♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Teori Bungee Jump

Akhirnya mengeluarkan teori lagi!
Kali ini masih teori tentang perasaan. Pernah bermain bungee jump? Saya sendiri belum pernah. Sangat ingin, tapi baru hanya bisa melihat di layar kaca. Untuk yang tidak tahu permainan ini, bungee jump adalah permainan ekstrem yang mana sang pemain harus melompat dari ketinggian. Ya, begitu saja. Cukup mendengarnya sudah memicu adrenalin.

Teorinya begini: suatu ketika anda akan naik ke atas, ke tempat yang sangat tinggi, dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari sana. Namun di ketinggian itu ada saat di mana anda harus turun--sukarela ataupun terpaksa--jatuh ke bawah. Saat bermain bungee jump, ketika jatuh maka anda tidak langsung menyentuh tanah, tapi akan terpental lagi ke atas, tidak lama dan tidak terlalu tinggi, kemudian baru benar-benar berada di bawah.
Sama seperti halnya anda menyukai seseorang dan orang tersebut merespon dengan baik, memberikan anda harapan yang sangat tinggi. Tapi suatu saat anda (dapat) jatuh dari harapan itu dengan alasan apapun. Kemudian ketika anda terjatuh, orang itu tidak serta merta melepaskan anda. Dia memberikan harapan kembali, seperti bungee jump yang menarik anda ke atas sebentar, hanya sementara, kemudian pada akhirnya anda terjatuh ke bawah lagi. Orang tersebut biasa disebut dengan: pemberi harapan palsu.
Teori ini terinspirasi dari kehidupan percintaan beberapa orang teman di sekitar saya, dan efek menonton adegan-adegan bungee jump yang menantang.

Jadi, masih ingin bermain bungee jump dengan hati?



Teori-teori saya sebelumnya dapat dilihat di label Theory atau pada link berikut:
Teori Cinta - Teori Pertemanan - Teori Sayang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

SHT

That moment when your mom didn't like your (ex) crush

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

FAQs

Apa kabar?
Pertanyaan yg ga pernah bisa dijawab "baik". Begitulah, yang penting masih bisa bersyukur.

Udah semester berapa sekarang?
7 menuju 8, insya Allah tinggal skripsian aja.

Skripsi tentang apa?
Kerjasama bilateral Indonesia-Jerman dalam bidang perdagangan jasa melalui perusahaan multinasional

Kapan lulus?
Semoga Agustus wisuda. paling lambat November 2015.

Abis lulus mau ngapain?
Banyak banget. Lanjut S2, bisnis, kerja. Tergantung dikasih kesempatan yg mana duluan sama Allah.

Kalo kerja mau di mana? Lanjut S2 di mana?
Ada beberapa tempat yg menarik perhatian, both organizations and companies. Government? I'm not sure yet, maybe later. Cita-cita gantiin bu Airin sih sebenernya ;) Jerman banget buat magister, semoga dikabulkan.

Rencana nikah kapan?
As always: secepatnya kalo udah ada yg ngelamar, suka, dan disetujui orang tua. Idealnya target 23 tahun, tapi kalo diizinkannya sama Allah di atas 25 it isn't problem.

Lagi suka sama orang? Ada bayangan mau nikah sama siapa?
I would say, not anymore. Sedang tidak suka siapapun dan sedang sulit suka siapapun. Cuma bisa minta yg terbaik dari Nya, dan terus memperbaiki diri.

Suka sama cowok kayak gimana?
Dewasa, pinter, perhatian, jujur. Sholeh nomer 1.

Mau tinggal di mana setelah kuliah?
Of course my lovely home. Satu-satunya tempat kembali setelah 7 tahun selalu hanya jadi tempat persinggahan sejak pertama pindah. Belum ada bayangan tinggal di luar tangsel except Hamburg hoho. Sempet kepikiran pengen tinggal di Malang sih. Pada akhirnya, liat nanti suami membawa kemana :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Cerita Tentang Bintang

Saat itu malam, langit gelap hitam pekat. Aku berlari menuju bukit, di mana terhampar padang luas. Sedikit aku henti dan berjalan, kemudian berlanjut lari. Hampir kehabisan nafas hingga aku melihat sepercik cahaya, berkelip. Bintang! Sebentar lagi sampai menginjakan rumput. Satu, dua, ah lebih dari setahun lamanya menuju bukit itu. Terpikir untuk menyerah, mungkin aku salah, mungkin itu bukan bintang dan mungkin padang itu tidak pernah ada di atas bukit. Hingga di bulan ke lima belas aku merasakan tanah lembut di kakiku, lengkap dengan rerumputan. Aku sampai! Bukan khayalan lagi. Ketika aku ingin menyerah dan kembali turun, ternyata bintang itu yang menarikku semakin menuju bukit. Cahaya gemilau itu bukan khayalan, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Sau, dua, ah ratusan. Indah, sangat indah. Menatap ke atas hingga aku lupa pulang. Aku tidak ingin matahari muncul. Aku tidak ingin pagi datang. Aku tidak ingin siang menyinari dunia. Aku ingin malam! Aku lupa bahwa bumi hidup dari satu cahaya. Terpukau dengan keindahan kemilau, kerlap-kerlip bintang malam. Dan awan pun datang. Ia datang dan menangis! Menutupi bintangku. Aku kehilangan arah. Jangan! Aku berteriak. Jangan tinggal kan aku bintang! Aku sendiri di padang gelap, hitam, pekat, bersama awan yang menangis. Aku berteriak lebih kencang. Kau yang menarikku ke sini! Kau yang ingin aku melihatmu, mengagumi keindahan cahaya berkilaumu, lalu kenapa kau meninggalkanku? 

Bintang berkata, “kau butuh matahari, aku butuh matahari, untuk itu awan datang.” Aku tidak terima. Aku memang butuh matahari, tapi aku mencintaimu bintang, aku tau siapa yang bisa membuatku lebih baik, kau yang paling tau siapa aku. Denganmu bintang, aku bisa bercerita apapun tentang bumi. Terus argumen-argumen kuberikan. Tapi bintang menghilang, meninggalkanku dengan tangisan hujan. Aku tidak menyerah, aku tau jika matahari menakdirkan bintang untukku, dia akan kembali, malam akan datang. Aku akan menunggu. Matahari terbit, tidak, dia selalu ada bersamaku, hanya aku yang melupakannya. Matahari marah aku mengabaikannya, padahal ia yang membawa pagi dan siang untukku hidup, dia adalah bintang terbesar. Satu, tidak banyak seperti bintang malam, tapi cahayanya paling kuat dibandingkan seribu bintang. Aku bercerita pada matahari, aku meminta maaf, aku percaya padanya. 

Matahari berbisik, “dia tidak pergi, bintang selalu ada di balik awan, menunggu cahayanya yang paling memukau untuk menerangimu. Jangan khawatir ketika dia selalu bersamaku. Lihatlah ke bawah bukit, kau harus membuka mata melihat keindahan cahaya bintang bawah yang tak kalah indah, sambil terus berlari dan percaya kepadaku. Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu, selamanya.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments