♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

speechless

Entah apa yang mau gue tulis, tapi gue pengen nulis. Sekarang. Saat ini.
15 menit lagi harusnya gue udah masuk kelas dan dengerin dosen agama ngajar, tapi nyatanya gue masih di sini. Duduk. Ngetik. Diam.

Seperti yang udah pernah gue ceritain sebelumnya kalo hobi gue belakangan ini adalah surfing di internet. Dan barusan gue melakukannya. Dan gue menemui sebuah fakta. Hal yang bikin gue speechless dan jadi pengen nulis. Rasanya pengen teriak sendiri OOOOOH MAAAAAN! Seledri-Pisang.

Ga tau mau gimana tapi tiba-tiba gue ngerasa simpati. Padahal tulisan yang abis gue baca cuma tulisan biasa, curhatan. Tapi ternyata waktu mengubah segalanya. Rasanya gue ga mau kepo-kepo lagi. Bukan nyesel baca tulisan tadi, tapi gue ga mau jadi simpatisan mendadak. Lah masa gue nangis-nangis-kejer sendiri baca curhatan orang yang dia aja ga tau kalo gue nangisin tulisan dia. Lagian gue ga sampe nangis koook, take it easy.

Hal lain yang bikin gue ga mau kepo lagi adalah karena gue sulit menerima kenyataan. Biarin aja gue ga tau daripada sakit hati sendiri. Kalo emang suatu saat gue harus tau ya ngga dengan cara kepo ini. Ga mau lagi repot-repot surfing sana surfing sini cuma untuk dapet kenyataan yang menyakitkan.

Tapi gue tetep memegang prinsip bahwa hobi surfing gue ini ada manfaatnya dan sama sekali ga melanggar privasi orang lain. Orang-orang yang gue kepo-in tentunya sadar kalo mereka udah post macem-macem di internet berarti konsekuensi tulisan mereka dibaca orang lain. Sama kayak sekarang gue nulis gini. Setelah gue post tulisan ini, pasti orang yang mau kepo-in gue (ada gitu?) bisa baca sesuka hati. Dan kalo emang ada yang ngerasa........... Ayo comment kalo berani!!!!! fufufu sekalian doain gue yak, lagi minggu UAS nih


salam 'apa sih gue'!
zip
*ngabur ke kampus
---hujan
*ga jadi, tidur

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

ME-bags

Rucksack Niemals Sterben
Backpack Never Die

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

ME-books

Ich Liebe Lesen und Schreiben
I Love Reading and Writing

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

hobi akhir-akhir ini

الْحَمْـدُ للهِ الَّذي أَطْعَمَنـي وَسَقَانَا وَجَعَلْنَا مُسْلِمِينَ
"Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja'alanaa muslimiin"


Kenapa gue post doa ini? Karena rasa syukur gue atas nikmat makan yang telah Allah SWT berikan hari ini. Barusan gue baru aja abis makan sama Acil di bale 1 cafe, yang di samping fisip. Lucunya menu makanan yang kita pesen bertema lebaran. Ayu pesen opor ayam lontong dan gue pesen sate lontong. Ayu: Idul Fitri banget, gue: Idul Adha banget.

Sebenernya bukan itu yang pengen gue ceritain, tapi salah satu hal yang gue dan Ayu tadi perbincangkan (red: gosip) selama makan. Ayu cerita tentang temennya (cowo) yang dilarang orangtuanya pacaran dengan cewe berjilbab. Ya ya ya gue tau, this is my second post about the hijab thing. Kembali ke cerita si Acil, orangtua temennya itu beralasan bahwa perempuan yang akan jadi menantunya harus pake jilbab setelah nikah dengan anaknya. Gampangnya gini, si temennya Ayu harus nikah sama cewe non hijab, setelah mereka nikah barulah si cewe non hijab yang udah jadi istrinya itu harus pake jilbab. It is weird, isn't it?

Kenapa juga baru boleh berjilbab setelah menikah? Kenapa juga si orangtua mau anaknya nikah sama permen tanpa bungkus padahal ada permen yang terbungkus rapi? (Dicerita tadi, temennya Ayu lagi deket sama cewe berjilbab, tapi malah dilarang). Duh, maaf banget soal kata-kata permen tanpa bungkus, itu cuma perumpamaan, soalnya kebawa emosi juga denger cerita itu.

Apa hubungannya dengan hobi gue akhir-akhir ini? Hobi gue belakangan ini adalah surfing. Bukan di laut, tapi di internet. Gue lagi suka meluncur dari satu account ke account lain dan dari satu blog ke blog lain. Awalnya emang cuma kepo, cuma ke orang-orang tertentu aja. Tapi ternyata dari hobi itu gue banyak nemuin pelajaran-pelajaran berharga. Gue bisa baca tulisan-tulisan orang lain yang bikin hidup gue lebih berwarna, bikin gue sadar kalo kehidupan orang itu sangat beragam, dan dari situ gue bisa ambil hikmahnya.

Salah satu tulisan yang gue temui adalah tulisan mengenai seorang perempuan yang memutuskan untuk memakai jilbab. Bagaimana pertimbangan dan konsekuensinnya untuk berhijab. Ternyata gue menemukan tulisan yang hampir sama di blog lain, dan yang ini lebih dekat dengan lingkungan gue. Setelah baca tulisan-tulisan itu, gue jadi tergerak untuk peduli. Selama ini gue terlalu cuek untuk menanggapi hal-hal seperti itu. 

Ada foto yang ditag ke account fb guru sejarah gue, dan foto itu bikin gue menemukan fakta lain tentang jilbab zaman sekarang. Di balik model jilbab yang sedang jadi trend saat ini dan dibangga-banggakan orang yang memakainya, it makes akhwat look like nun. Beberapa hari yang lalu, ada dosen gue yang pake jilbab model begitu, dan itu bikin gue yang liat jadi berpikir dan berpikir. Haruskah gue bangga karena jilbab sedang jadi trend/mode? Ataukah gue harus sedih karena model jilbab yang mengikuti kaum (agama) lain?

Waktu minggu kemaren gue pulang ke rumah, nyokap bilang baju gue makin ga beres. Udah bukan style IC lagi lah. Gue sadar bahwa harusnya gue bisa lebih baik, bahkan membawa orang lain di lingkungan gue juga jadi lebih baik. Jadi dengan kesadaran dan banyaknya pelajaran yang gue dapet, kapan gue akan mulai perubahan?

It must be NOW




gue,
dengan segala usaha gue
BISMILLAH

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

the real me

this is real, this is me...(i think)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

such thing in GBA pokemon

even worse if the pokemon is dying, there is no pokemon center, and can't return to the previous way.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

not as easy as you think

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

the big question ever

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

d*mn it's true!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

someday, i will say..

'That's right, just look at me now. The days of you tormenting me are over", Mairunovich

http://al-fahad515.deviantart.com/art/Walking-alone-137374460

the grey effort

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

i hope

'It would be nice to be able to be with you like this and laugh together', L♥DK

it is better not tell you my feeling, i don't want crush our friendship

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

ended

'Liking someone is supposed to be a happier feeling' , L-DK


but in the end?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

this writing thing again

entah yaa, belakangan ini sering banyak pikiran yang ingin dituangkan lewat tulisan
soalnya sekian lama ga pernah nulis manual di buku ct lagi sih
rasanya tangan gateeel banget pengen menumpahkan segala isi hati dan pikiran

postingan terakhir kayaknya ngebosenin gara-gara ga ada gambarnya, sekarang sambil menutupi ke galau-gundah-gulanaan gue, gue mau posting foto-foto aaah

foto-foto ini gue ambil dari mobil selama perjalanan pulang dari nangor pas lebaran kurban kemarin, terlihat sangat iseng dan amateur, yah itung-itung nemenin bokap nyupir biar ga ngantuk (baik kan niatnya? fufu)

di dalam terowongan jalan tol


sapi yang gue duga sekarang udah disembelih, matanya ga nahaaan


langit pagi yang mendung


jalan tol yang padat lancar dengan langit mendung


kereta yang kebetulan lewat di samping jalan tol


see ya cowy!


dibuang sayang


hobi foto-foto abstrak gue rasanya mulai berkembang lagi sekarang, ini sebagian hasil lainnya

coba tebak ada apa di ujung jalan sana?


