Dua Tahun Kemudian
Aku ingin berteriak, marah, menangis, kecewa. Kepada Engkau wahai Maha Pembolak-balik Hati. Kepercayaanku kepada-Mu pudar, keadilan-Mu tak juga kurasakan. Aku tahu semua jawaban atas segala ini, Kau cemburu, Kau marah, Kau kecewa padaku. Komitmen ketaatan kepada-Mu telah kulanggar jauh, sangat jauh, dan Kau tidak terima itu. Lalu mengapa Kau berikan perasaan ini?? Di saat tertinggiku menjaga hati. Padahal aku hanya ingin dengan-Mu, dekat dan lebih dekat lagi. Untuk apa Kau ciptakan rasa ini? Kau susun rencana takdir itu dengan sempurna hingga aku terjatuh. Sakit! Lebih sakit untuk yang kedua kalinya. Aku tidak belajar dari masa lalu. Ternyata perasaan kuat yang Kau berikan ini juga tidak berbalas, lagi. Ruangan yang sedang kubangun harus diulang dari awal. Semuanya hancur berantakan. Bahkan aku tidak tahu apakah dapat menerima perasaan itu kembali jika Kau berikan. Tak bisakah aku setia kepada-Mu? Sudah lelah dengan makhluk-Mu yang terus Kau datangkan untuk mengujiku. Kali ini aku hanya ingin bangkit, memantaskan diri untuk-Mu. Tidak ada yang boleh menyuruhku untuk membuka hati lagi. Kuserahkan pada-Mu, hanya untuk yang terakhir bagiku.




