Syawal Journal: Prologue
Bismillahirrahmanirrahim... Niat menulis jurnal di bulan Syawal ini telah muncul sejak akhir Ramadhan 1434 H. Salah satu latar belakangnya adalah rasa kekurangan saya dalam memanfaatkan bulan Ramadhan tahun ini. Bisa dibilang, liburan Ramadhan kali ini merupakan waktu libur yang paling produktif bagi saya. Selain rehat sejenak dari aktivitas belajar-mengajar di kelas dan melakukan perbaikan gizi (red: makan-ngemil-makan), saya banyak melakukan hal lain yang "menghasilkan", seperti kursus stir mobil, memulai bisnis kecil-kecilan, magang informal, bahkan menjadi baby sitter.
Di samping itu, saya sadar bahwa saya berada pada lingkungan nyata, yang sebenarnya. Lingkungan di mana pribadi dituntut untuk memenuhi tanggung jawabnya tanpa (seharusnya) perlu diancam. Pada kasus saya, di umur yang hampir kepala dua ini, saya belum bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab duniawi dan akhiratwi (?). Ketika waktu libur saya habiskan dengan melakukan kegiatan produktif duniawi, saya tidak lagi bisa memaksimalkan waktu untuk beribadah di bulan Ramadhan. Hal ini akan saya jabarkan dalam tulisan pertama di Syawal Journal.
Well, hari ini tepat seminggu setelah 1 Syawal 1434 H, dan insya Allah saya akan rutin menulis selama sebulan. Sebagai gambaran, isi tulisan berupa hasil pemikiran saya terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar saya. Silakan ambil yang baik dan tinggalkan yang buruknya. Komentar sangat diharapkan dapat menjadi masukan untuk lebih baik kedepan.
عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «
المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم
للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang
beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang
tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling
bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
eramuslim.com
Penulis SJ 1434,
@pranandia






0 komentar:
Posting Komentar