♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Teori Cinta

Ada satu teori cinta, yang sejak beberapa waktu lalu sedang melanda saya. Biasanya teori ini terjadi pada anak kecil yang malu-malu. Teorinya begini, saya akan berlaku jahat terhadap orang yang saya cintai. Kelakuan jahat itu tentu masih dalam batas kewajaran, seperti: mengata-ngatai, menjudesi, memarahi, bahkan sampai menjauhi.

Mari kita masuk ke contoh. Seorang teman berkata begini setelah melihat twit saya untuk adik sematawayang:
"Zi, kok lo jahat sih sama adek lo? Bilang 'berisik! Berisik!' gitu. Galak banget sama adek sendiri"
Sebagai sesama anak bungsu, mungkin teman saya itu simpati terhadap adik saya. Apakah saya membenci adik saya sendiri? Tentu tidak. Saya memang sering bersikap kasar kepada adik, tapi itu tidak berarti saya membencinya--sebaliknya, saya mencintainya.

Sama halnya dengan anak kecil yang malu-malu, yang malah memukul orang yang disukainya, saya melakukan itu terhadap orang yang diam-diam saya cinta. Alasan yang sama dengan sang anak kecil: malu. Walaupun saya sebegitu sayangnya dengan adik, tetap saja saya tidak dapat mengatakan secara langsung. Saya berpikir, jika tidak bersikap kasar kepadanya, nanti dia akan tahu bahwa saya menyayanginya. Tapi toh pada akhirnya dia akan tahu dengan sikap-sikap saya yang lain, seperti: memberikan hadiah. Saya tidak bisa tidak memberi kepada orang yang saya cintai.

Konteks yang sama dengan menjauhi. Ketika saya merasa kedekatan saya dengan seseorang malah membuat kami terjerumus kepada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan atau melewati batas pertemanan, maka saya memutuskan sebaiknya kami menjauh. Bukankah kamu tidak mau orang yang kamu cintai malah kamu sesatkan dengan keegoisanmu yang selalu ingin dekat dengannya?
Selamat mencinta!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar