♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

New Teaching Journal: #3 "We're talented!"

It's been a year since I was teaching elementary school students for the first time. Tidak terasa saya telah sampai pada hari terakhir di tahun pertama mengajar. Sebenarnya saya dan Miss Nisa ingin mengajak siswa/i kelas kami untuk menonton bersama, namun kami sulit mengatur waktu karena harus meminjam proyektor pukul 7 pagi dan kebetulan juga saya lupa untuk meminta anggaran dana ke Pak Kepsek JEC (red: Ravio Patra). Akhirnya di hari terakhir pertemuan kelas bahasa Inggris semester ini kami memustuskan untuk review materi yang telah dipelajari selama 4 bulan terakhir: physical appearance, comparative adjective, superlative adjective, dan possessive pronoun. Mereka tetap semangat seperti biasa, berebut maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang kami berikan.

Our sentences
Kelemahan dari mereka adalah cepat lupa materi yang diajarkan, sehingga pada setiap pertemuan, kami harus pelan-pelan dari awal menjelaskan kembali materinya. Namun di setiap pertemuan juga, apabila telah diingatkan, maka mereka dapat mengerjakan tugas-tugas baik latihan maupun pekerjaan rumah dengan baik. Ada beberapa anak yang harus benar-benar mendapat perhatian lebih, diajarkan dengan cara dituntun kata per kata. Ada lagi anak yang penuh dengan rasa penasaran, seringkali menanyakan kata-kata yang sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tidak sedikit juga yang cerdas, cepat mengerti dan benar dalam pengerjaannya. Di samping itu semua, saya pribadi sangat senang karena mereka semangat dalam belajar.

Semangat difoto juga pastinya ;p
Masuk ke bagian inti dan yang paling seru in this story. Di akhir kelas, Miss Nisa meminta mereka untuk maju ke depan dan memberikan penampilan, boleh dalam bidang apapun, menyanyi, menari, bercerita, sesuai dengan keinginan mereka. Tidak disangka-sangka, ternyata mereka tanpa malu-malu maju ke depan kelas, terutama boy band yang satu ini, ada Rizal dkk. yang menghibur kami dengan dance Bonamana-nya Super Junior! Walaupun suara musik dari Miss Nisa's smartphone tidak terdengar kencang, tetapi mereka tetap semangat menggerakkan badan. Ada gerakan-gerakan memukau bagi saya seperti jumping, break dance, juga blocking yang cukup sulit.

Formation!
Jumping!
Not CJR, but CFR (Class Five Rhythm)! 
Setelah penampilan keren dari CFR (ngarang aja ini mah namanya ;p), ada cerita-cerita seru kesukaan kelas 5 yang dibawakan oleh Zaqi! Cerita apa itu? Cerita horror pastinya. Zaqi bercerita pengalamannya mendengar suara-suara ghaib ketika disuruh ibunya belanja di malam hari hihihi~ Bukan cuma Zaqi, Meilan juga maju dan bercerita di depan kelas untuk kami semua, walaupun sempat ragu-ragu karena kelas yang berisik.

Zaqi sedang bercerita nih!
Meilan ga mau kalah bercerita dong!
Sangat disayangkan saya tidak bisa menemani mereka sampai akhir karena pukul 9 harus menghadiri rapat himpunan di kampus. Saya izin pulang terlebih dahulu, dan seperti biasa, siswa/i kelas 5 SD Cikeruh berbondong-bondong maju dan menyalimi saya ketika akan meninggalkan kelas (berasa artis kan jadinya ehehe). Setelah itu kelas dipegang oleh Miss Nisa seorang (semangat, Nis!). Di pertemuan terakhir semester ini saya menyadari bahwa, di mana pun mereka berada, di mana pun mereka sekolah, selama ada keinginan kuat maka pasti bakat yang dimiliki akan muncul, seperti yang saya temui di kelas ini. Gunakan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan bakat, because "We're talented!"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pikiran Kosong

Kamu
"Besok kamu kosong ga?"
"Ngga, aku mau pulang, udah janji ada acara keluarga."
"Yah... Padahal aku mau ngajak nonton."
Aku memilih keluargaku saat itu, karena aku yakin akan lebih banyak menghabiskan waktu denganmu di masa depan.

Aku
"Kapan-kapan main ke situ yuk, belum pernah ke kebun binatang Bandung."
"..."
"Kenapa? Kamu ga mau?"
Ternyata saat itu kamu sudah berencana ingin meninggalkanku, pantas kamu diam saja. Padahal aku bilang "kapan-kapan", tidak berarti dalam waktu dekat. Mungkin kamu memang selamanya tidak ingin bersamaku?

Pernahkah kamu berpikir, mungkin kamu tidak benar-benar tulus mencintai seseorang? Aku sedang memikirkannya. Mungkin selama ini aku salah mengartikan kata hati, mungkin aku menyukaimu karena aku merasa kamu menyukaiku terlebih dulu. Entah mengapa, saat ini aku berharap, semoga suatu hari nanti kita dipertemukan tidak saling mengenal dan kemudian saling mencintai lagi bersamaan, dari suatu "titik awal".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Mengalahkan Pengaruh Ratu Inggris: Diplomasi Publik J. K. Rowling melalui Harry Potter

Siapa yang tidak mengenal J. K. Rowling? Seorang perempuan asal Inggris yang namanya melambung berkat hasil karya sastranya yang memukau: Harry Potter. Jo, panggilan akrabnya, masuk ke dalam peringkat 13 besar wanita paling berpengaruh di Inggris menurut Woman’s Hour Power List.[1] Sementara itu Majalah Nasional Inggris menempatkannya pada urutan pertama mengalahkan Ratu Elizabeth sebagai wanita paling berpengaruh di Inggris pada tahun 2010, salah satu alasannya karena kesukesan Harry Potter yang telah menjadi bentuk diplomasi publik Inggris di dunia.[2]

Bagaimana tidak, mulai dari novel hingga film Harry Potter dari jilid dan episode pertama hingga terakhir, karya imajinatif Jo ini sangat digemari berbagai kalangan di berbagai penjuru dunia. Dunia sihir Harry Potter bukan hanya lagi menjadi tren, tetapi juga panutan oleh para penggemarnya. Lihat saja seperti apa ketenaran film tersebut di India membuat populasi burung hantu menurun karena muncul kebiasaan orang tua memberikan burung hantu pada anaknya seperti dalam film. Akibat peristiwa tersebut, Menteri Lingkungan Hidup India membuat laporan mengenai kemerosotan populasi burung hantu dan menyerukan dilakukannya tindakan keras untuk perlindungan.[3]

Selain itu tentu saja secara tidak langsung, film yang menggunakan Inggris sebagai latar tempatnya ini menarik lebih banyak pariwisatawan untuk mengunjung tempat-tempat indah di Inggris yang ditampilkan dalam film Harry Potter. Belum lagi aksen British yang kental menjadi lebih terkenal dan disukai karena digunakan oleh para pemainnya. J. K. Rowling memperlihatkan peran dan pengaruhnya melalui imajinasi tinggi dalam Harry Potter, sesuai dengan definisi diplomasi publik yang mencakup segala aktivitas baik oleh negara maupun non negara yang berkontribusi dalam mendukung dan mempromosikan soft power untuk membentuk citra nasional negara yang dapat mempengaruhi sikap negara lain. Diplomasi publik juga merujuk pada berbagai bentuk publikasi, film, pertukaran budaya, serta media massa sebagai instrumen utama dalam mendukung kegiatan negara untuk menginformasikan atau mempengaruhi opini publik di negara lain menurut Departemen Luar Negeri AS tahun 1987.[4]

Dari diri saya sendiri, jika saya menjadi tokoh besar seperti J. K. Rowling maka saya akan melakukan hal yang sama yaitu menjadikan negara saya—Indonesia—sebagai latar utama yang dapat menunjukkan berbagai keindahan alam dan kekayaan suku-suku budayanya, tetapi tentu saja dengan lebih menonjolkan kepada sisi nilai-nilai baik yang dianut untuk tetap menjaga dan merawat sumber daya serta potensi yang ada. Harapan saya adalah terciptanya opini publik yang sadar dan mau untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing masyarakat. Diplomasi publik dengan J. K. Rowling sebagai aktornya, menunjukkan kekuatan soft power Inggris yang mana bahkan hingga novel dan film Harry Potter selesai, dunia imajinatif di dalamnya masih terus diingat dan dikagumi, terlebih dengan munculnya bentuk lain seperti melalui game online


Dibuat untuk memenuhi tugas postingan Facebook pada mata kuliah Teori Hubungan Internasional 1 terkait diplomasi publik.



