♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Teaching Journal 2#

Tidak seperti biasanya, Kamis kemarin saya mengajar dengan kondisi badan yang kurang sehat. Tapi semangat membagi ilmu tidak terkalahkan, saya tetap bangun pagi dan berangkat menuju SD Cikeruh. Tanpa menunggu seorang kepala sekolah Happy Teacher yang datangnya selalu telat (baca: Ravio Patra Asri), saya dan Talitha langsung masuk kelas 6, menemui wali kelasnya, dan lanjut mengajar. Hari itu, satu jam terakhir saya habiskan mengajar di kelas 2 karena Denisa yang seharusnya mengajar mereka tidak datang, maka jadilah saya menemani Ika. Subhanallah sekali, anak-anak kelas 2 sangat brutal. Mereka berlarian selama Ika mengajar di depan kelas. Ada yang sembunyi di kolong meja, ada yang naik di atas meja, ada yang melempar buku--pokoknya keadaan kelas sangat tidak tekontrol. Saya bingung harus bagaimana, pengalaman pertama mengajar di kelas dengan anak-anak hyper-active
Pada akhirnya saya hanya bisa mendiamkan mereka (karena kondisi saya yang kurang fit juga). Kelas ditutup dengan kasus lempar buku yang menyebabkan korban (perempuan) menangis, dan si pelaku pun (laki-laki) ikut menangis ketika disuruh meminta maaf. Saya kembali ke kelas 6, ternyata keadaan di sana juga tidak jauh berbeda, malah lebih parah, ada 3 orang anak yang menangis. Kelas ditutup dengan saya dikerubuti anak-anak kelas 6 yang meminta pin BB (padahal sampai saat ini belum ada seorangpun yang meng-invite saya).
Ini baru di selasar... Belum di tengah jalan
Ketika harus mengajar di SF, saya malah telat berangkat ke kampus dengan keadaan habis menangis dan pikiran entah di mana. Sabtu itu, saya memutuskan untuk pindah kelas juga, karena saya lihat kelas 3 yang biasa saya bantu telah cukup banyak tutor. Saya pun mendekati Ope yang mengajar di kelas 4. Kelas 4 cukup teratur, namun gangguan di sekelilingnya sangat banyak. Anak-anak kelas 1 dan 2 yang berlarian di sekitar tempat belajar kelas 4 membuat mereka terdistraksi sehingga beberapa anak ikut berlarian. Setelah selesai belajar, saya menemani mereka untuk kembali diantar pulang. Karena angkot yang disewa cuma satu, sedangkan mereka dari 2 sekolah, maka mau tidak mau sisa 1 sekolah harus menunggu angkot menjemput mereka. Kemudian yang terjadi adalah, mereka dengan liar bermain di taman depan FISIP. Ada yang memanjat pagar, naik-turun tanah, dan.......tiduran terlentang di tengah jalan.
Dapat saya simpulkan, minggu saya mengajar kemarin sangat brutal. Anak-anak secara tidak langsung telah melatih kesabaran para pengajar. Selain itu pengajar juga dituntut untuk menghadapi situasi yang tak terduga, dan yang cukup penting lagi, belajar merayu anak-anak untuk fokus dan bersikap baik. Semangat mengajar!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar