Teori Sayang
Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang teman tentang rasa sayang, yang ternyata sangat mudah dan sederhana jika dimisalkan. Dari dulu, teori sayang yang saya pegang adalah bahwa rasa sayang itu lebih tinggi dari rasa cinta. Kelihatannya sih sepele, cuma masalah kosa kata. Saya sendiri bukan orang sastra yang bisa mengartikan sayang secara pragmatis (nah loh), tapi saya tetap keukeuh kalau rasa sayang lebih besar dari cinta, dan hal ini bisa diterapkan ke orang-orang yang disukai. Semakin rumit ya? Oke, kita masuk ke obrolan dengan teman saya ini saja.
He said, "gini zi, kalo cinta itu, misalkan lo cinta sama mie instan, makanya lo makan mie itu. Nah kalo sayang, lo akan bilang 'ih sayang banget deh buat dimakan'."
Well, saya cukup terhenyak. Kalimat yang dicontohkan oleh teman saya itu seringkali diucapkan terutama saat orang melihat sesuatu yang menurut mereka terlalu bagus untuk digunakan. Dulu saya pernah sampai berdebat panjang dengan orang lain tentang arti kata sayang, ternyata seharusnya saya dapat memberikan contoh sesederhana itu. Memang, walaupun contohnya bukan makhluk hidup tapi saya rasa sangat mencerminkan. Pada akhirnya, rasa sayang itu lebih tinggi saat menimbulkan efek ingin menjaga agar tetap seutuhnya. Setuju? Atau punya pendapat lain?






0 komentar:
Posting Komentar