[1]BBC (2014) Woman’s Hour Power List Top 20 [WWW] BBC Radio 4. Diakses dari: http://www.bbc.co.uk/programmes/b01qj7jd/profiles/power-list (17 Mei 2014)
[2] Iswidodo (ed.) (2010) Pengaruh Penulis Novel Harry Potter Kalahkan Ratu Inggris [WWW] Tribun News. Diakses dari: http://www.tribunnews.com/internasional/2010/10/12/pengaruh-penulis-novel-harry-potter-kalahkan-ratu-inggris (17 Mei 2014)
[3] Eko H. Sofyan (ed.) (2010) Film Harry Potter Picu Krisis Burung Hantu [WWW] Kompas. Diakses dari: http://health.kompas.com/read/2010/11/04/13030274/Film.Harry.
Potter.Picu.Krisis.Burung.Hantu. (17 Mei 2014)
[4] J. Michael Waller (2007) The Public Diplomacy Reader. Washington DC: The Institute of World Politics Press. Halaman 24.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tentang Bunga

Kapan pertama kali dapat bunga? Hmm lupa sih sebenernya, mungkin dulu waktu kecil pernah. Tapi sejauh ingatan gue, pertama kali dikasih bunga waktu di MTs. Bukan dari pacar, secret admirer, atau teman, percaya ga kalo dapetnya dari stranger? Hahaha serius. Ceritanya waktu itu valentine day, dan gue bersama geng Sepaket baru selesai makan di kantin MAN 4. Tiba-tiba aja ada kakak MAN 4 yang nyamperin gue terus ngasih setangkai bunga mawar putih. What a shock! Sialnya sahabat-sahabat gue malah kabur. Spontan gue tinggalin lah si kakak itu dan menyusul Sepaket. Boro-boro bunganya gue ambil, gue bahkan ga bisa ngasih respon apa-apa. Maafin ya kak, siapapun anda.

Bunga persahabatan
Selama di IC gue ga pernah ngerasa pernah dapet bunga sih... Maaf kalo ada yang pernah ngerasa ngasih, gue lupa, khilaf deh. Bunga kedua dan ketiga gue terima waktu udah kuliah dari orang yang sama, temen baik gue dari jaman PTS di IC. Edelweiss (karena dia suka naik gunung) dan mawar putih (lagi). Siapa sih cewek yang ga suka dikasih bunga? Ya kan? Langsung meleleh pasti. Ah, temen baik gue ini bukannya naksir gue atau gimana, dia emang orangnya romantis, tau cara memperlakukan cewek dengan baik walaupun kalo sama gue dia berani kurang ajar.

Kesayangan
Bunga keempat, setangkai mawar merah. Pertama kalinya dapet mawar warna ini. Dikasih ke gue dengan dua alasan: biar gue ga ngambek lagi dan karena dia mau ninggalin gue. Gue rawat dari tanggal 28 April, dan sampai sekarang (11 Mei) masih terpajang di kamar. Kondisinya setelah dua minggu, mulai berubah warna, mengering, kelopaknya mulai lepas. Gue awalnya ga percaya bunga potong bisa tahan selama ini, karena bunga mawar putih yang gue dapet dulu belum seminggu udah layu, padahal sama-sama dikasih air. Mungkin, karena kali ini gue menyempatkan diri untuk merawatnya. Ah ya, gue baca di internet cara merawat bunga potong. Lagipula, mau udah layu pun ga akan pernah gue buang.
Di tengah hamparan bunga, Chiang Mai

"Do you like to receive flowers too?" 
"Of course! What girl doesn't like flowers? All women dream of receiving something like that from the person they love." 
Baek Seung Jo to Oh Ha Ni

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

New Teaching Journal: #2 "Garing"

Di Rabu pagi yang cerah, seperti biasa saya melangkahkan kaki menuju sekolah dasar yang jaraknya hanya beberapa puluh langkah dari kostan. Hari ini, siswa-siswi kelas 5 SD Cikeruh 1 akan mengerjakan ujian remedial bahasa Inggris. Ketika sampai di kelas, kebetulan masih ada wali kelas 5 dan para siswa sedang menghafal perkalian. Baru sampai perkalian 4 ternyata, maka saya putuskan untuk mampir dulu ke kelas lama, melihat kelas 6 sedang sibuk mempersiapkan ujian praktek bahasa Indonesia mereka. Tidak lama kemudian saya dijemput oleh si pintar Meilan untuk masuk ke kelas 5. Murid cantik ini memang cukup mendominasi kelas bahasa Inggris kami. Sambil menunggu Miss Nisa datang membawa soal, saya--ehm, Miss Ziya--membahas homework mereka yang diberikan Miss Nisa minggu lalu. Kebetulan minggu lalu saya skip mengajar karena ada latihan pagi saman. 
Suasana belajar kelas 5
Hasil pekerjaan rumah adik-adik ini sebagai nilai tambahan jika nilai ujian bahasa Inggris mereka kurang bagus. Seringnya saya tidak menuliskan nilai pada homework mereka karena saya menghargai apapun hasil yang mereka kerjakan, hanya mengoreksi dan memberikan ungkapan seperti "good", "excellent", or "learn more". Namun ada beberapa anak yang menuntut untuk diberikan nilai berapapun untuk hasil kerja mereka, tidak masalah selama itu akan memotivasi jadi lebih baik. Ujian remedial berlangsung dengan cepat dan segera dinilai. Ada yang nilainya jadi lebih baik, ada yang sama saja, ada juga yang lebih rendah. Ohya, materi yang diujikan adalah mengenai comparative adjectives. Kelas dilanjutkan dengan materi baru mengenai possessive pronoun yang dijelaskan oleh Miss Nisa. Selalu setiap materi selesai diberikan, adik-adik kelas 5 ini meminta pekerjaan rumah. Sangat rajin dan semangat menurut saya, walaupun tidak jarang ada yang lupa membawa buku atau tidak mengerjakan di minggu depannya hihihi maklum.

Iseng, dreams tree punya mantan kelas 5
Seperti yang pernah saya ceritakan, di kelas 5 ini punya kebiasaan mendengarkan cerita selepas kelas. Saya dan Miss Nisa sempat bingung karena sudah kehabisan cerita, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan salah satu kisah seram dari kakak kelas saya dulu. Mereka sudah sangat excited, duduk rapi dan diam, tapi setelah saya selesai cerita ternyata..... Ada bunyi krik-krik-krik. Gariiiiiiiiiiing. Mereka tidak terlihat takut atau senang walaupun akhirnya bertepuk tangan. Hahaha malu juga sih. Pulang ke kostan, saya searching horror story agar minggu depan tidak kehabisan cerita dan garing lagi. Semoga. Harus latihan bercerita nih, Miss Ziya ehehehe see you next week, studs!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Deserve

Cil, gue tau sekarang kenapa gue nangis-nangis gini. Selain karena gue kehilangan orang yang gue sayang, ternyata gue juga kehilangan seorang sahabat, seorang teman bercanda, seorang kakak dengan pemikiran dewasa, seorang adik yang manja, seorang teman bicara, seorang teman diskusi dalam hal apapun, seorang tempat berkeluh kesah, seorang panutan, seorang yang menemani gue ketika mati lampu waktu malam atau bangun dari mimpi buruk atau sekedar lembur mengerjakan tugas, seorang imam sholat, seorang yang membuat gue sadar bahwa gue memiliki perasaan karena marah, nangis, dan cemburu tapi juga bahagia, seorang yang membuat gue belajar sabar, belajar memberi, belajar menerima, dan belajar ikhlas. Kehilangan seseorang itu sebagai pengorbanan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar karena ketika gue bersamanya hanya akan menambah dosa dan karena pengaruh buruk yang gue berikan lebih besar daripada kebaikan untuk orang itu. Pengorbanan untuk lebih dekat dengan-Nya karena gue selama ini telah mendua. Pengorbanan untuk idealisme yang kami berdua sama-sama pegang. Harusnya gue ga menangisi pengorbanan itu, hanya karena waktu yang datang tiba-tiba dan rasa ketidakpercayaan kepada seseorang itulah kenapa gue menangis. Mungkin gue masih akan melanjutkan tangisan ini dibabak-babak berikutnya, tapi gue percaya kepada janji-Nya. I will get what I deserve. Maaf gue nyusahin dan ngerepotin lo sebagai teman, gue cuma ga tau harus bilang ini sama siapa. Makasih cil(heart)
Sebuah chat kepada seorang teman yang setia menemani di kala abu-abu menjadi lebih gelap. Terima kasih Widya Dita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dear Nyeng,

Thank you for the togetherness and everything you give to me. We have tried again and again, and finally this is the third time for us. The time is really not mine but maybe yours. I accept your decision because life isn't option and we can't choose to be together now, maybe later or maybe not at all. Actually, I just want to us become friend just like before you confess to me, but you said you want to forget me. Nyeng, please wait "until one day I stop caring, and begin to forget why I long to be so close."


Love ya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments