mudah menspesialkan sesuatu sehingga tidak ingin dengan acak mengirimkan pesan seperti itu pada sembarang atau bahkan semua orang. Pesan itu pun saya post di blog ini karena saya menganggap anda semua--para pembaca, siapapun itu--adalah orang spesial bagi saya. Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan-tulisan lepas di blog ini. Selamat berbahagia (yang begitu sederhana)!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teaching Journal 3#

Di tengah kehectican tugas dan ujian tengah semester, saya tetap menyempatkan diri untuk bertemu mereka di akhir pekan.

Kelas 3 SF6

We love art :)
Berbagi ilmu telah memunculkan kebahagian tersendiri pada dinamika hidup saya, happy Saturday!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Penyemangat

Gue lagi bosen dan males ngerjain UTS takehome ribuan kata, iseng-iseng nge-scroll foto di album facebook, terus nemu foto yang pernah gue post di http://ziyaschon.blogspot.com/2012/04/when-gamer-fallin-in-love.html. Penasaran liat komen di foto itu, isinya percakapan gue sama si orang yang ngetag foto. Terus entah kenapa, kata-katanya yang awal bikin gue semangat. Oh, ternyata masih ada orang yang care sama gue. Sekalipun orang itu sekarang udah punya cewek, gue ga peduli--eh maksudnya ga masalah, gue tetep seneng dia baik sama gue sebagai temen. Udah lama banget kita ga ketemu, terakhir dia ngajak ketemuan di reuni MTs, tapi gue ga bisa dateng. Semoga kita bisa jadi temen baik untuk seterusnya :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teaching Journal 2#

Tidak seperti biasanya, Kamis kemarin saya mengajar dengan kondisi badan yang kurang sehat. Tapi semangat membagi ilmu tidak terkalahkan, saya tetap bangun pagi dan berangkat menuju SD Cikeruh. Tanpa menunggu seorang kepala sekolah Happy Teacher yang datangnya selalu telat (baca: Ravio Patra Asri), saya dan Talitha langsung masuk kelas 6, menemui wali kelasnya, dan lanjut mengajar. Hari itu, satu jam terakhir saya habiskan mengajar di kelas 2 karena Denisa yang seharusnya mengajar mereka tidak datang, maka jadilah saya menemani Ika. Subhanallah sekali, anak-anak kelas 2 sangat brutal. Mereka berlarian selama Ika mengajar di depan kelas. Ada yang sembunyi di kolong meja, ada yang naik di atas meja, ada yang melempar buku--pokoknya keadaan kelas sangat tidak tekontrol. Saya bingung harus bagaimana, pengalaman pertama mengajar di kelas dengan anak-anak hyper-active
Pada akhirnya saya hanya bisa mendiamkan mereka (karena kondisi saya yang kurang fit juga). Kelas ditutup dengan kasus lempar buku yang menyebabkan korban (perempuan) menangis, dan si pelaku pun (laki-laki) ikut menangis ketika disuruh meminta maaf. Saya kembali ke kelas 6, ternyata keadaan di sana juga tidak jauh berbeda, malah lebih parah, ada 3 orang anak yang menangis. Kelas ditutup dengan saya dikerubuti anak-anak kelas 6 yang meminta pin BB (padahal sampai saat ini belum ada seorangpun yang meng-invite saya).
Ini baru di selasar... Belum di tengah jalan
Ketika harus mengajar di SF, saya malah telat berangkat ke kampus dengan keadaan habis menangis dan pikiran entah di mana. Sabtu itu, saya memutuskan untuk pindah kelas juga, karena saya lihat kelas 3 yang biasa saya bantu telah cukup banyak tutor. Saya pun mendekati Ope yang mengajar di kelas 4. Kelas 4 cukup teratur, namun gangguan di sekelilingnya sangat banyak. Anak-anak kelas 1 dan 2 yang berlarian di sekitar tempat belajar kelas 4 membuat mereka terdistraksi sehingga beberapa anak ikut berlarian. Setelah selesai belajar, saya menemani mereka untuk kembali diantar pulang. Karena angkot yang disewa cuma satu, sedangkan mereka dari 2 sekolah, maka mau tidak mau sisa 1 sekolah harus menunggu angkot menjemput mereka. Kemudian yang terjadi adalah, mereka dengan liar bermain di taman depan FISIP. Ada yang memanjat pagar, naik-turun tanah, dan.......tiduran terlentang di tengah jalan.
Dapat saya simpulkan, minggu saya mengajar kemarin sangat brutal. Anak-anak secara tidak langsung telah melatih kesabaran para pengajar. Selain itu pengajar juga dituntut untuk menghadapi situasi yang tak terduga, dan yang cukup penting lagi, belajar merayu anak-anak untuk fokus dan bersikap baik. Semangat mengajar!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teori Pertemanan

Beberapa waktu belakangan, saya sering menerapkan teori pertemanan ala saya sendiri. Teorinya begini: Jika ada temanmu (pertama) yang memiliki teman (ketiga) satu jurusan dengan temanmu (kedua) yang lain, maka teman (ketiga) itu juga adalah temanmu. Penerapannya:
Saya sedang berbincang-bincang dengan teman sejurusan saya, hingga sampai ke percakapan berikut,
S: ... Iya, jadi temen gue itu anak ITB----
Z: Oh anak ITB, jurusan apa?
S: Teknik Industri
Z: Angkatan berapa?
S: 2011
Z: Wah, gue kenal itu mah. Namanya siapa?
S: xxx
Kemudian saya akan menanyakan kepada teman saya yang di jurusan Teknik Industri ITB apakah dia kenal dengan temannya si S. Jika dia kenal, berarti teman dia adalah juga teman saya. Sebegitu sederhananya. Walaupun saya sama sekali tidak tahu, tapi saya akan menyatakan bahwa saya mengenalnya. Terutama, teori ini saya terapkan pada teman-teman Axivic.

Andaikan berteman bisa sebegitu sederhananya. Karena "teman" adalah hal penting yang membuat saya bertahan selama 3 tahun di lingkungan yang tidak pernah saya inginkan. Begitulah. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teaching Journal 1#

Ada dua komunitas mengajar yang sedang saya ikuti: @jateducare dan @sf6_unpad. Keduanya bersifat sukarela, jadi bisa dibilang saya adalah volunteer. Selama ini, saya hanya menyukai anak-anak tertentu, keponakan saya contohnya. Namun ketika saya mencoba tawaran mengajar ini, walaupun baru sekali pertemuan, saya sudah menyukai mereka. Anak SD yang polos, penuh rasa ingin tahu, dan yang paling saya sukai, mereka idealis.

Saya mengajar Bahasa Inggris kelas 6 bersama dua teman saya @raviopatra dan @alitalitha di SD Cikeruh. Membuat materi dan sesekali ikut mengajar calistung kelas 3 untuk anak-anak SD Hegarmana dan Neglasari yang terdaftar di Sekolah FISIP 6. Banyak hal-hal menarik yang saya dapatkan ketika mengajar. Semoga saya dapat membagi pengalaman saya ini dengan baik, sehingga memotivasi pemuda lain untuk ikut berpartisipasi.

Kamu sudah hidup di negeri ini, kamu dapat belajar dengan baik, dan bagi para mahasiswa pelancong, kamu menumpang tinggal di wilayah orang lain. Walaupun tidak meminta timbal balik, tetapi apa yang dapat kamu berikan kepada mereka? Saya melakukannya dengan cara dan kapabilitas saya, saya berbagi ilmu.
Happy teaching!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teori Cinta

Ada satu teori cinta, yang sejak beberapa waktu lalu sedang melanda saya. Biasanya teori ini terjadi pada anak kecil yang malu-malu. Teorinya begini, saya akan berlaku jahat terhadap orang yang saya cintai. Kelakuan jahat itu tentu masih dalam batas kewajaran, seperti: mengata-ngatai, menjudesi, memarahi, bahkan sampai menjauhi.

Mari kita masuk ke contoh. Seorang teman berkata begini setelah melihat twit saya untuk adik sematawayang:
"Zi, kok lo jahat sih sama adek lo? Bilang 'berisik! Berisik!' gitu. Galak banget sama adek sendiri"
Sebagai sesama anak bungsu, mungkin teman saya itu simpati terhadap adik saya. Apakah saya membenci adik saya sendiri? Tentu tidak. Saya memang sering bersikap kasar kepada adik, tapi itu tidak berarti saya membencinya--sebaliknya, saya mencintainya.

Sama halnya dengan anak kecil yang malu-malu, yang malah memukul orang yang disukainya, saya melakukan itu terhadap orang yang diam-diam saya cinta. Alasan yang sama dengan sang anak kecil: malu. Walaupun saya sebegitu sayangnya dengan adik, tetap saja saya tidak dapat mengatakan secara langsung. Saya berpikir, jika tidak bersikap kasar kepadanya, nanti dia akan tahu bahwa saya menyayanginya. Tapi toh pada akhirnya dia akan tahu dengan sikap-sikap saya yang lain, seperti: memberikan hadiah. Saya tidak bisa tidak memberi kepada orang yang saya cintai.

Konteks yang sama dengan menjauhi. Ketika saya merasa kedekatan saya dengan seseorang malah membuat kami terjerumus kepada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan atau melewati batas pertemanan, maka saya memutuskan sebaiknya kami menjauh. Bukankah kamu tidak mau orang yang kamu cintai malah kamu sesatkan dengan keegoisanmu yang selalu ingin dekat dengannya?
Selamat mencinta!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Cerita Seorang Teman

Aku terbangun. Kamar gelap. Mimpi buruk yang membuatku menangis. Aku terdiam beberapa saat sampai pesan singkat itu masuk. Timing yang pas. Berceritalah aku dalam air mata membalas pesan. Hingga sang teman menelponku yang masih ketakutan. Tak lama, aku pun dapat kembali memejamkan mata.

Aku terbangun. Bis gelap. Mimpi buruk yang "menjadi kenyataan". Apalagi kalau bukan pelecehan namanya? Aku mengelak, tapi baru kusadari aku lemah. Teringat tadi belum membalas pesan sang teman, spontan aku mengiriminya pesan "ketakutan". Sayang, pesan itu tak dibalasnya. Aku menahan semuanya dengan membaca Asy-Syifa, obat segala penyakit. Matahari sudah mulai muncul saat sang teman menelponku. Ah, kali ini dia terlambat, aku harus menghadapi kejahatan semalaman penuh sendirian. Aku tidak tahu harus berkata apa kepadamu, teman, air mata mungkin tidak mengalir karena trauma. Sang teman yang tampak khawatir, tidak memaksaku menjawab. Sampai saat ini, dia tidak tahu. Tidak ada seorang pun yang tahu, bahkan orang tuaku. Aku hanya ingin menceritakannya kepadamu teman, walaupun entah kapan, walaupun itu hanya menjatuhkan nilaiku, walaupun kini aku menjauh.

Aku terbangun. Bis terang. Tidak ada mimpi buruk. Betapa bersyukurnya aku kepada Tuhan. Aku menerima pesan dari sang teman. Timing yang pas. Meledak tangis yang tertahan. Oh, ini di bis, betapa anehnya diriku. Apa yang harus kubalas? Kekesalanku? Kekecewaanku? Kecemburuanku?

Aku mengejanya, T-E-M-A-N. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal 7#: He is my only

Pernahkah kamu berpikir, pada saatnya nanti, bukan beliau yang harus kamu patuhi lagi, melainkan suamimu?

Shubuh itu, alhamdulillah keluarga kami masih diberi kesempatan untuk shalat berjamaah. Sambil menunggu si bungsu berwudhu, mama, ayah dan aku (berurutan) melaksanakan shalat sunah terlebih dahulu. Sampai mama selesai (saat itu aku dan ayah masih dalam shalat), ternyata adik masih asik di depan televisi, maka mama pun menegurnya,  "Dek, cepetan wudhu, tivinya matiin!". Tiba-tiba, ayah yang akan segera sujud pertama di rakaat terakhir berteriak, "lampunya matiin juga, Dek!" dan kemudian sujud--masih dalam shalat sunahnya. Sontak, aku (yang masih dalam rakaat pertama) dan mama tertawa terbahak-bahak. Ayah yang tersadar dalam sujudnya langsung beristighfar. Batal lah shalat sunah beliau saat itu.

Hikmah cerita: Khusuk lah ketika melaksanakan shalat! Jangan berbohong kamu tidak tidur, padahal setelah wudhu--dan sebelum sholat--kamu tertidur! :))
Mungkin Allah menyadarkan ayah bahwa wudhunya saat shalat sunah itu sudah batal karena sebelumnya beliau tertidur hihihi


Ayah, seperti apapun dirimu, you're my only one--setidaknya sampai nanti anakmu ini bersuami.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal 6#: Hidup Bukan Pilihan


Sampai saat ini, saya masih tidak setuju dengan pernyataan "hidup adalah pilihan". To the point saja, apakah sebelum lahir kamu pernah ditanya ingin hidup atau tidak? Saya sendiri sih tidak pernah ingat diminta untuk memilih hadir di dunia. Voila! Begitu sadar, saya adalah manusia yang hidup.  Jika yang dimaksud bahwa dalam hidup kita terdapat banyak pilihan dan kita dituntut untuk memilih, bukan berarti hidup itu melulu pilihan kan? Kamu tidak dapat memilih ingin menjadi laki-laki atau perempuan, ingin menjadi muda atau tua, ingin kulit putih atau hitam, ingin rambut lurus atau keriting, ingin terlahir di keluarga kaya atau miskin--masih setuju bahwa hidup adalah pilihan? Bagi saya, hidup lebih kepada soal menerima. Menerima bukan berarti pasrah, ada doa dan usaha mendampinginya. Bagi saya, hidup lebih kepada soal bersyukur. Bersyukur atas segala apa yang telah diterima.

Menyenggol sedikit masalah hati. Apakah mencintai itu pilihan? Mau tidak mau kamu harus mencintai Tuhan. Mau tidak mau kamu harus mencintai dirimu sendiri. Mau tidak mau, pada akhirnya kamu tidak bisa--dan memang sejak awal tidak dapat--memilih orang yang kamu cintai. Tidak setuju? Masih tidak percaya bahwa hidup bukan hanya untuk memilih?

"Nak, apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?"
Kotak-kotak kehidupan Andrei,  Berjuta Rasanya, Tere Liye

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal 5#: Menikahi si(apa)?

Menikah memang urusan langit. Sejatinya hanya Pemilik langit yang tahu. Namun manusia tetap mempunyai standardisasi mereka sendiri untuk memilih siapa pasangan mereka kelak, walaupun segalanya tetap Dia yang menentukan. Apa sih dasar yang membuat kamu memutuskan untuk menikahi seseorang? Penampilan fisiknya kah? Hatinya kah? Hartanya kah? Jabatan orang tuanya kah? Atau almamater (jurusan dan universitas) dan pekerjaannya?

Ya, terkadang ketika kamu memilih calon pasangan hidupmu, kamu juga melihat latar belakang dan embel-embel mereka. Apalagi di lingkungan sosial di umur saya ini, yang dibicarakan bukan "siapa" tetapi "anak mana". Jawabannya juga bukan nama orang, tetapi "anak jurusan ini" dan "anak universitas itu". Sebagai contoh, teman-teman sejurusan saya ingin punya suami diplomat, sehingga kalau cita-cita mereka tidak tercapai maka mereka tetap dapat ikut suaminya keliling dunia. Pemikiran seperti itu, pemikiran (maaf) sesempit itu. Saya akui latar belakang memang penting, terutama latar belakang agama, tapi cobalah dipikirkan kembali, kalau "yang penting suami diplomat" atau "yang penting suami dokter" apalagi kalau "yang penting suami kaya", ketika mereka sudah meninggalkan titel (tittle) itu apakah kamu tetap ingin bersamanya?