bukaaan, bukan mobil kambing suzuki ini yang ada di ujung jalan tadi


orang-orang aja pada ribut ngeliat sesuatu diujung jalan, muka mama juga panik tuh


perhatian orang-orang yang sedang sibuk menyembelih kambing aja sampai teralihkan oleh sesuatu itu


eh yang ini engga deng, tetep serius potong-memotong


ceritanya ini penyembelihan kambing kurban di komplek rumah gue, lumayan rame laah


ooh itu dia!!! perhatikan baik-baik sesuatu di ujung jalan sana dan anda akan menemukan jawabannya

mari gue zoom

terlihat di balik dedaunan ada sesosok sapi putih

ceritanya, si sapi itu baru diturunin dari mobil bak, mau disembelih buat kurban di komplek gue.. tapi lah ya kok tiba-tiba dia lari dan ngejar anak perempuan yang entah gimana nasibnya.
tuh sapi sampe gue pulang ke rumah masih ga mau juga diajak akur, entahlah gimana kelanjutan ceritanya. mati jadi sapi kurban atau tetap hidup jadi sapi putih dekil

lumayaaan, hiburan di hari lebaran kurban, daripada mikirin masalah kuliah fufufu
kalo udah di rumah mah mikirin caranya menikmati hidup ajaa

next time nulis sesuatu yang berbobot dikit deh

si tukang galau-gundah-gulana,

zip

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ich und mein Schleier

huuuuhaaaa
gue ngepost ini di tengah gundah-gulana setelah pertemuan mentoring agama di kampus tadi
well, ga terlalu galau banget juga sih.. cuma jadi kepikiran aja
walaupun niatnya sekarang mau ngerjain tugas ekonomi, tapi kok ya hal ini mengganggu otak

Let's start the story with my background
First of all, gue bukan berasal dari keluarga dengan tingkat ke-alim-an yang tinggi, entah keluarga ustadz atau pemuka agama Islam lain (ex:ulama, haji, dsb). Keluarga gue alim, tanpa embel-embel apapun.
Gue diajarin Islam dari kecil, bahkan mulai belajar shalat dari umur 3 tahun (kata nyokap sih, gue ga inget). Belajar ngaji juga, tamat SD udah berapa kali khatam tuh (sumpah ya, ini bukan niat pamer atau sombong). Tapi untuk masalah hijab-menghijab aurat kok ya longgaaar

Mulai diwajibin pake kerudung tuh pas kelas 5 SD, secaraa SD gue bergenre sekolah Islam. Itu juga pakenya pas di kelas doang, kalo udah pulang sekolah ya lepas. Jaman-jaman SMP, sekalipun gue sekolah dengan title Madrasah, sama aja kelakuannya kayak jaman SD. Malah karena sekolah gue jauh (14 km dari rumah), pergaulan gue makin ga terkontrol. Se-gakterkontrolnya gue, gue tetep tergolong anak alim di kelas unggulan kok (bisa gitu ya?). Walaupun di akhir-akhir jaman SMP nama gue terkenal (red:tercemar) karena pacaran sama biang preman SMP gue (wesss)

Nah, karena bokap-nyokap (gue, bukan bonyok orang lain) khawatir dengan kelabilan gue di masa SMP, jadilah gue berusaha di-alim-kan. Salah satu caranya dengan memasukkan gue ke Insan Cendekia--Islamic-Boarding School (bukan pesantren, ingeet!!). Perlu digarisbawahi boarding school. Gue yang lagi liar-liarnya mau dikurung atas nama kebaikan. Dan memang udah takdir gue masuk sekolah itu, sekalipun pas tes masuk gue ga belajar dan ngisinya ga niat (sorry buat yang pengen masuk IC tapi malah ga diterima, takdir Allah sangat adil)

Di IC lah semua komitmen-komitmen agama yang gue buat dimulai. Awalnya cuma sebatas kewajiban, memenuhi budaya di IC, tapi lah memang seharusnya umat Islam kayak gituuu #abstrak
Lupain deh masalah liar dan labilnnya masa-masa SMP, di IC tuh susah banget berkutik, terutama buat yang perempuan. Yang namanya jaga aurat harus bener-bener. Jilbab nerawang, kena tegur. Jilbab kependekan, kenaaa. Baju kependekan, kenaaa. Celana keketatan, kenaaa. Kena-kena-dan kena. Berapa kali ya gue kena tegur?
Dan yang bikin gue malu adalah waktu kena tegur gara-gara pasang profpic tanpa jilbab di FB. Maaaan! Jaman gue masuk SMA kan FB belum sengetren sekarang @$#%$@! Mana gue tau yak kalo ada kaka kelas yang ngepoin FB gue grrrr buka FB aja sekali, pas sign up doang, dan itu waktu belum masuk IC kan kan kan

Abaikan aturan-aturan islami lain yang dibudayakan di IC selain menutup aurat bagi perempuan. Topik postingan gue kali ini khusus masalah hijab aja. Jadilah gue anak IC yang terlihat alim. Pelan-pelan membiasakan pake jilbab yang rapi. Ga nerawang, ga pendek, nutupin dada. Di awal-awal gue punya motivator yang sering mengingatkan, misalnya 'ziy, kerudungnya kependekan' atau 'ziy, bagus gitu loh kerudung panjang dan pake rok'. Mengesampingkan sang motivator, naik kelas 2 SMA gue mulai menyempurnakan hijab. Coba-coba pake kaos kaki. Ya, tanpa disadari, kaki juga adalah aurat perempuan kan? Tapi masih banyak banget perempuan berjilbab yang belum menutup aurat kakinya. Bahkan di IC pun peraturan hijab kaki itu tidak ketat.

Dari sekian panjang background gue di atas, intinya mah gue dengan segala kekurangan dan kelebihan gue, dengan segala pengaruh lingkungan, situasi, dan kondisi, memutuskan untuk berjilbab. Ga lagi sekedar kewajiban di sekolah aja, tapi di luar sekolah juga. Mungkin keputusan ini awalnya memang karena kewajiban dan aturan sekolah, tapi inilah jalan gue untuk lebih dekat dengan Allah. Toh bukan karena terpaksa banget, lagian kalo diajak berbuat kebaikan siapa sih orang waras yang ga mau?

Pelan-pelan gue belajar melindungi diri sendiri dengan berjilbab. Walaupun kadang berat dan masih suka bolong-bolong. Misalnya kalo ke teras rumah ga pake jilbab, atau kalo ketemu keluarga yang bukan muhrim juga ga pake. Kaos kaki pun suka dilepas dalam situasi tertentu di tempat umum.

Masuk keinti masalah kegundahgulanaan gue malam ini, gue berada di luar IC sekarang. Mempertahankan ternyata lebih sulit daripada memulai. Dunia di dalam IC adalah dunia buatan, di mana lingkungannya dibuat sedemikian rupa untuk membentuk orang di dalamnya menjadi islami. Kenyataannya adalah dunia luar ini sangat amat berbeda dengan kehidupan di IC. Godaannyaaaaa bejibun-jibun (gue suka banget kata 'bejIbun' ini haha #random)

Pas mentoring agama Islam tadi dibahas mengenai pergaulan, nyerempet-nyerempet jadi soal pakaian muslimah yang seharusnya. Dulu di IC, mulai angkatan gue diberlakukan larangan memakai celana jeans, karena ngetat dan membentuk. Sekarang tiap hari gue kuliah pake celana jeans. Pokoknya bayangin aja style gue kuliah: jilbab, kemeja, jeans, kaos kaki, sepatu. Ga semuslimah di IC lah. Kenapa? Karena gue merasa lebih nyaman. Dibanding pake rok terus, mau jadi apa orang yang ga bisa diem kayak gue? Dulu aja rok seragam abu-abu pada lepas jaitan spannya.

Ya. Ya, gue merasa sangat mengalami penurunan setelah keluar dari IC. Dan parahnya di luar ga ada yang bisa negur gue sebebas waktu di IC dulu. Itu masalahnya. Kontrol diri. Sampai saat ini gue tetap mempertahankan jilbab gue, kaos kaki gue. Tapi gue belum bisa menghindari pakaian yang nyaman gue pake saat ini. Bukan berarti baju kurung panjang plus rok atau gamis ga bikin gue nyaman, tapi gue lebih nyaman dengan kemeja atau kaos dan celana gue. Bikin galau kan kan kan?

Di satu sisi gue pengen mempertahankan bahkan memperbaiki diri, di sisi lain gue pengen ngerasa senyaman mungkin. Ditambah lagi situasi dan kondisi yang seperti ini. Haaaaah
Mentoring agama selalu mengingatkan gue pada indahnya kehidupan beragama di IC...


HAAAAH
lega juga setelah nulis uneg-uneg yang jadi beban pikiran
postingan ini akan gue tutup dengan doa syukur nikmat

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ

وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ


وَأَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْإِنِّيْ تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ


"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni`mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"



selamat memulai bagi yang belum dan selamat bertahan bagi yang sudah,
si orang yang bertahan
zip

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments