International Relations
| di 12.43
Sedikit esai yang gue bikin untuk tugas mata kuliah Pengantar Hubungan Internasional 1. Kebetulan dapat bagian yang membahas jurusan sendiri. So, this is it, semoga infonya berguna untuk orang-orang yang penasaran apa itu International Relations.
International Relations
atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Hubungan Internasional,
merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi didengar. Namun, pengertian
Hubungan Internasional sendiri belum banyak dipahami secara jelas dan pasti
oleh kebanyakan orang. Istilah-istilah lain yang mirip dan bahkan hampir sama
seperti International Politics, World Affair,
Transnational Relations, maupun Global
Affair, menambah kerancuan definisi International
Relations. Sesungguhnya terdapat persamaan dan perbedaan di antara istilah-istilah
tersebut yang harus dianalisis lebih dalam lagi sehingga pemakaiannya tidak
membingungkan.
Istilah
Hubungan Internasional pertama kali muncul pada abad kedelapanbelas yang
memiliki arti hubungan antara negara-negara merdeka.[1]
Pada abad yang sama, tepatnya pada tahun 1780-an, istilah International yang termasuk dalam rangkaian frase International Relations digulirkan oleh
Jeremy Bentham dalam menunjukkan the rise
of nation-states and cross border transactions antara negara bangsa,
sebagai realitas yang mendalam.[2]
Dapat dikatakan bahwa International
Relations baru muncul saat wilayah-wilayah di berbagai belahan dunia secara
resmi menyatakan kemerdekaannya sebagai negara. Ketika dunia masih di bawah
pengaruh beberapa peradaban ataupun berbagai kepala kerajaan, hubungan antara
satu wilayah kekuasaan dengan yang lainnya belum disebut sebagai International Relations, sampai wilayah
tersebut secara resmi memiliki pemerintahan yang berdaulat atau menjadi negara
merdeka yang diakui.
Sesuai
dengan makna International Relations
yang telah dipaparkan di atas, maka masalah inti dari International Relations itu sendiri adalah hubungan antara
kelompok-kelompok politik yang merdeka, di mana adanya perbedaan mendasar
antara kelompok satu dengan yang lainnya yang juga saling terpisah, dan
kelompok tersebut yaitu negara yang merupakan pengorganisiran secara politik
sekelompok manusia dalam suatu wilayah yang dikuasainya tanpa ada ekspansi oleh
kelompok lain.[3] Ruang
lingkup International Relations yang
dibatasi pada negara-negara merdeka tentunya juga mencakup hubungan unsur-unsur
dalam negara tersebut seperti hubungan antar manusia di berbagai belahan dunia.
Hubungan
Internasional yang terjadi menunjukkan bagaimana hubungan antar negara akan
mempengaruhi kehidupan masyarakat di negara-negara tersebut sehari-hari.
Perhatian utama dalam Hubungan Internasional yaitu interaksi yang dilakukan
dalam lingkup internasional antara aktor-aktornya, yang menjelaskan dengan
siapa, di mana, dan bagaimana aktor berupa negara tersebut melakukan kebijakan
asing atau dalam kaitannya dengan negara lain.[4]
Alasan
munculnya Hubungan Internasional dikarenakan satu negara sama seperti satu
individu yang merupakan makhluk sosial sehingga tidak dapat hidup sendiri.
Suatu negara akan mempunyai kepentingan dengan negara-negara lain bahkan jika
negara itu tidak menginginkannya. Hal ini dapat dipahami karena semua manusia
hidup di dunia yang sama. Faktor lainnya seperti perbedaan wilayah antar
negara, juga mendukung terciptanya suatu Hubungan Internasional. Contoh
sederhananya adalah geografi fisik yang dimiliki suatu negara belum tentu akan
memenuhi semua kebutuhan negara tersebut, begitu juga dengan negara lain di
wilayah yang berbeda, maka masalah ini diatasi melalui perdagangan antar negara
atau disebut juga perdagangan internasional. Selain aspek ekonomi, hubungan
antar negara yang terjadi demi kepentingan nasionalnya juga mencakup dalam
banyak aspek, baik dalam bidang budaya, keamanan dan pertahanan, dan sosial.
Hubungan Internasional tidak hanya mencakup kerjasama yang positif saja, tetapi
termasuk juga hal-hal yang berkenaan dengan hukum seperti halnya bentrokan
hukum mengenai pajak internasional yang ruang lingkupnya tidak hanya satu pada
negara.[5]
Referensi
Duncan, W. Raymond, Barbara Jancar-Webster, &
Bob Switky. 2005. World Politics in the
21st Century. New York: Longman.
Jackson, Robert & Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Winarno, Budi. 2011. Isu-isu Global Kontemporer.
Yogyakarta: CAPS
Zain, Mohammad. 2008. Manajemen Perpajakan Edisi 3.
Jakarta: Salemba Empat.
[1] Robert Jackson & Georg
Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan
Internasional. Hal 3
[2] Budi Winarno. 2011. Isu-isu Global Kontemporer. Hal 15
[3] Robert Jackson & Georg
Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan
Internasional. Hal 14
[4] W. Raymond Duncan, Barbara
Jancar-Webster, & Bob Switky. 2005. World
Politics in the 21st Century. Hal 3
[5] Mohammad Zain. 2008. Manajemen Perpajakan Edisi 3. Hal 298
Tahap Melupakan
| di 21.29
... Dan ketika Dia membuka akun Twitternya, lagi-lagi Dia menemukan Laki-laki itu di sana. Kenapa Orang itu jadi sering online? Padahal dua tahun belakangan ini yang ada di akunnya hanya poster-poster promosi acara. Dia sadar bahwa intensitasnya di dunia maya makin bertambah, apalagi tugas-tugas yang mengharuskannya menggunakan internet semakin menjadi-jadi. Sekarang, dengan kehadiran Laki-laki itu di Twitter, Dia tidak bisa seenaknya memasang status-status 'sampah' lagi. Bukan hal mudah untuk sekedar unfoll Orang itu. Taktik dua kali unfriend di FB saja gagal di tengah jalan. Kenapa sulit sekali menjauhkan Laki-laki itu dari hati dan pikiran? Komunikasi via telepon genggam pun tiba-tiba muncul (walaupun hanya sekali), padahal nomornya sudah dihapus sejak beberapa bulan lalu-- dengan sangat menyesal Dia mengakui bahwa Dia hafal nomor Laki-laki itu. Masalah perasaan, tentu sudah sangat berkurang dibandingkan ketika masih tergil-gila dahulu. Seharusnya tidak boleh ada lagi. Bayangkan, jika Dia suatu saat nanti menikah dengan Laki-laki itu, maka orang-orang yang mengenal mereka berdua-- yang tahu bagaimana sejarah mereka, pasti akan sangat meremehkan. Apalagi Perempuan itu. Yang selalu menganggap dirinya lebih. Memang, jika mereka berjodoh dan mengatasnamakan cinta, mereka tidak akan mempermasalahkan 'apa kata orang'. Namun apa yang Dia pikirkan sekarang adalah masa depannya. Dia tidak mau masa lalu ini akan mengganggu seandainya Dia berjodoh dengan orang lain. Yang Dia inginkan adalah kejelasan. Walaupun the whole world mengatakan "jalani saja seperti apa adanya sekarang, biarkan semuanya mengalir", tetapi tetap saja hal-hal yang bersangkutan dengan Laki-laki itu sangat meresahkan. Hampir satu tahun merasakan kehampaan di hati, ternyata cukup melelahkan. Seperti melawan bayangan, melawan hal yang tidak benar-benar ada. Di samping itu, waktu tetap berjalan, tidak peduli apa yang akan terjadi dan apa yang akan Dia lakukan. Dan Dia masih tidak tahu harus bagaimana. 18/4/12
Lega
| di 12.03
Lega saat di hari yang hectic ini gue bisa curhat soal hati dan ditraktir makan.
Ga tau lagi mau cerita sama siapa, ga tau lagi mau melakukan apa.
Tausend Dank, Cil (WDKA) :)
Love you soo much! Nyesel deh tuh cowo yang udah mutusin cewe kayak lo (pinter, cantik, baik, kaya, calon dokter! Walaupun lola fufufu)Impian jangka pendek gue: bisa bawa gandengan calon suami ke nikahan anak axivic tahun depan. AAMIIN
Nothing is impossibru, right?
when gamer fallin' in love
| di 16.06
Waktu gue lagi menikmati website gila bernama 9gag, wild post suddenly appears:
Ini foto yang buat gue:
Vielen dank, KRM :)
for showed me precious thing, I really appreciate it..
Langganan:
Postingan (Atom)