Alkisah ada seorang pemuda dengan latar belakang keluarga yang sederhana. Namun dengan kegigihan orang tuanya, dia kemudian dapat hidup berkecukupan dan bahkan terbilang lebih. Suatu ketika sang pemuda jatuh cinta kepada teman sebayanya. Dia tidak tahu keluarga wanita itu, dan pemuda juga tidak tahu latar belakang wanita itu. Hati membuat sang pemuda tulus mencintai sang wanita apa adanya. Belakangan, setelah sang pemuda serius ingin menikahi sang wanita, tahulah ia bahwa wanita itu berasal dari keluarga yang kaya raya, dengan hidup yang lebih dari lebih berkecukupan, bahkan orang tuanya berperan penting dalam negara. Sang pemuda tidak kemudian ciut, dia ingin menikahi sang wanita walaupun dengan atau tanpa latar belakang keluarganya. Di sinilah mereka, di kehidupan pernikahan yang insya Allah sakinah. Sang pemuda--kakak sepupu saya--menikahi wanita impian yang dia cintai, tanpa dibicarakan buruk seperti "hanya mengincar hartanya".


Jadi, si(apa) yang akan kamu nikahi?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Obrolan Pagi

01/09/2013

Selesai shalat subuh berjamaah.
"Semalem, si kodok (nama disamarkan) ngewasap zi", kataku sambil mengambil hp. Ketika mematikan alarm hp subuh tadi, aku setengah sadar melihat notifikasi.
"Kayaknya nanti suami zi dokter deh, tapi ga tau dokternya yang mana", celetuk Mama.
Aku tertawa.
"Kalo suami zi anak teknik gimana?"
Percakapan berlanjut sedikit. Siapa yang tau sih urusan langit?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal 4#: A Lottle About Qunut

I wonder if you can read these, but here they are. A lottle (it's like a little, but a lot--just like one of my friends says) about qunut. Yap, qunut in sholat.




Thanks to my friend, the one who share foolish and serious things. Sorry that i have to make a distance with you.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal 3#: Horror

Sore terakhir menjelang buka puasa di bulan Ramadhan tahun ini.
"Dek, mau ikut ga?" tanyaku sambil mengguncang-guncang tubuh adik yang sedang tertidur pulas.
Tidak ada respon.
"Dek, bangun! Mau ikut ga? Nanti ditinggal nih", aku mengancam.
Matanya terbuka sedikit, sedikit sekali sampai-sampai tidak terlihat membuka mata.
"Mau kemana?" kata adik dengan suara lirih, setengah sadar.
"Ke lapangan, beli makanan buat buka, teteh yang bawa mobil", jelasku.
Setelah itu tidak ada respon lagi. Adik kembali terlelap.
Ya sudah, pikirku. Aku pun melangkah meninggalkan dia sendirian di rumah, si Mbak pulang kampung beberapa hai yang lalu. Ayah dan mama sudah menunggu di mobil. Dengan modal nekad, aku untuk pertama kalinya mengendarai mobil kami keliling kompleks rumah. Saat itu cuaca sudah sangat mendung dan gelap, pelan-pelan hujan deras pun turun. Hari terakhir di bulan Ramadhan 1434, langit menangis karena kepergiaannya.

Belakangan ini, aku dan adik sering menonton video-video Youtube milik PewDiePie (silakan dicek sendiri seperti apa videonya ;p). Sebagai pecinta permainan kompi, kami agak mengkhianati games sebenarnya, tapi hitung-hitung menonton untuk belajar dulu sebelum memainkan (nah loh, makin penasaran ga tuh videonya seperti apa??). Kembali ke cerita.

Sampai di rumah dengan sedikit kuyup karena harus naik-turun mobil untuk beli makanan, ternyata adik yang tadi sedang tidur sudah menunggu di depan pintu rumah. Aku dan mama turun dari mobil, membiarkan ayah yang memarkirkannya.
"Udah bangun?" tanyaku menyindir.
"Abis dari mana, teh?" adik balik bertanya.
"Loh, emang kamu ga sadar tadi teteh bangunin?"
"Ngga, bangun-bangun Jaki panik, rumah gelap banget, mana petir, ujan gede. Udah gitu bangun juga gara-gara tetesan air di kaki. Jaki kira itu teteh, iseng ngebangunin.Ternyata air hujan dari jendela. Serem banget deh, udah kayak di game-game horor. Terus Jaki langsung sms teteh", cerita adik panjang lebar.
Aku tertawa, "makanya jangan suka tidur sore, nanti jadi gila".
Ketika aku cek hp, benar saja ada sms dari adik yang isinya: "Teteh di mana?"

Hahaha begitulah. Tidur sore di akhir bulan Ramadhan dan bukannya memperbanyak ibadah ternyata berakibat cukup fatal. Kebayang tuh, abis nonton video-video begitu terus bangun-bangun serasa lagi di dalamnya. Coba kalau dia ikut disetirin tetehnya, kan bisa sambil belajar mobil juga.
Happy fasting!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal #2: Orang Kedua

Selamat menjalankan ibadah puasa sunah Syawal!
Saya? Baru hari pertama niat Syawal-an malah berhalangan...hiks tapi gapapa, disyukuri saja :)

Pada tulisan kedua ini--sama seperti judul dan urutannya--saya ingin bercerita mengenai second person. Bukan wakil koordinator divisi kepanitiaan, second person di sini maksudnya Mbak saya hehe. Namanya Puji Harti. Orang Brebes tulen. Ibu kedua saya setelah Mama. Anggota keluarga ke-5 di Happy Little Family (keluarga kecil kami). Pengatur urusan ibu rumah tangga secara teknis, mulai dari belanja, masak, mencuci, dan bersih-bersih rumah. Saat ini juga menjadi ahli parkir mobil pribadi keluarga. Saya tidak pernah mau menyebutnya pembantu, dan dia sendiri juga menyebut dirinya sebagai "yang bantu-bantu di rumah". Terdengar lebih ribet dan panjang, tapi makna sebuah panggilan menurut saya cukup penting bagi harga diri seseorang.

Mbak pertama kali datang ke rumah kami ketika saya bahkan belum bisa--ehem, maaf--cebok sendiri. Sampai sekarang saya berkuliah, dia setia mendampingi dan telah menjadi bagian dari keluarga kami (memang masih termasuk keluarga jauh, karena kakak perempuan Mbak menikah dengan kakak tiri ayah). Tidak heran saya dan adik tumbuh dengan sosok "ibu kedua", yang menyuapi, memandikan, dan mengasuh kami sehari-hari. Saya tidak bisa melupakan masa-masa di mana setiap pulang sekolah menonton film serial India dan telenovela di televisi, bahkan hafal lagu-lagu dangdut yang tenar saat itu.


Lika-liku kehidupan tampaknya hampir dikhatamkan oleh Mbak. Dengan latar belakang SD kelas 2, Mbak menikah muda, mempunyai seorang anak laki-laki, dan kemudian bercerai. Belum selesai sampai di sana, kehidupan percintaan Mbak di lingkungan rumah kami cukup rumit dengan banyaknya laki-laki yang menyukai. Mulai dari pembantu tetangga depan rumah, sampai tukang ojek. Sayang, dia "tergelincir" dan harus sejenak meninggalkan rumah kami karena mengandung, walaupun kemudian menikah dengan tukang ojek langganan yang mengantar-jemput adik sekolah. Saat ini, anak kedua Mbak bernama Nur Fadillah, sudah naik ke kelas 3 SD. Waktu tanpa terasa berjalan sangat cepat. Berbagai peristiwa telah terjadi di dalam lingkungan keluarga kami.

Teman saya pernah bilang bahwa dia tidak mau menjadi orang kedua karena seringkali terlupakan (sebagai contoh: sebagian besar orang tidak ingat bahkan tidak tahu nama wakil presiden Amerika Serikat, atau malah mungkin nama wakil presiden Indonesia kedua yang mendampingi Pak Soekarno ;)). Namun sampai kapanpun, Mbak tetap menjadi second person bagi saya secara pribadi. Bedanya, second person yang biasa sering dilupakan, tidak berlaku dalam hubungan saya dengan Mbak. Sooo, menurut saya tidak selamanya orang kedua atau menjadi orang kedua selalu buruk. Setuju dengan saya?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal #1: Mengabaikan Yang Tidak Pernah Mengabaikanmu

Assalamu'alaikum!

Alhamduillah, senang sekaligus sedih masih diberikan kesempatan untuk melewati bulan puasa tahun ini. Senang karena dapat menjalankan ibadah puasa bersama keluarga, dan sedih karena ibadah yang saya jalankan belum maksimal. Saya ingin bercerita sedikit sebelum masuk ke penjelasan dari judul pertama Syawal Journal ini. 

Dalam perjalanan hidup saya, sampai saat ini waktu yang paling banyak saya gunakan untuk beribadah amaliyah adalah ketika saya sedang menuntut ilmu di MAN Insan Cendekia selama tiga tahun. Pertama kali saya mengkhatamkan Al-Qur'an dalam satu bulan Ramadhan, paling banyak melaksanakan shalat sunah, puasa, hafalan, dsb. Pada rentang waktu itu pula saya memutuskan untuk terus menutup aurat, walaupun saya akui bahwa saya belum bisa menjaga hati dan diri dari pergaulan dengan lain jenis. Kesempatan dan fasilitas yang ada mendukung kegiatan keagamaan saya. Masa-masa itu, masa-masa keemasan singkat setelah melewati kegelapan.

Pernahkah anda merasa terabaikan?
Hal itu yang saya rasakan saat saya berada jauh dari-Nya. Gusar, emosional, ingin lenyap dari dunia. Masa-masa labil, masa-masa kenakalan anak remaja, masa-masa kegelapan yang saya alami. Beruntung, kedua orang tua menyekolahkan saya di Madrasah Tsanawiyah, dengan pelajaran agama yang lebih dibandingkan dengan sekolah umum. Tanpa ada tempat untuk berkeluh-kesah, saya menyadari sesuatu. Ketika saya menangis, marah, dan melukai diri, saya berbicara sendiri. Seolah-olah bercakap dengan sesuatu yang tidak tampak. Saya berdoa. Bukan doa dalam diam dan khusuk. Doa dalam raungan dan air mata. Dia hadir, bahkan selalu bersama dan tidak pernah sekalipun mengabaikan saya. Kemudian berangsur-angsur, saya diberikan-Nya petunjuk jalan menuju masa-masa keemasaan.

Saat ini, Syawal 1434, saya berusaha menebus kelalaian, abai beribadah pada Ramadhan kemarin. Walaupun tanpa fasilitas yang sama dengan ketika berada di MAN Insan Cendekia dulu, kesempatan untuk terus beribadah masih ada selama jantung berdetak. Jika ibadah amaliyah tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, maka saya berusaha menggantinya dengan ibadah lain. Lagipula secara logika, tidak etis kan, jika mengabaikan Dia yang tidak pernah sekalipun mengabaikanmu? ;)

najmeeqamar.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal Journal: Prologue

Bismillahirrahmanirrahim... Niat menulis jurnal di bulan Syawal ini telah muncul sejak akhir Ramadhan 1434 H. Salah satu latar belakangnya adalah rasa kekurangan saya dalam memanfaatkan bulan Ramadhan tahun ini. Bisa dibilang, liburan Ramadhan kali ini merupakan waktu libur yang paling produktif bagi saya. Selain rehat sejenak dari aktivitas belajar-mengajar di kelas dan melakukan perbaikan gizi (red: makan-ngemil-makan), saya banyak melakukan hal lain yang "menghasilkan", seperti kursus stir mobil, memulai bisnis kecil-kecilan, magang informal, bahkan menjadi baby sitter.

Di samping itu, saya sadar bahwa saya berada pada lingkungan nyata, yang sebenarnya. Lingkungan di mana pribadi dituntut untuk memenuhi tanggung jawabnya tanpa (seharusnya) perlu diancam. Pada kasus saya, di umur yang hampir kepala dua ini, saya belum bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab duniawi dan akhiratwi (?). Ketika waktu libur saya habiskan dengan melakukan kegiatan produktif duniawi, saya tidak lagi bisa memaksimalkan waktu untuk beribadah di bulan Ramadhan. Hal ini akan saya jabarkan dalam tulisan pertama di Syawal Journal.

Well, hari ini tepat seminggu setelah 1 Syawal 1434 H, dan insya Allah saya akan rutin menulis selama sebulan. Sebagai gambaran, isi tulisan berupa hasil pemikiran saya terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar saya. Silakan ambil yang baik dan tinggalkan yang buruknya. Komentar sangat diharapkan dapat menjadi masukan untuk lebih baik kedepan.

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) 
eramuslim.com

Semoga Syawal Journal dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.


Penulis SJ 1434,
@pranandia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Begini

Lagi-lagi begini. Setiap hal yang sudah terpikir untuk ditulis lenyap begitu saja. Lagi-lagi begini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Changing time, bro & sis!

Hiks..you understand what i mean kan kek... I am changing, always try to. Are they going to understand me?

We do bad things that we shouldn't, and those things only bring regret. What do we want? People see us as good as before they know what we've done. We are changing, people change, but some of em don't. Thats just a life we have to live, life's never fair, it's just how we deal with that unfairness. We can't forget the bad past, but we remember how to change that before it's too late, thats good enough.



Thank you my grandgrandpa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Modus

Potongan percakapan dengan seorang teman yg kurang waras.

...
"Jadi gue ga boleh modusin lo nih?"
"Kagak, gue lagi ga mau dimodusin siapapun"
...

Yep.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Jawaban dari Sebuah Pertanyaan

"Apakah perasaan (suka) itu dapat dicegah?"

16 days later,
I'm watching Reply 1997.
Hey, you'll find the answer on episode 14.


  
, 감사합니다

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Timing

Gini nih kelakuan anak @HIUNPAD2011 Itu aja udah di-turnoffalert, gimana kalo ngga coba?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tentang Doa

Singkat cerita (belum apa-apa udah disingkat aja -.-), gue dan teman-teman lain memutar otak supaya bisa sampai ke Museum KAA tepat waktu. Tiba-tiba, masuk message whatsapp dari mama:

M: Zi udah berangkat ya?
Z: Iya ma, tp macet bgt. Doain ya biar lancar
M: Ya sayang...aamiin...
M: Brgkt sama siapa?
Z: Rame2 naik angkot, macetnya ga gerak ma :(

18 menit kemudian...

Z: Ma, makasih doanya. Alhamdulillah angkotnya mau dicarter sampe tempat. Love you :*

Terbukti! Doa orang tua untuk anaknya sangat diijabah oleh Allah :')
Ayo minta didoakan oleh orang tua! Gengsi mah ke laut aja!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teruntuk: Orang-orang yang sedang menjaga hati

#UdahPutusinAja @felixsiauw
Belakangan, ada seorang teman yang bercerita tentang masalah percintaannya kepada saya. Dia terpaksa harus--istilah gaulnya--move on. Teman saya itu berkata bahwa dia sangat sirik dengan saya yang "sudah bisa melupakan". Saya bilang, butuh waktu yang lama dan proses yang panjang untuk dapat sampai ke tahap itu. Proses melupakan menjadi salah satu hal tersulit yang harus saya lakukan dalam hidup saya. Bahkan, ketika masa-masa itu telah berlalu, dan saya berhasil melewati garis finish, nyatanya saya dihadapi lagi dengan hal yang sama. Entah perasaan kagum atau cinta, ternyata bisa kembali hadir di hati yang lelah. Karena saya tau, itu adalah fitrah dari Allah, yang tidak bisa ditolak. Bagian yang tersulit memang adalah tahap selanjutnya setelah melupakan, yaitu menjaga hati. Butuh niat yang kuat dan motivasi dari semua pihak. Saat ini pun, saya sedang berusaha, membatasi diri. Hingga waktu yang telah ditetapkan-Nya, saat menemukan dan ditemukan, menjadi orang yang sempurna di mata orang lain walaupun dengan segala kekurangan saya.



DO NOT DISTURB. Sedang dalam proses pemantasan diri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teruntuk: Orang-orang yang mudah tersulut emosi

...
"Wah, berarti harusnya lo lebih sabar dong ya."-- @sarahanindita

Sebuah tanggapan tidak terduga dari seorang teman ketika mengetahui saya sedang menjalankan puasa sunah. Hal ini kemudian membuat saya tertampar, dan berpikir, apakah puasa membawa manfaat yang signifikan terhadap hidup saya? Apakah saya hanya sekedar berpuasa tanpa tau makna dan tujuan berpuasa? Apakah saya sudah menjadi orang yang sabar?
Untuk sekarang, setidaknya saya tau kalau adik dan kedua orang tua saya ikut berusaha melakukan kebiasaan baik ini. Untuk sekarang, saya lupa kapan saya terakhir kali sakit parah. Rasa syukur dan terimakasih yang tidak terhingga kepada-Mu.



Ditulis untuk memotivasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Teruntuk: Manusia yang tidak pernah puas

Sore ini, 25/04/13, saya spontan menangis histeris ketika melihat foto ini di home facebook, yang di-share oleh salah seorang kakak kelas. Ketika mama di rumah dengan segenap jiwa membantu proses kelahiran para ibu, menolong para bayi untuk menatap dunia, di belahan dunia lain ada manusia yang tega--sejujurnya sangat tidak tega mengatakan ini--menyantap manusia-manusia kecil. Mereka SESAMA manusia loh. Terlebih, tidak berdaya. Mungkin saya berlebihan, mungkin emosi saya sedang tidak stabil, mungkin sifat saya yang cengeng, atau mungkin akal pikiran sehat manusia sudah mulai hilang.
"Ya Allah, ampunilah segala dosa umat manusia, karena hanya Engkau yang berhak memutarbalikkan dunia fana ini."



Hai, bayi-bayi mungil, sampai bertemu di surga-Nya, aamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Photobom lvl: Zizi


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Lagi-lagi masa lalu

"Perempuan itu dilihat dari masa lalunya, kalo laki2 itu dilihat dari masa depannya #UdahPutusinAja"
-a friend, as a glittering generalities to antipacaran-things

Regretfully, I have really awfull past. But thanks to this conversation.

A: Gue benci "dulu"
M: "dulu" itu dikenang untuk pembelajaran...
M: Jadi kenapa gitu sih zi...
A: Tp terkadang penilaian org lain thdp kita yg "dulu" itu yg ga bisa berubah dan menilai kita yg skrg sama
A: :(
M: Jangan khawatir karena kadang orang lupa jika kupu-kupu dulu merupakan ulat.
M: Jadi sang kupu-kupu jangan khawatir, dan tetaplah semangat.....!

Even so i still feeling uneasy. Is that true? That will be someone who can accept me with all of my vileness?

Tag: #propaganda #words #past #worst #pessimistic

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ohiya ji

P : Ohiya ji
P : RT @sudjiwotedjo 5. Yg penting ide...wujud nyata ngga penting. Kira-kira begitulah Plato. Makanya cinta yg gak kesampaian kan disebut cinta Platonis
G : :') sedih yah si plato, gue cuma belajar teori2 dia doang sih
G : Jadi gmn pap? Masih mlatonis?
P : Udah engga
P : Kan kalo platonis idealnya gada yg tau
G : Tapi masih suka?
G : Platonis susah sih buat org kyk gue yg comel sm diri sendiri
P : Bingung ji
P : hmm ya gw juga masih ragu itu platonis bukan ji
P : Yang ada mungkin merasa platonis
G : Masih berharap? Susah utk ga berharap
P : yang paling cocok platonis ya cinta sama Allah *pake peci*
G : Tapi kan bisa keliatan kalo platonis ke Allah
G : Susah utk nutupin, misalnya: ibadah. Sekalipun puasa
P : Ya kan kalo ibadah yg (apasih namanya) amaliah gt
P : kalo ibadah yg sendiri gt trus ibadah yg ga secara fisik
G : Apa sih ibadah yg susah keliatan org lain?
P : Dzikir
G : Hmm bisa..
G : Kalo gitu cinta sama org juga dizikirin aja pap :D
P : Biar jatohnya pahala yak
P : Hahaha

Tag: #platonis #cinta #Allah #ibadah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

SIGNIFIKANSI WIKILEAKS SEBAGAI NON-STATE ACTOR DALAM POLITIK DUNIA


Sekian banyak aktor negara dalam sistem internasional yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain, ternyata tidak membuktikan bahwa proses dari sistem yang ada hanya terbentuk berdasarkan national interest suatu negara. Dinamika hubungan internasional yang terus berkembang secara dinamis menunjukkan bagaimana munculnya aktor-aktor selain negara yang independen, memiliki kepentingan sendiri, dapat mempengaruhi politik dunia. Salah satu kasus yang memperlihatkan peran non-state actor secara signifikan dalam perkembangan hubungan internasional adalah kasus publikasi dokumen-dokumen rahasia negara oleh sebuah situs bernama WikiLeaks. Situs ini pertama kali terdaftar dengan alamat http://www.wikileaks.org/ pada tanggal 4 Oktober 2006 yang kemudian menerbitkan dokumen perdananya dua bulan kemudian (Beckett & Ball, 2012).
Priyatna (2011) dalam bukunya yang berjudul “Wikileaks: Situs Paling Berbahaya di Dunia”, menyatakan bahwa kasus pembukaan rahasia pertama yang dilakukan oleh Wikileaks, dengan Julian Assange sebagai tokoh dibalik pendiriannya, adalah dokumen mengenai keputusan eksekusi para pejabat pemerintah dari Pengadilan Islam Somalia. Setelah publikasi perdananya tersebut, WikiLeaks terus menampilkan pemberitaan yang lebih besar dan heboh.
Dalam situsnya saat ini, WikiLeaks menyatakan dirinya sebagai organisasi media non-profit yang bertujuan untuk membawa berita dan informasi penting kepada publik. WikiLeaks sebagai organisasi, berkembang dengan sangat cepat dalam menampilkan berita dari sumber-sumber yang asli sehingga dapat terjamin kebenarannya. Organisasi media ini mengandalkan jaringan dari sukarelawan di seluruh dunia, dan terus bertahan menjalankan kegiatannya walaupun harus menghadapi perlawanan hukum dan politik. Terilhami pasal 19 dari Universal Declaration of Human Rights yang menyatakan bahwa setiap individu berhak menyampaikan opini dan berekspresi, WikiLeaks berusaha untuk mengefektifkan penggunaan hak tersebut tanpa ada batas yang mengekang. Walaupun terkesan sebagai media ilegal yang mengungkapkan hal-hal buruk pemerintahan suatu negara, di sisi lain bisa jadi banyak pihak yang diuntungkan—terutama masyarakat umum—dengan pemberitaan WikiLeaks yang seharusnya hanya diketahui oleh segelintir orang (WikiLeaks.ch).
Belakangan, WikiLeaks kembali hadir dengan kasus ancaman hukuman seumur hidup bagi tentara Amerika Serikat bernama Bradley Manning, yang terbukti melakukan pembocoran rahasia negaranya pada WikiLeaks. Tentara Amerika Serikat tersebut mengakui bahwa pada tahun 2009 dan 2010, dirinya telah mengirimkan ratusan ribu informasi diplomatik, laporan, dan catatan rahasia Departemen Luar Negeri Amerika Serikat lainnya terkait dengan operasi mereka di Afghanistan dan Irak. Alasannya adalah karena menurut Manning, perlakuan pasukan Amerika Serikat terhadap rakyat di Afghanistan dan Irak dalam pelaksanaan perang membuatnya terganggu. Pembukaan dokumen rahasia ini menurut pemerintah Amerika Serikat, menjadi ancaman bagi kelangsungan hubungan diplomatik negara tersebut dengan pemerintah negara lain. Selain itu, tentu saja kasus tersebut menarik perhatian publik dan memberikan respon buruk terhadap sikap militer Amerika Serikat (Liputan6.com). 
Signifikansi peran WikiLeaks sebagai organisasi media internasional sangat nyata terlihat dalam kasus-kasus yang muncul sejak organisasi ini pertama kali berdiri. Baik secara langsung maupun tidak langsung, WikiLeaks memberikan pengaruh yang besar terhadap hubungan antar negara dan politik dunia yang terus berjalan. Terbukti, apabila aktor non-negara tersebut terus melakukan pemberitaan atas dokumen rahasia suatu negara, maka hal ini akan berpengaruh dalam penerapan sistem politik yang diambil, seperti kasus Amerika Serikat dalam perang di Timur Tengah yang telah disebutkan. Amerika Serikat mau tidak mau harus memperbaiki citra tentara militer dan hubungan diplomatik negaranya dengan negara bersangkutan. Keberadaan WikiLeaks, dapat menjadi suatu perhatian bagi aktor internasional—negara atau non-negara—untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, terutama apabila berhubungan dengan politik antarnegara, di mana tidak hanya menyangkut kepentingan satu negara tetapi juga kepentingan negara lain.

Referensi:
Beckett, Charlie & James Ball (2012) Wikileaks: News in the Networked Era. USA: Polity Press.
Gunawan, Rizki (2013) “Pembocor Rahasia AS ke WikiLeaks Terancam Bui Seumur Hidup”, Liputan6.com.
[http://news.liputan6.com/read/524514/pembocor-rahasia-as-ke-wikileaks-terancam-bui-seumur-hidup] (5 Maret 2013)
Priyatna, Haris (2011) Wikileaks: Situs Paling Berbahaya di Dunia. Bandung: Mizan.
WikiLeaks.ch [http://www.wikileaks.ch/About.html] (5 Maret 2013)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments