♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Sala(karta)

"It is not because you were there, but the reason is that it became my dream to go to there since i was in 10th grade (because of you)"--cute white rabbit

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Rayuan anak labil yang lagi ada maunya (It's work!)

Talitha Anandini (6/17/2012 6:09:05 PM):  eh ntar km mau ke nangor dong buat ngumpulin tgs?
ziya_schon: yoyoy, lagian di rumah juga ga ada kerjaan, aku mau ikut latihan saman, rapat marketing huehue
Talitha Anandini: kalo gt eyke nitip tugas demoham ane ya plis ziya pranandia cantik menawan jodohnya org solo pacarnya aea belahan jiwanya dude herlino murid kesayangannya pak satria wibawa tmn tercantiknya ilham rachmadi :33333 aku titipin uang printnya ke ajanti ntar, PLEAAAASE! *sujud*
ziya_schon: DIHALAH *NGAKAK* =))
ziya_schon: gimana ya? mau ga ya?
Talitha Anandini: 
:3333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333
ziya_schon: iyeiye daaaah, traktir conello yak haha emg kamu mau pulang kapan? ga jadi ikut culture camp?
Talitha Anandini: OKEEEEEEEEEE! *brb pesta kembang api*
Talitha Anandini: mau conello apa? rasa ingus? rasa muntah?
Talitha Anandini: hahaha bercanda2
Talitha Anandini: iya ntar aku traktir conello deh pokonya ;)
Talitha Anandini: oh iya..
Talitha Anandini: culture camp..
Talitha Anandini: *kembali galau*
ziya_schon: dasar anak labil L-)
Talitha Anandini: aduh zi anak labil harus offline dulu, ntar malem kita yman lagi ya! dadah duluuuuu! >:D<
ziya_schon: dadaaaah cyiiin nanti malem males ol ah haha
ziya_schon: pagi-pagi aja biar ga ketemu... #eh haha
Talitha Anandini: liat aja kalo km ga ol ym
Talitha Anandini has signed out. (6/17/2012 6:22 PM)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

My Pet

Di sela-sela kehidupan asrama, gue yang selama ini tidak diperbolehkan memelihara hewan apapun oleh kedua orang tua gue, memutuskan untuk merawat laba-laba yang muncul di suatu kamar di gedung J lantai 1.
Gue lupa cerita detailnya, yang jelas selama beberapa lama sewaktu kelas 2 gue memelihara si Lobi-lobi, laba-laba imut nan cantik ini :)

 

Rumahnya berupa toples besar yang tutupnya diganti dengan plastik sampul buku yang dilubang-lubangi. Dia sangat lahap memakan mangsanya. Gue selalu kasih dia makan laba-laba kaki panjang (nama lainnya egrang) yang berkeliaran di sudut-sudut kamar, daripada mengganggu cewe-cewe Axivic kece, mending gue tangkep buat hidangan makannya si Lobi.

Ini dia si Lobi vs egrang, pastinya dalam beberapa detik si egrang akan menghilang dari dalam toples. Seru banget liat Lobi-lobi makan. Lahap. Nyam! Nyam!

 

Kadang kalau mangsanya terlalu besar, dia suka mengulum-ngulum dulu sampai bisa disantap. Pinter banget emang laba-laba gue. Lobi suka bandel, makanannya ga diabisin, jadi bikin kotor sarangnya kaaaan. Sesekali kalau udah kotor gue bersihin deh toplesnya, si Lobi diungsikan dulu.
Ini nih foto Lobi yang jelas...


Cantik kan? Kayak yang punya #eh. Kenapa gue bisa bilang dia cantik? Karena dia betina. Dari mana gue tau dia betina? Coba liat ini:

 

Apa itu? Itu anak-anaknya Lobi. Buanyaaaaaaaaaaaak banget. Kecil-kecil kayak semut. Jadi ceritanya, pada suatu hari gue reguler dan pulang ke rumah, pas balik ke asrama ternyata Lobi-lobi menghilang! Dia melarikan diri dari toples. Aku pun sangat sedih #apaseh. Gue cari-cari ke seluruh penjuru kamar tapi dia tetap tidak ada. Pasrah, gue pun merelakan kepergian Lobi.

Namun, ternyata takdir berkata lain, Lobi-lobi mendadak muncul di sebelah meja belajar gue 3 hari kemudian. Seneeeeeeng deh waktu tau Lobi balik. Ternyata dia merindukan aku #makinngaco. Kembalilah hari-hari bahagia gue bersama Lobi.

Tidak lama setelah Lobi kembali, gue dibuat heran oleh peliharaan centil gue satu ini. Tiba-tiba muncul sesuatu seperti permen mentos (bulat putih agak gepeng) di bawah badannya. Semakin lama permen mentos Lobi itu semakin membesar melebihi badannya. Sejujurnya gue khawatir, jangan-jangan Lobi terkena penyakit atau apa.

Di suatu sore yang panas di Serpong, selagi gue mendinginkan diri di poli klinik, dari jauh tiba-tiba Nisa alias Osong, teman sekamar gue kelas 2, berteriak-teriak memanggil nama gue.
"Zizooooong! Zizoooong!", katanya, mungkin dia ngefans sama gue sampai histeris manggil-manggil gitu, pikir gue.
"Zooooong! Cepet ke kamar! Laba-labamu melahirkan anak banyaaaaak banget!", lanjut Nisa. Oh. Laba-laba melahirkan? Bukannya bertelur ya?
APA?! Gue terperangah (cie-ileh). Lobi punyak anak??? Jadi permen mentos yang dibawa-bawa diperutnya itu ternyata telurnya? Gue pun lari ke kamar dan mendapati meja belajar gue penuh dengan bayi-bayi Lobi. Oh my... So cute... 

Mungkin sebagian besar orang akan ngeri, takut, atau jijik melihat begitu banyaknya laba-laba kecil di depan mata. Tapi bagi gue, anak-anak Lobi adalah suatu keberhasilan gue merawat binatang. Unlucky, kamera gue si Chiba saat itu baterainya sekarat, padahal momen tersebut adalah saat yang membahagiakan. Bukannya difoto malah jadi direkam, itu juga belum sedetik langsung pingsan si Chiba. Ga bisa diajak kompromi memang kamera pertama gue itu. Yah... Yang penting momen telur Lobi yang menetas sempat terabadikan.

Setelah peristiwa tersebut, gue merasa kalau gue ga sanggup merawat Lobi dan anak-anaknya yang sangat amat banyak sekali, bisa-bisa roommate gue pada kabur. Alhasil dengan berat hati gue melepaskan Lobi dan bayi-bayi imutnya di bawah pohon di depan gedung asrama. Hiks.

Begitulah. Sampai saat ini dan selamanya gue tetap cinta Lobi-lobi, my first pet, dan anak-anaknya. Walaupun gue juga suka kucing, tapi gue pikir memelihara binatang yang jarang dihiraukan itu jauh lebih asik dan menantang. Kehidupan gue tanpa Lobi tetap berlanjut. Tapi gue belum bisa menemukan pengganti Lobi sampai sekarang. Lobi-lobi, you're the first and the best spider for me :') Danke für die schöne Tage...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Penggalan Kisah Dia


Rambutnya mirip. Gondrong dan ikal. Apa model rambut seperti itu sedang menjadi trend? Saat reuni SD beberapa waktu lalu, Aku juga menemukan mantanku dengan model rambut yang sama. Mereka jadi tampak serupa. Dia dan mantanku.
---
Kehidupan kuliah bagiku sangat berbeda dengan kehidupan sekolah dulu. Lebih bebas dan lebih terbuka. Di sini Aku bertemu dengan banyak orang yang berbeda. Teman-teman yang baik, asik, care, dan... dan Dia. Mungkin orang yang baru pertama kali mengenalnya akan menganggap Dia pendiam, tidak banyak tingkah. Begitu juga Aku, menganggap Dia orang yang dingin.
Semua pandanganku berubah sejak Dia mengajakku berbicara. Tidak secara langsung, tapi melalui chat di jejaring sosial. Sejak saat itu Dia tidak lagi pendiam dan dingin di mataku. Dia berisik, jahil, iseng, dan suka bercanda. Kami menjadi dekat. Setiap hari bertemu di dunia maya. Di dunia nyata? Kami juga bertemu. Dia termasuk teman dekatku, teman sekelompok di satu mata kuliah. Tapi hubungan kami tidak sedekat saat di dunia maya. Rutinitas ini berlangsung singkat—walaupun bagiku terasa lama—sampai akhirnya kami memutuskan keluar. Bertemu berdua, makan, dan saling bercerita. Bercerita seperti yang biasa kami lakukan. Bedanya kali ini tatap muka. Terus saling bercerita dan bercanda walaupun makanan kami tidak habis dan pengunjung lain di tempat itu mulai berganti.
Temporer, perasaanku saat itu hanya sementara. Setelah pertemuan itu perlahan-lahan kebiasaan kami mulai hilang. Tak ada chat. Tak ada lagi saling bertukar cerita dan tak ada lagi keisengannya. Hanya sesekali saat tugas menghantui di malam hari. Aku membantunya sedikit. Tetap tidak ada cerita. Tidak ada keisengan. Rasa penasaran atas berhentinya kebiasaan itu membuatku menyelidikinya. Hasil penyelidikan yang kulakukan membuatku sadar bahwa Dia sedang menyukai seseorang dan menyerah. Entah siapa dan entah mengapa Dia menyerah.
Mungkin dan hanya mungkin. Apapun yang terjadi di antara kami saat ini, yang bisa kulakukan hanyalah berhipotesa. Bahkan berhipotesa pada perasaanku sendiri. Suka atau tidak. Bagaimanapun juga, di samping sikapnya yang berubah dan perasaanku yang tak jelas, kami menjalani hari-hari seperti biasa. Biasa seperti saat sebelum Dia mengajakku bicara. Kembali ke masa Aku masih menganggapnya dingin. Tetapi pandanganku terhadapnya tak berubah. Dia berisik, jahil, iseng, dan suka bercanda.
---
Rambutnya tidak mirip. Cepak dan berdiri. Apa model rambut seperti itu tidak membuatnya cepat sakit di musim hujan begini? Saat ospek beberapa waktu lalu Aku menemukan senior dengan gaya dan perawakan seperti Dia. Mereka tampak serupa dengan model rambut yang berbeda. Dia dan seniorku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

These days


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Yesterday which isn't Beatles's song

Well, well, this week is hectic and full of dilemma. Semua karena dua hal: Kost dan Cinta. Beneran deh, gue, Denis, dan Riyanti mengalami hal yang serupa. Pertama, karena kita udah ga betah di kostan masing-masing dan belum menemukan kost pengganti. Kedua, karena jatuh cinta yang rumit: gue dengan one-sided love, Denis dengan almost-friendzone love, Riyanti dengan complicated-tug love.

But we have to face it whatever it's hard. Selama pencarian kostan yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga, kita sempat menikmatinya juga kok. Itung-itung journey around Jatinangor gitu. Bahkan kemarin kita mendapatkan pemandangan indah yang jarang banget ditemukan oleh kita yang notabene hidup di Ibu Kota. These are the pictures :)

We found this scenery!

I, yesterday, damn crazy

Beautiful rainbow there!

Eternalized that moment with one hope: it will still there forever :'<

Semoga kita menemukan kostan yang cocok dan awet sampai lulus, semoga kita cepat menemukan jalan keluar dari jeratan tambatan hati #ea, semoga UAS semester 2 ini lancar dan IPnya naik, semoga mall dan apartemennya ga jadi dibangun (so, you will stay there forever, nature :')), semoga yang katanya lagi sakit cepat sembuh, ambil mata kuliah pilihan yang sama semester depan, bisa sering ngobrol... yah begitulah one-sided love effect.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Yes, you :')


 
ADAM SANDLER
THE WEDDING SINGER
GROW OLD WITH YOU


I wanna make you smile
Whenever you're sad
Carry you around
When your arthritis is bad
All I wanna do is
Grow old with you

I'll get you medicine
When your tummy aches
Build you a fire
When the furnace breaks
It could be so nice
Growing old with you.

I'll miss you
kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let you hold the remote control

Let me do the dishes
In our kitchen sink
Put you to bed
When you've had too much to drink
I could be the man who
Grows old with you
I wanna grow old with you

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments