SIGNIFIKANSI WIKILEAKS SEBAGAI NON-STATE ACTOR DALAM POLITIK DUNIA
Sekian
banyak aktor negara dalam sistem internasional yang saling berhubungan dan mempengaruhi
satu sama lain, ternyata tidak membuktikan bahwa proses dari sistem yang ada
hanya terbentuk berdasarkan national
interest suatu negara. Dinamika hubungan internasional yang terus berkembang
secara dinamis menunjukkan bagaimana munculnya aktor-aktor selain negara yang
independen, memiliki kepentingan sendiri, dapat mempengaruhi politik dunia.
Salah satu kasus yang memperlihatkan peran non-state
actor secara signifikan dalam perkembangan hubungan internasional adalah
kasus publikasi dokumen-dokumen rahasia negara oleh sebuah situs bernama
WikiLeaks. Situs ini pertama kali terdaftar dengan alamat http://www.wikileaks.org/ pada tanggal 4 Oktober 2006 yang kemudian
menerbitkan dokumen perdananya dua bulan kemudian (Beckett & Ball, 2012).
Priyatna
(2011) dalam bukunya yang berjudul “Wikileaks:
Situs Paling Berbahaya di Dunia”, menyatakan bahwa kasus pembukaan rahasia
pertama yang dilakukan oleh Wikileaks, dengan Julian Assange sebagai tokoh
dibalik pendiriannya, adalah dokumen mengenai keputusan eksekusi para pejabat
pemerintah dari Pengadilan Islam Somalia. Setelah publikasi perdananya
tersebut, WikiLeaks terus menampilkan pemberitaan yang lebih besar dan heboh.
Dalam
situsnya saat ini, WikiLeaks menyatakan dirinya sebagai organisasi media
non-profit yang bertujuan untuk membawa berita dan informasi penting kepada
publik. WikiLeaks sebagai organisasi, berkembang dengan sangat cepat dalam
menampilkan berita dari sumber-sumber yang asli sehingga dapat terjamin
kebenarannya. Organisasi media ini mengandalkan jaringan dari sukarelawan di
seluruh dunia, dan terus bertahan menjalankan kegiatannya walaupun harus
menghadapi perlawanan hukum dan politik. Terilhami pasal 19 dari Universal Declaration of Human Rights yang
menyatakan bahwa setiap individu berhak menyampaikan opini dan berekspresi,
WikiLeaks berusaha untuk mengefektifkan penggunaan hak tersebut tanpa ada batas
yang mengekang. Walaupun terkesan sebagai media ilegal yang mengungkapkan
hal-hal buruk pemerintahan suatu negara, di sisi lain bisa jadi banyak pihak
yang diuntungkan—terutama masyarakat umum—dengan pemberitaan WikiLeaks yang
seharusnya hanya diketahui oleh segelintir orang (WikiLeaks.ch).
Belakangan,
WikiLeaks kembali hadir dengan kasus ancaman hukuman seumur hidup bagi tentara
Amerika Serikat bernama Bradley Manning, yang terbukti melakukan pembocoran
rahasia negaranya pada WikiLeaks. Tentara Amerika Serikat tersebut mengakui
bahwa pada tahun 2009 dan 2010, dirinya telah mengirimkan ratusan ribu
informasi diplomatik, laporan, dan catatan rahasia Departemen Luar Negeri
Amerika Serikat lainnya terkait dengan operasi mereka di Afghanistan dan Irak. Alasannya adalah
karena menurut Manning, perlakuan pasukan Amerika Serikat terhadap rakyat di
Afghanistan dan Irak dalam pelaksanaan perang membuatnya terganggu. Pembukaan
dokumen rahasia ini menurut pemerintah Amerika Serikat, menjadi ancaman bagi
kelangsungan hubungan diplomatik negara tersebut dengan pemerintah negara lain.
Selain itu, tentu saja kasus tersebut menarik perhatian publik dan memberikan
respon buruk terhadap sikap militer Amerika Serikat (Liputan6.com).
Signifikansi
peran WikiLeaks sebagai organisasi media internasional sangat nyata terlihat
dalam kasus-kasus yang muncul sejak organisasi ini pertama kali berdiri. Baik
secara langsung maupun tidak langsung, WikiLeaks memberikan pengaruh yang besar
terhadap hubungan antar negara dan politik dunia yang terus berjalan. Terbukti,
apabila aktor non-negara tersebut terus melakukan pemberitaan atas dokumen
rahasia suatu negara, maka hal ini akan berpengaruh dalam penerapan sistem
politik yang diambil, seperti kasus Amerika Serikat dalam perang di Timur
Tengah yang telah disebutkan. Amerika Serikat mau tidak mau harus memperbaiki
citra tentara militer dan hubungan diplomatik negaranya dengan negara
bersangkutan. Keberadaan WikiLeaks, dapat menjadi suatu perhatian bagi aktor
internasional—negara atau non-negara—untuk lebih berhati-hati dalam mengambil
kebijakan, terutama apabila berhubungan dengan politik antarnegara, di mana
tidak hanya menyangkut kepentingan satu negara tetapi juga kepentingan negara
lain.
Referensi:
Beckett, Charlie & James Ball (2012) Wikileaks: News in the Networked Era.
USA: Polity Press.
Gunawan, Rizki (2013) “Pembocor
Rahasia AS ke WikiLeaks Terancam Bui Seumur Hidup”, Liputan6.com.
[http://news.liputan6.com/read/524514/pembocor-rahasia-as-ke-wikileaks-terancam-bui-seumur-hidup]
(5 Maret 2013)
Priyatna, Haris (2011) Wikileaks: Situs Paling Berbahaya di Dunia. Bandung: Mizan.
WikiLeaks.ch [http://www.wikileaks.ch/About.html] (5 Maret 2013)






0 komentar:
Posting Komentar