♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Tentang Goreng

Bukan, bukan french fries maksudnya. Tulisan ini ga akan fokus pada satu hal. Ini tulisan ketika gue mau mengerjakan tugas dan ternyata malah tersesat dari satu blog ke blog lain.

Mulanya begini, gue lagi suka banget baca tulisan-tulisan motivasi, baik yang pendek dalam bentuk tweet atau yang panjang dan dikemas dalam blog. Bahkan gue sangat suka baca sms-sms motivasi dari Urfa yang baik hati dan sangat keibuan (cieeee umi hahaha), walaupun kadang yang isinya tentang nikah itu bikin galau. Kenapa malah bikin galau? Karena gue merasa belum siap. Tuh kan belum apa-apa aja udah ngebahas nikah.

Em, oke, jadi ceritanya gue udah setahun lebih ga pacaran (Alhamdulillah, Tausend Dank, Allah :')), dan gue merasa sangat bersyukur. Awalnya hal ini karena komitmen yang gue buat untuk diri gue sendiri setelah ditinggal pacaran oleh orang yang sangat gue sayang. Mungkin salah gue juga karena seenaknya menyatakan perasaan sama cowok (aduh begonya baru kerasa sekarang). Tapi gue sangat bersyukur (lagi) karena perasaan gue memutuskan untuk tidak menjalin status yang ga jelas sama dia. Saat itu cuma satu yang ada dalam pikiran gue: gue mau jadi istrinya dia, bukan pacarnya.

Cuma nama kodok

Memang, gue menyesal karena dia akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang dilarang oleh Tuhan kita. Dan lebih sangat menyesal lagi ketika gue--dengan sangat amat idiotnya--malah melakukan hal yang sama. Padahal waktu itu gue udah mulai menjalankan komitmen anti-pacaran gue selama 9 bulan. Tapi, hari ini ada untuk memperbaiki hari kemarin. Hidup gue yang lalu, dengan segala kekacauan di dalamnya, adalah hal yang harus gue benahi di masa sekarang, demi hidup gue di masa mendatang. Gue sadar bahwa gue ga boleh berlarut-larut terjerembab dalam perangkap kemaksiatan yang sama.

Gue memang penulis amatir. Tapi setidaknya tulisan-tulisan gue lah yang akan menjadi motivasi untuk diri gue sendiri di kemudian hari. Tentang masalah komitmen anti-pacaran gue ini, ternyata Allah yang sangat gue cintai memberikan jalan kemudahan. Pertama, dengan semakin banyaknya tulisan-tulisan motivasi islami yang gue konsumsi. Kedua, dengan lingkungan dan teman-teman yang mendukung. Dan ketiga, dengan perasaan yang tidak stuck pada satu orang. Yang terakhir ini memang terdengar ga setia sih, tapi bisa juga berarti belum menemukan orang yang layak dan tepat untuk dititipkan cinta.

Kalau membicarakan tentang nikah, gue merasa udah mulai bisa mengerti. Terutama dari alasan-alasan pernikahan. Banyak pengalaman hidup orang lain yang gue pelajari, bahkan dari orang tua gue sendiri. Kabar baiknya, ternyata keluarga kedua gue (red: Axivic Lunarismosinerati) satu per satu menjalankan ibadah-Nya di usia muda seperti yang dulu kami (Axivicwati) impi-impikan. Bulan kemarin, Isnatul Amanah membangun keluarga barunya. Masih kuliah? Ya, mengapa tidak? Dengan pemikiran yang dewasa dan niat yang baik sebuah pernikahan yang indah pun berlangsung. Karena hal itulah yang diinginkan Allah, bukan menjalin ikatan tak berarti seperti pacaran.

 With the first Axivic who gets married. Congrats, Natul :)

Tulisan gue ini tentu akan menyinggung perasaan teman-teman, sahabat-sahabat, dan bahkan keluarga gue yang sedang atau pernah pacaran. Ziya Pranandia dengan sangat tulus meminta maaf. Tapi sadarlah, bahwa gue pun menulisnya karena gue pernah mengalaminya, dan gue sedang belajar dan berusaha untuk menghidarinya. Bukan berarti juga tulisan gue ini bertujuan untuk sok menasehati atau memojokkan orang-orang yang pacaran. Karena setiap orang punya jalannya sendiri untuk sadar yang mana sebenarnya kebenaran yang baik bagi dirinya.

Komitmen itu bukan hal yang mudah, apalagi ketika memulainya. Sama seperti tulisan gue sebelumnya tentang hijab, menghindari pacaran juga harus didasari dengan kesadaran penuh, dukungan dan motivasi yang kuat, serta membuat prinsip diri yang istiqamah. Jika penyelesaian masalah pacaran ini adalah dengan pernikahan, maka pernikahan akan menjadi topik sendiri yang dapat dibahas lebih dalam lagi. Saat ini, gue belum mencapai kapasitas untuk membahasnya. Tapi gue selalu percaya hal ini: Allah sudah menentukan jalan bagi manusia untuk menemukan jodohnya, tinggal bagaimana manusia mau berusaha dan berdoa untuk menjemputnya. Juga, bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, jadi kenapa kita tidak berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi suami atau istri kita kelak?

Dengan sangat bahagia gue ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru bersama keluarga baru di bulan November nanti. Semoga bisa menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dear my beloved soulmate, Karimah Bawazier. Salam cinta dan berjuta peluk cium dari Soul-mu, Mate :')

 Mate-Soul ♥
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Oh you, Food.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

eat aet tea EAT!

 Mama's Bandung


 Mie Reman


 Kedai Indra



 Gusto



Shafa Yogurth  


Ngeumong
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments