Syawal Journal 7#: He is my only
Pernahkah kamu berpikir, pada saatnya nanti, bukan beliau yang harus kamu patuhi lagi, melainkan suamimu?
Shubuh itu, alhamdulillah keluarga kami masih diberi kesempatan untuk shalat berjamaah. Sambil menunggu si bungsu berwudhu, mama, ayah dan aku (berurutan) melaksanakan shalat sunah terlebih dahulu. Sampai mama selesai (saat itu aku dan ayah masih dalam shalat), ternyata adik masih asik di depan televisi, maka mama pun menegurnya, "Dek, cepetan wudhu, tivinya matiin!". Tiba-tiba, ayah yang akan segera sujud pertama di rakaat terakhir berteriak, "lampunya matiin juga, Dek!" dan kemudian sujud--masih dalam shalat sunahnya. Sontak, aku (yang masih dalam rakaat pertama) dan mama tertawa terbahak-bahak. Ayah yang tersadar dalam sujudnya langsung beristighfar. Batal lah shalat sunah beliau saat itu.
Hikmah cerita: Khusuk lah ketika melaksanakan shalat! Jangan berbohong kamu tidak tidur, padahal setelah wudhu--dan sebelum sholat--kamu tertidur! :))
Mungkin Allah menyadarkan ayah bahwa wudhunya saat shalat sunah itu sudah batal karena sebelumnya beliau tertidur hihihi
Ayah, seperti apapun dirimu, you're my only one--setidaknya sampai nanti anakmu ini bersuami.







0 komentar:
Posting Komentar