♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Teori Bungee Jump

Akhirnya mengeluarkan teori lagi!
Kali ini masih teori tentang perasaan. Pernah bermain bungee jump? Saya sendiri belum pernah. Sangat ingin, tapi baru hanya bisa melihat di layar kaca. Untuk yang tidak tahu permainan ini, bungee jump adalah permainan ekstrem yang mana sang pemain harus melompat dari ketinggian. Ya, begitu saja. Cukup mendengarnya sudah memicu adrenalin.

Teorinya begini: suatu ketika anda akan naik ke atas, ke tempat yang sangat tinggi, dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari sana. Namun di ketinggian itu ada saat di mana anda harus turun--sukarela ataupun terpaksa--jatuh ke bawah. Saat bermain bungee jump, ketika jatuh maka anda tidak langsung menyentuh tanah, tapi akan terpental lagi ke atas, tidak lama dan tidak terlalu tinggi, kemudian baru benar-benar berada di bawah.
Sama seperti halnya anda menyukai seseorang dan orang tersebut merespon dengan baik, memberikan anda harapan yang sangat tinggi. Tapi suatu saat anda (dapat) jatuh dari harapan itu dengan alasan apapun. Kemudian ketika anda terjatuh, orang itu tidak serta merta melepaskan anda. Dia memberikan harapan kembali, seperti bungee jump yang menarik anda ke atas sebentar, hanya sementara, kemudian pada akhirnya anda terjatuh ke bawah lagi. Orang tersebut biasa disebut dengan: pemberi harapan palsu.
Teori ini terinspirasi dari kehidupan percintaan beberapa orang teman di sekitar saya, dan efek menonton adegan-adegan bungee jump yang menantang.

Jadi, masih ingin bermain bungee jump dengan hati?



Teori-teori saya sebelumnya dapat dilihat di label Theory atau pada link berikut:
Teori Cinta - Teori Pertemanan - Teori Sayang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

SHT

That moment when your mom didn't like your (ex) crush

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

FAQs

Apa kabar?
Pertanyaan yg ga pernah bisa dijawab "baik". Begitulah, yang penting masih bisa bersyukur.

Udah semester berapa sekarang?
7 menuju 8, insya Allah tinggal skripsian aja.

Skripsi tentang apa?
Kerjasama bilateral Indonesia-Jerman dalam bidang perdagangan jasa melalui perusahaan multinasional

Kapan lulus?
Semoga Agustus wisuda. paling lambat November 2015.

Abis lulus mau ngapain?
Banyak banget. Lanjut S2, bisnis, kerja. Tergantung dikasih kesempatan yg mana duluan sama Allah.

Kalo kerja mau di mana? Lanjut S2 di mana?
Ada beberapa tempat yg menarik perhatian, both organizations and companies. Government? I'm not sure yet, maybe later. Cita-cita gantiin bu Airin sih sebenernya ;) Jerman banget buat magister, semoga dikabulkan.

Rencana nikah kapan?
As always: secepatnya kalo udah ada yg ngelamar, suka, dan disetujui orang tua. Idealnya target 23 tahun, tapi kalo diizinkannya sama Allah di atas 25 it isn't problem.

Lagi suka sama orang? Ada bayangan mau nikah sama siapa?
I would say, not anymore. Sedang tidak suka siapapun dan sedang sulit suka siapapun. Cuma bisa minta yg terbaik dari Nya, dan terus memperbaiki diri.

Suka sama cowok kayak gimana?
Dewasa, pinter, perhatian, jujur. Sholeh nomer 1.

Mau tinggal di mana setelah kuliah?
Of course my lovely home. Satu-satunya tempat kembali setelah 7 tahun selalu hanya jadi tempat persinggahan sejak pertama pindah. Belum ada bayangan tinggal di luar tangsel except Hamburg hoho. Sempet kepikiran pengen tinggal di Malang sih. Pada akhirnya, liat nanti suami membawa kemana :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Cerita Tentang Bintang

Saat itu malam, langit gelap hitam pekat. Aku berlari menuju bukit, di mana terhampar padang luas. Sedikit aku henti dan berjalan, kemudian berlanjut lari. Hampir kehabisan nafas hingga aku melihat sepercik cahaya, berkelip. Bintang! Sebentar lagi sampai menginjakan rumput. Satu, dua, ah lebih dari setahun lamanya menuju bukit itu. Terpikir untuk menyerah, mungkin aku salah, mungkin itu bukan bintang dan mungkin padang itu tidak pernah ada di atas bukit. Hingga di bulan ke lima belas aku merasakan tanah lembut di kakiku, lengkap dengan rerumputan. Aku sampai! Bukan khayalan lagi. Ketika aku ingin menyerah dan kembali turun, ternyata bintang itu yang menarikku semakin menuju bukit. Cahaya gemilau itu bukan khayalan, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Sau, dua, ah ratusan. Indah, sangat indah. Menatap ke atas hingga aku lupa pulang. Aku tidak ingin matahari muncul. Aku tidak ingin pagi datang. Aku tidak ingin siang menyinari dunia. Aku ingin malam! Aku lupa bahwa bumi hidup dari satu cahaya. Terpukau dengan keindahan kemilau, kerlap-kerlip bintang malam. Dan awan pun datang. Ia datang dan menangis! Menutupi bintangku. Aku kehilangan arah. Jangan! Aku berteriak. Jangan tinggal kan aku bintang! Aku sendiri di padang gelap, hitam, pekat, bersama awan yang menangis. Aku berteriak lebih kencang. Kau yang menarikku ke sini! Kau yang ingin aku melihatmu, mengagumi keindahan cahaya berkilaumu, lalu kenapa kau meninggalkanku? 

Bintang berkata, “kau butuh matahari, aku butuh matahari, untuk itu awan datang.” Aku tidak terima. Aku memang butuh matahari, tapi aku mencintaimu bintang, aku tau siapa yang bisa membuatku lebih baik, kau yang paling tau siapa aku. Denganmu bintang, aku bisa bercerita apapun tentang bumi. Terus argumen-argumen kuberikan. Tapi bintang menghilang, meninggalkanku dengan tangisan hujan. Aku tidak menyerah, aku tau jika matahari menakdirkan bintang untukku, dia akan kembali, malam akan datang. Aku akan menunggu. Matahari terbit, tidak, dia selalu ada bersamaku, hanya aku yang melupakannya. Matahari marah aku mengabaikannya, padahal ia yang membawa pagi dan siang untukku hidup, dia adalah bintang terbesar. Satu, tidak banyak seperti bintang malam, tapi cahayanya paling kuat dibandingkan seribu bintang. Aku bercerita pada matahari, aku meminta maaf, aku percaya padanya. 

Matahari berbisik, “dia tidak pergi, bintang selalu ada di balik awan, menunggu cahayanya yang paling memukau untuk menerangimu. Jangan khawatir ketika dia selalu bersamaku. Lihatlah ke bawah bukit, kau harus membuka mata melihat keindahan cahaya bintang bawah yang tak kalah indah, sambil terus berlari dan percaya kepadaku. Aku selalu memberikan yang terbaik untukmu, selamanya.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dua Tahun Kemudian

Aku ingin berteriak, marah, menangis, kecewa. Kepada Engkau wahai Maha Pembolak-balik Hati. Kepercayaanku kepada-Mu pudar, keadilan-Mu tak juga kurasakan. Aku tahu semua jawaban atas segala ini, Kau cemburu, Kau marah, Kau kecewa padaku. Komitmen ketaatan kepada-Mu telah kulanggar jauh, sangat jauh, dan Kau tidak terima itu. Lalu mengapa Kau berikan perasaan ini?? Di saat tertinggiku menjaga hati. Padahal aku hanya ingin dengan-Mu, dekat dan lebih dekat lagi. Untuk apa Kau ciptakan rasa ini? Kau susun rencana takdir itu dengan sempurna hingga aku terjatuh. Sakit! Lebih sakit untuk yang kedua kalinya. Aku tidak belajar dari masa lalu. Ternyata perasaan kuat yang Kau berikan ini juga tidak berbalas, lagi. Ruangan yang sedang kubangun harus diulang dari awal. Semuanya hancur berantakan. Bahkan aku tidak tahu apakah dapat menerima perasaan itu kembali jika Kau berikan. Tak bisakah aku setia kepada-Mu? Sudah lelah dengan makhluk-Mu yang terus Kau datangkan untuk mengujiku. Kali ini aku hanya ingin bangkit, memantaskan diri untuk-Mu. Tidak ada yang boleh menyuruhku untuk membuka hati lagi. Kuserahkan pada-Mu, hanya untuk yang terakhir bagiku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Hanya

Mungkin, saya hanya ingin dipertahankan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pertama

Sudah lama tidak menulis tentang kamu, mungkin sudah dua tahun yang lalu? Sejak aku mulai bisa jatuh hati ke sosok lain. Terima kasih telah memberikan banyak pelajaran: belajar mencintai, belajar dibohongi, belajar ditinggalkan, dan terutama belajar kedewasaan. Walaupun aku bilang tidak akan pernah mau menghubungi lagi, nyatanya sampai saat ini ikatan silaturahim itu belum putus. Kadang aku mendengar suaramu via telfon dan tampak sangat baik. Sama seperti dulu dan tidak akan pernah berubah, semoga kamu bahagia selalu. Sepertinya aku sudah siap melihatmu duduk bersanding dengan orang lain pada akhirnya, karena aku berhasil menemukan orang selainmu yang aku ingin selalu berada di sampingnya nanti. Malam, (Ko)dok.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

First Kiss Fairy Tale

Seperti apa ciuman pertama impianmu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

The Drama Said What I Feel








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ummu Jaabir

Di tengah sikap dan perilaku gue yang semakin aneh bin nyebelin akhir-akhir ini, gue berkesempatan ngobrol banyak sama soulmate gue via bbm. Kalo udah ngobrol sama ibu-ibu begini pasti ujung-ujungnya ditanyain soal nikah. Huft... mate gue yang satu itu yah emang, ngangenin :")
Yah pokoknya dia bilang ke gue cepetan nikah biar ga galau mulu. Terus muncul lah pertanyaan "emang udah ada calonnya soul?", setelah itu gue jadi curhat panjang lebar tentang orang yang gue suka. And then......."udah jadian belum?" kata si mate. Gue ga pernah bisa bohong kayaknya sama soulmate gue sendiri, ya gue jelaskan lah begini begitu. Pas ditanya "tapi tetep komunikasi kan?" rasanya gue pengen nangis! Kalo gue curhat tatap muka sama dia pasti udah bercucuran deh. Pada akhirnya gue dikasih doa-doa dan nasihat-nasihat dari ibu muda ini.

Kalo emang dia yang terbaik buat lo, mudah-mudahan dideketin dan dimudahin ya jalannya *hug* tapi sebenernya sih kalo nikah itu jangan sama yang seumuran, cause pernikahan itu beda sama pacaran. Kita membutuhkan sosok imam, tentunya yang lebih dewasa kan dari kita. Tapi umur ga menentukan kedewasaan seseorang sih. Lo yang lebih tau dia seperti apa. Gua di sini cuma bisa bantu doa aja. Dengan siapapun lo nikah nanti, semoga lo bahagia dunia akhirat sama imam lo itu :)

Gua pernah baca katanya kebanyakan cewek itu lebih dewasa 4 tahun dari cowok seusianya. Jadi untuk mengimbanginya, kita lebih baik nikah sama cowok yang umurnya minimal 4 tahun di atas kita. Dan berdasarkan pengalaman gua yang udah nikah dan dulu juga pernah pacaran lama, emang bener-bener beda loh nikah sama pacaran itu. Tapi soul, ini cuma nasehat dari gua, gua ga mau kalo lo sampe salah pilih. Gua cuma pengen lo dapet yang terbaik dan bahagia aja kok *hug* iya soul, jangan asal terima aja, harus lewat proses yang panjang yang sesuai syariat islam :)

Gimana ga cinta sama soulmate gue sendiri! Gue berdoa semoga bulan depan dia lahiran dengan lancar, dapet baby cantik yang sehat dan solehah, jadi ibu yang baik buat Jaabir (yang udah bisa jalan :')) dan istri yang baik juga. Semoga Allah masih ngasih gue kesempatan buat ketemu soulmate gue itu dan malaikat-malaikat kecilnya secepatnya, insya Allah, aamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Edisi Kangen Afe

We can do it!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Bahagia

Gue sakit. Kalo sakit jiwa sih emang dari dulu, tapi yang ini sakit fisik, truly physically. Terus kalo sakit, kenapa judul postingannya "Bahagia"? Kenapa ga keliatan sakit? Kenapa masih bisa beraktivitas normal? Sakit apa? Seringnya yang kita lihat itu ga selalu benar, ga bisa dilihat mentah-mentah. Di sini gue pengen menunjukkan betapa penting bahagia, khususnya bagi gue. 

Sejak beberapa bulan lalu, I'm in my lowest stage. Let's throw back: mengurung diri 3 hari di kamar, mecahin 2 piring, 1 gelas, 1 kaca pintu--using my own forehead--, nangis-nangis bombay, marah-marah ga jelas, jealous, leave group Axiline, and some more. Sementara itu masih banyak tanggung jawab yang harus gue emban, jadi kadep, humas, admin, and of course a (last year) college student. Mungkin bagi sebagian orang, alasan yang mendasari kejatuhan gue sangatlah sepele dan sekitar gue pun rasanya bilang "ngapain sih lo begini, zi, tinggal move on juga." Oh my...... It's not that simple. Ada rasa trauma, terutama ketika pada awalnya lo telah berusaha menahan diri dan berbuat baik meskipun sakit, tapi pada akhirnya semua orang malah memandang lo jelek, murahan.

So, setelah 3 bulan lebih berada di dasar yang sama, tiba-tiba gue sakit fisik. Sakit yang ga bisa ditahan dan membuat gue lari ke apotek sebrang kostan buat menegak obat, bukannya ke kampus masuk kelas. Sakit yang ga cuma bisa terlihat tapi juga bisa menjatuhkan mental gue, apalagi kalo terus berlangsung dan makin parah. Sakit apa sih ini tuh? Gue juga ga tau. Dua hari gue menahan sampe weekend kemarin gue pulang dan ke dokter. Hal pertama yang ditanyakan dokter setelah melihat kondisi gue adalah: "Kamu lagi stres ya? Ini gara-gara kecapean juga. Namanya Pityriasis, kena virus. Jangan makan blablabla." Duh nama sakitnya susah sampe gue harus searching, semoga bener namanya itu.

Ah ya, ternyata gue emang harus bahagia. Biar ga usah sakit-sakit yang bikin gue harus diterapi laser, minum obat, antioksidan, pake salep dan sabun khusus. Ah ya, ternyata gue emang harus banyak istirahat. Biar ga usah kambuh-kambuh lagi sakitnya dan bikin badan gue terlihat buruk. Betapa pentingnya bahagia, makanya gue mau banyak senang, menikmati setiap masalah, mensyukuri apa yang ada. Meskipun, meski mungkin hati gue masih berada di tempat yang sama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Panggilan"

Bismillah... Jurnal Syawal edisi terakhir 1435 H nih guys :)
Terima kasih kepada semua pembaca setia jurnal-jurnal saya, semoga bermanfaat ya! Nantikan jurnal edisi berikutnya ;)

Panggilan. Siapa yg tidak pernah mendapatkannya? Siapa yg tidak pernah menunggunya? Apalagi kalau panggilan dari cemceman kita *blushing*, ngga ketang, panggilan dari pihak sponsor atau HRD perusahaan yg membawa berita baik misalnya, atau bahkan "sekedar" panggilan dari orang tua yg menanyakan kabar. Saya sering tidak menjawab panggilan telfon dari nomer-nomer tanpa nama di handphone karena beberapa kali saya terjebak dengan panggilan-panggilan kurang penting, seperti dari provider kartu telfon atau penawaran kartu kredit. Jadi untuk orang luar yg berkepentingan dengan saya sebaiknya kirim pesan dulu ya. Teruuus, apa pentingnya sih membahas panggilan? Panggilan yg saya maksud bukan sekedar panggilan biasa loh, meeen--and women--tapi panggilan paling krusial dalam hidup manusia. Apa hayooo? Exactly! Panggilan-Nya. Mungkin setiap orang bisa berbeda-beda mengartikan sebuah panggilan, tapi panggilan yg dibahas di sini adalah dalam konteks rukun iman yang keenam. Masih ingat kan? Menunaikan ibadah haji bila mampu, darl, jangan pikunan kayak saya dong ;p


Aamiin!
Iya, jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya bercakap-cakap di tengah perjalanan jauh dengan teman-teman saya. Kebetulan ada seorang teman yg insya Allah awal tahun depan akan umrah ke Mekah setelah beberapa kali tertunda (doakan saya menyusul di tahun berikutnya ya aamiin), kemudian teman saya yg lain menanggapi, katanya pergi ke kiblat umat muslim tersebut adalah suatu panggilan. Jika belum saatnya, maka berarti kamu belum dipanggil oleh-Nya. Saat dipanggil, maka berarti kamu harus memasrahkan diri akan panggilan Allah. Oleh sebab itu, cerita teman saya (sebut saja namanya Vini hihi), sebelum berangkat ke Tanah Suci baik beribadah haji maupun umrah, biasanya umat Islam mengadakan acara selamatan yg bertujuan untuk "mengantarkan" dan mendoakan sang penunai ibadah kepada Allah dalam memenuhi panggilan-Nya. Mereka bertawakal (memasrahkan diri) apapun yg akan terjadi di sana saat bertatapan langsung dengan Ka'bah. Apakah mereka akan kembali kepada Sang Pencipta, ataukah ditakdirkan masih harus menempuh di alam sementara ini (read: world).

Tanpa disadari, sebagai umat Islam kita sangat sering mendapat panggilan, lima kali sehari. Adzan. Panggilan yg mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanyalah mampir sebentar, panggilan untuk mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan menunaikan kewajiban manusia untuk berdoa dan bersyukur dengan shalat. Intropeksi diri bagi kita semua untuk tidak menunda-nunda dalam memenuhi panggilan shalat sebelum benar-benar dipanggil untuk kembali ke sisi-Nya, masya Allah :") sangat sulit memang. Friends, in your opinion, what kind of call that you have to answer? Why?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Peta Hidup"

HUAAA Assalamu'alaikum!
Ga kerasa sudah di penghujung Syawal tahun ini, gimana puasa Syawal kalian? Semoga udah lengkap ya :)

Great people, sudahkah merencanakan masa depan kalian? Such as, setelah lulus SMA mau kuliah atau langsung bekerja, kalau kuliah ingin kuliah di mana dan jurusan apa, setelah lulus kuliah kalian ingin langsung bekerja atau lanjut sekolah postgraduate, kalau lanjut S2 dan atau S3 maka pilih sekolah di dalam atau di luar negeri, dan biasanya yg cukup krusial adalah menentukan kapan menikah. Ah, tentang yg satu ini sih ga ada yg tau bagaimana ya, tergantung kapan bertemu jodohnya :') tapi apa salahnya berencana?

Belakangan ini, rencana-rencana hidup masa depan--setidaknya 5 tahun ke depan--cukup menjadi pikiran saya. Tiba-tiba saya teringat, suatu ketika di kelas 2 SMA (MAN ketang), saya mendapat tugas dari guru Aqidah Akhlak sekaligus guru wali saya, Pak Away, untuk membuat sebuah peta hidup. Bukan, bukan belajar sihir biar peta bisa bernapas dan jalan-jalan, tapi peta kehidupan kita dari tahun ketahun sejak lahir. Life mapping ini cuma berupa kotak-kotak sederhana yg diisi dengan rencana-rencana hidup kita. Satu kotak berisi rencana kita di satu tahun umur, jika kita membuat peta hidup pada umur 16 maka 16 kotak sebelumnya berisi pencapaian atau pengalaman kita selama hidup. Karena ukuran kotak yg tidak begitu besar, maka kita hanya bisa menuliskan hal-hal atau pencapaian penting, kecuali kalian menulisnya dengan kata-kata saja. Saya sendiri mengisi kotak-kotak saya dengan gambar-gambar berwarna dengan sedikit keterangan gambar.

Sedikit bocoran tentang isi peta hidup saya, saat ini sudah mencapai kotak ke 20,5--iya saya pakai 0,5 karena saya lahir di setengah tahun terakhir atau awal tahun ajaran baru biasanya, biar pas aja gitu hehe. Isi kotak saya di umur ini adalah: gambar saya menghadap belakang yg cemas dengan list deadline (dateline), beserta keterangan gambar: kejar deadline. Sengaja saya tulis "kejar" dan bukannya "dikejar" agar saya termotivasi dan bukannya terpaksa. Dalam menulis peta hidup, sebenarnya semakin detail dan rinci peta hidup kita maka akan semakin baik. Misal di kotak "kuliah S2" maka disebutkan juga mau ambil jurusan apa dan di universitas mana, di kotak "menikah" dituliskan mau menikah dengan siapa #eh #skip, hal ini akan membuat kita lebih fokus pada tujuan. Masalah tercapai atau tidak itu urusan belakangan, tergantung usaha dan doa kita dalam mewujudkannya.

Seiring berlarinya waktu, mungkin ada target-target di tahun-tahun tertentu yg tidak tercapai, no worries! Kalian tinggal mengganti rencana baru sesuai dengan jalan hidup yg ditempuh. Memiliki rencana-rencana memang sangat idealis, tapi sama sekali bukan hal yg buruk karena kita punya track hidup yg lebih teratur dan semangat lebih untuk mencapai target. Saya sendiri kurang suka dengan spontanitas. Well, akibat life mapping saya kurang detail, alhasil saat ini saya sedang membuat rencana-rencana baru yg lebih realistis. Ah! Satu hal lagi yg penting adalah membuat lebih dari 1 plan, sehingga kita akan lebih open minded dan tidak mudah kecewa. Buatlah plan A, B, C, D bahkan Z menyesuaikan dengan hasil yg kita dapatkan di setiap langkah mencapai tujuan dalam hidup. Tidak ada yg salah dengan bermimpi dan berencana setinggi apapun selama itu akan memotivasi untuk melakukan kebaikan, setidaknya untuk hidup kita sendiri. So, let's dreaming and planning!

"Jadilah! Maka jadilah" QS Yasin 82

Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang akan menentukan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sad. Fat.

Happens every single time *sigh*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Ilmu" Part 2

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk meneruskan kisah di postingan Syawal Journal sebelumnya ini :)
Bismillah, mari kita lanjutkan!
...
Merasa dirinya terdesak, kemudian sang atheist memberikan pertanyaan kepada sang alim, "kalo memang Tuhan itu ada, kenapa kita tidak dapat melihat-Nya?"
Tanpa disangka sang alim malah menampar pipi atheist dengan keras sehingga terasa sakit.
"Mengapa tiba-tiba anda memukulku?! Sakit sekali!" respon sang atheist merasa kesakitan.
"Sakit? Apa itu sakit? Aku tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?" kata sang alim balik bertanya.
Atheist lalu menunjuk pipinya, "ini sakitnya di sebelah sini!"
"Aku tidak dapat melihatnya, tidak ada yang bisa. Namun kau tetap merasakan sakit itu bukan? Sama halnya dengan kita tidak dapat melihat Tuhan, tetapi Dia ada dan kita bisa merasakan ciptaannya", demikian sang alim mengakhiri perdebatan.

Indeed!
Ilmu yang kita miliki sangatlah sedikit, akan tetapi betapa pentingnya ilmu yang sedikit itu. Kita tidak perlu mengetahui dan mempelajari semua ilmu, pilihlah ilmu yang dapat berguna untuk menuntunmu sesuai pedoman-Nya. Ilmu harus selalu seimbang dengan agama. Agama seperti buku panduan hidup, sedangkan ilmu adalah bagaimana cara kita membaca dan mempraktekannya. Tidak jarang saya mendengar ada orang yang menjadi tidak percaya Tuhan karena kepintarannya, pintar keblinger, ilmu tidak seimbang dengan agama. Ada juga yang "katanya" agamis tapi malah menganggap bom bunuh diri adalah jihad, jadi teroris, agama tidak seimbang dengan ilmu. Bukan bermaksud menggurui, sebagai sesama mahkluk Tuhan kita harus saling mengingatkan dan memperbaiki diri. Saya menulis ini juga untuk evaluasi diri sendiri.

"Life is our journey from Allah to Allah"


Picture source: Google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Perbandingan

Banyak pertanyaan yang terbersit dalam kepalaku setelah melewati tanggal 1 Mei 2014. Kenapa aku tidak merasa lega setelah berbuat "kebaikan"? Kenapa dalam penyesuaian "kembali" yang terjadi adalah pertengkaran? Ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikiranku. Ada perbandingan yang hanya dilihat oleh orang lain dari luar.

Pertama, aku adalah "aku yang dulu", bandel, pelanggar aturan, tidak Islami. Sedangkan kamu adalah "kamu yang sekarang", baik, alim, pintar.
Kedua, aku adalah "yang mendekati", sedangkan kamu adalah "yang didekati."
Ketiga, aku adalah "yang mengejar", sedangkan kamu adalah "yang dikejar."
Keempat, aku adalah "yang menyesatkan", sedangkan kamu adalah "yang disesatkan."
Kelima, aku adalah "yang ditinggalkan", sedangkan kamu adalah "yang meninggalkan."
Keenam, aku adalah "yang menderita", sedangkan kamu adalah "yang baik-baik saja."

Aku berusaha bertahan. Orang lain tidak perlu tahu kamu yang sebenarnya, sisi gelapmu itu hanya milikku. Orang lain tidak perlu tahu kejadian yang sebenarnya, peristiwa itu hanya kenangan kita. Tapi untuk apa kamu berbohong? Mengatakan satu dua tahun tetapi nyatanya lima tahun. Kamu pikir aku tidak sanggup menunggu selama itu? Tapi untuk apa kamu berbohong? Mengatakan ingin menjauhi yang lain juga tetapi mereka malah kamu perlakukan istimewa. Kamu pikir aku virus penyakit yang harus dihindari? Tapi untuk apa kamu berbohong? Mengatakan aku tidak menghargaimu?! Kamu pikir untuk apa aku menitipkan pesan pada post it-post it itu??

Lagi-lagi syndrom itu muncul. Kambuh setelah sekian lama. Bangkit karena perbandingan dan kebohongan. Hanya Tuhan yang setia menemaniku dalam setiap luka. Hanya Dia tempat kembali. Hanya Allah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pengemudi Bercerita

Beeeeepbeep! Bruuum~
Guess what sound is it? Yeah, car!

Bulan Agustus ini saya resmi setahun memiliki SIM A hohoho. Padahal sih nyetir mobilnya sebulan sekali juga ngga *grinning* ya no problem lah ya, asal ga lupa gimana cara nyetir manual. Pasalnya teman perempuan saya yang punya mobil matic jadi udah ga bisa nyetir manual lagi karena ga terbiasa. Postingan "Beepbeep!" ini akan bercerita tentang pengalaman saya menyetir mobil dengan jam terbang yang masih sangat sedikit, tapi semoga bisa jadi pelajaran terutama untuk ciwi-ciwi yang akan/sedang belajar setir mobil :)

Kenapa saya memutuskan untuk latihan setir mobil? Sementara setir motor aja belum lancar-lancar. Saya sudah bisa mengendarai motor sejak SMP, pinjem motor teman saya sana-sini, soalnya saya hampir ga pernah diperbolehkan bawa motor kalau sedang di rumah. Pernah sekali-dua kali bawa motor, itu juga harus ditemani ayah dan huft, benar-benar ga nyaman, diprotes terus sepanjang jalan. Alasan ayah tidak mengizinkan saya bawa motor karena khwatir segala macam, kecelakaan lah, motor dicuri lah. Pertama ikut kursus setir mobil pun karena tidak sengaja. Waktu itu libur awal tahun 2013, mama menyuruh saya meneruskan sisa waktu kursus setirnya karena beliau belum sempat melajutkan lagi. Mama sudah dua kali kursus tapi belum juga lancar, maklum faktor usia dan kesibukan.

Mobil impian saya: VW Beetle

Saya lanjutkan kursus setir mobil saya di liburan berikutnya, pertengahan tahun lalu bersama dengan tante saya di tempat yang sama: Panca Sari Jaya (cabang Pamulang). Ternyata ga lama sebelumnya, teman saya seTK-SD-SMA baru selesai kursus juga di tempat yang sama. Recommended deh tempat kursus itu, harganya lebih murah dibanding yang lain, pelatihnya juga asik-asik. Kursus pertemuan terakhir saya ditutup dengan latihan parkir yang cukup sulit. Sekitar 1 atau 2 minggu berikutnya (saya lupa), saya membuat SIM di Tangerang (ga usah tanya SIM resmi atau nembak ;p). Mengendarai mobil sama halnya seperti belajar bahasa dan juga menari saman. Harus sering dilakukan agar terbiasa dan semakin handal. Semakin jauh jam terbang maka semakin banyak pula pengalaman.

Tidak seperti mama, saya adalah pengendara yang lebih nekat. Seriously, selama ini saya bawa mobil harus selalu didampingi ayah, tapi ketika ayah pergi dinas ke luar kota, mobil di rumah saya bawa muter-muter terus haha. Pertama sama mama, berduaan ke Pasar Modern BSD yang notabene parkirnya susah karena ramai terus. Bermodalkan tekad berani (dan bismillah), saya berhasil parkir meskipun harus 2 kali ngelurusin dengan dibantu orang. Selamat tuh, selamat sampai mobil kembali terparkir di garasi rumah walaupun sempet nyasar hehehe. Percobaan bawa mobil tanpa ayah berikutnya yaitu ditemani seorang kakek, ngga deng, teman saya si Odon yang baru bisa bawa mobil juga. Nekat kita ke IC bawa mobil. Awalnya Odon yg nyetir, pas mau keluar makan dan jemput teman-teman yang lain di sekitaran BSD saya yg bawa mobil. Meeen, saat itu saya baru sadar seisi mobil penuh sama cowok dan yang nyetir saya cewek sendiri, kasian mereka. Akhirnya setelah selamat dan dapat tempat parkir enak di BSD Square, pulangnya si kakek lagi yang nyetir.

Dilarang: selfie di tengah jalan!

Pernah kecelakaan ga, Ziy? Pernah dong! Tapi ga parah sih... Cuma nyenggol spion mobil orang terus langsung saya tinggal kabur hahaha. Saya ga tau kalau ada kejadian begitu tuh saya harus turun minta maaf. Saya pikir karena jalannya memang sempit dan kita sama-sama ngebut jadi ya bukan salah siapa-siapa juga kan :p Begitulah sedikit dari beberapa pengalaman menyetir saya selama setahun. Intinya sih, mengendarai mobil itu harus pakai perasaan, bukan cuma otak saja. Harus bisa mengatur keseimbangan kopling dan gas, harus bisa menginjak rem dengan halus, harus hati-hati lihat spion kanan-kiri-tengah, harus ingat menyalakan lampu sein, dan cermat lihat rambu-rambu jalan. Banyak hal tidak terduga bisa terjadi di jalan. Misal, ada motor menyalip, ada orang menyebrang, macet, jalan tanjakan/turunan. Yang paling saya takuti dan belum berani saya hadapi sih jalanan tanjakan yang macet. Sumpah, kalau udah bisa melewati keadaan itu berarti anda adalah pengendara mobil yang handal!

Kunci untuk perempuan yang ingin bisa mengendarai mobil: berani ambil resiko, sabar, hati-hati, abaikan pengedara lain yang komplain di jalan (misalnya dengan mengklakson anda) selama anda berkendara dengan benar. Sampai saat ini pun saya masih suka nervous kok, tapi bukan berarti tidak berani. Kakak-kakak sepupu saya yang tadinya khawatir juga sudah percaya melihat saya menyetir. Kepercayaan orang lain akan didapat jika anda percaya pada diri sendiri bahwa anda BISA!


Picture source: Solusi Mobil

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Ilmu" Part 1

Assalamu'alaikum!
Tidak terasa Syawal telah memasuki pertengahan, berarti masih ada 3 postingan jurnal lagi yang harus saya buat sebelum bulan ini berakhir :')
Sebenarnya cukup banyak waktu luang di liburan kali ini, namun seringkali ide menulis itu datang dan pergi sesuka hati di otak saya. Dengan niat dan hati ikhlas, semoga jurnal Syawal 1435 bisa selesai sampai tuntas 6 postingan, bismillah...

Cerita dimulai dari percakapan saya dengan adik ketika sedang menikmati kemacetan di dalam mobil, pada hari pertama bulan Syawal, bertepatan dengan pulang liburannya ke rumah. Adik saya sudah hampir 6 tahun mengenyam pendidikan formal di pesantren. Setiap pulang liburan, dia selalu membagi sedikit ilmu yang didapatkan di sekolah. Saya bilang "sedikit" karena dia pelupa dan memang masih banyak ilmu lain dari pengalaman tinggalnya di sana yang tidak bisa diceritakan satu persatu. Di tengah percakapan tentang keagamaan, adik saya berkata, "Teteh harus bisa menjawab kalau ada yang bertanya tentang 'Bukti keberadaan Tuhan'". Wuih! Berat sekali pembahasan kali ini ya hihihi.

Kemudian dia bercerita mengenai debat antara seorang atheist dengan seorang alim. Atheist ini sangat kritis, dia banyak berdebat dengan pemuka-pemuka berbagai agama dan argumen-argumennya begitu kuat. Ketika ingin berdebat dengan pemuka agama Islam, sang atheist menunggu kedatangannya cukup lama hingga dia berpikir bahwa sang alim takut berdebat dan tidak jadi datang ke tempat janjian mereka. Terkaan itu ternyata salah, sang alim akhirnya datang menemuinya dan dengan sigap sang atheist segera memulai perdebatan. Sayang sebelum sempat dimulai, sang alim memotong perkataan sang atheist dan meminta maaf atas keterlambatannya.

"Tidakkah kau ingin tahu mengapa aku terlambat? Izinkanlah aku bercerita terlebih dahulu", kata sang alim.
Atheist pun mengiyakan permintaan tersebut dan mendengarkan alasannya.
"Saat menempuh perjalanan menuju ke sini, aku harus melewati sungai yang besar, tetapi ternyata jembatannya terputus. Aku berusaha mencari jalan namun tiba-tiba dihadapanku muncul sebuah perahu dari batang kayu yang telah tersusun dan terbentuk dengan rapi sehingga aku dapat menaikinya dan menyebrangi sungai itu", cerita sang alim.
Tak ayal sang atheist pun tertawa, "bagaimana bisa sebuah perahu muncul tiba-tiba tanpa ada yang membuatnya? Mungkin anda berbohong atau malah sudah gila", katanya tidak percaya.
Sang alim tersenyum, "kalau begitu bagaimana anda bisa mengatakan bahwa seluruh dunia beserta segala isinya ini bisa ada tanpa ada zat yang menciptakan?"
Atheis tercengang, dia telah termakan oleh kata-katanya sendiri. Dia telah kalah bahkan sebelum perdebatan mereka dimulai.


Dialah (Allah), yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 29)

Demikian babak pertama kisah perdebatan antara atheist dengan seorang alim. Logika yang memunculkan pemikiran bahwa Tuhan tidak ada telah kalah bahkan dengan logika itu sendiri. Cerita versi adik saya berakhir sampai sana, namun saya menemukan lanjutan dari kisah ini ketika surfing di internet. Penasaran? Check it in next post ya!

Wassalamu'alaikum!


Photo sources: Tumblr Inspirart & Media Belajar Islam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Suami Setia"

Marhaban yaa Syawal!

Beeeuh, jurnal Syawal kali ini judulnya mantap sekali~ Ufufufu
Bukan cerita tentang saya pasti... Saya mah entah kapan baru bisa cerita tentang suami sendiri. But no problem, saat ini saya bisa bercerita tentang suami orang kok--eits, jangan salah paham dulu--ini cerita tentang Om dan Tante saya yang baru-baru ini mendapat musibah. Stay read!

What is in your mind if you hear about "loyalty"? Yap, terus menerus berada di "tempat" yang sama. Bukan bertapa maksudnya. Edisi jurnal ini dimulai dari cerita saya--orang tidak berkegiatan selama liburan--yang diminta mama untuk menjenguk tante di rumah sakit. Awalnya karena mendadak saya memutuskan untuk menunda pergi ke sana, dibuntuti juga dengan berbagai alasan seperti: kepala pusing, mau hujan, blablabla (dasar saya pemalas), jadi saya bilang ke mama, "besok aja ya jenguk tantenya." Tanpa bisa terelakkan lagi, keesokan harinya mama memaksa saya ke rumah sakit, sekaligus setelahnya ke kantor mama untuk ikut buka puasa bersama.

Sampai di rumah sakit, tante sedang sendirian, kalau siang memang tidak ada yg menjaga katanya. Suaminya, om saya, bekerja dan anak-anak mereka dititipkan ke kakak dari tante saya. Ohya, di sini yang punya darah kandung dengan mama adalah om bungsu saya ini. Kondisi tante saat itu memprihatinkan, tak heran mama memaksa saya untuk menjenguknya. Tante terkena penyakit hits yang banyak menyebabkan orang meninggal: kanker. Tepatnya lagi, kanker payudara. Saya menceritakan ini sebagai contoh dan pembelajaran, bukan untuk menjelekkan keluarga saya sendiri. Penyakit ganas tersebut sudah membuat sebelah payudara tante diangkat dan kepalanya menjadi licin tanpa rambut sehelai pun. Beliau masuk ke rumah sakit pun setelah menjalani pengobatan rutin penderita kanker yaitu kemoterapi.

Fight cancer together!

Penyakit yang paling sering menderita dan ditakuti oleh wanita (mungkin) adalah kanker payudara dan kanker rahim, you sure really know why. Om dan tante saya ini memiliki 3 orang anak yang terbilang masih kecil-kecil. Ditambah lagi salah satu anaknya memiliki diffability sehingga sangat bertumpu pada sang ibu. Sedih sekali rasanya melihat kondisi tersebut. Sebagai perempuan, saya berpikir: bagaimana bila hal itu terjadi pada saya atau mama? Bagaimana anak-anak saya nanti? Bagaimana suami saya nanti? Apakah bisa menerima keadaan itu dan tetap menemani sampai akhir--apapun akhirnya: sembuh atau meninggal? Alhamdulillah sekali om saya yang orangnya telaten tetap menemani tante hingga saat ini dan semoga seterusnya.

Mengapa saya bisa begitu khawatir? Tidak setiap pasangan setia, guys. Atau, mungkin dulu dia setia ketika anda masih "sempurna". Tetapi ketika misalnya bagian tubuh krusial anda harus diangkat (seperti tante saya), atau mungkin ternyata setelah menikah baru diketahui bahwa anda tidak bisa memiliki anak (seperti tante saya yang lain, yang hingga kini belum punya anak dan om saya tetap setia bersamanya), apakah semua pria akan berlaku sama? Saya dulu punya uwa (kakak dari ayah) yang juga terkena penyakit mengenaskan ini, dan selama dia sakit suaminya malah memulangkan uwa saya ke rumah nenek, sampai beliau meninggal.

Sangat gampang mengatakan, "Allah tidak akan memberikan musibah yang tidak dapat kamu lalui" atau pernyataan memotivasi lainnya. Namun betapa berat bagi yang merasakannya. Yuk, intropeksi diri! Sudah kah kamu siap menerima apa adanya dan setia mendampingi pasangan/calon pasangan hidup kamu? Kembalikan semuanya kepada diri sendiri: bagaimana rasanya jika ditinggal suami/istri dalam keadaan kekurangan? Then you will become a loyal, aameen. Insya Allah.
Loyalty quote
Pictures source: Google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Syawal 1435 Journal: "Jengki"

Assalamu'alaikum! *edisi alim*
Ga kerasa Ramadhan telah usai... Hiks! Nevermind, Syawal is coming :)
Syawal means..... Saatnya Syawal Journal!! *tetereeeeeet*

Di postingan pertama jurnal Syawal ini, sama seperti tahun lalu saya akan berbagi kisah-kisah inspiratif selama bulan Ramadhan kemarin. Semoga bisa diambil hikmah dan manfaatnya yaaa.
Bismillah, kita mulai dari cerita "Jengki", apaan sih itu? Haha itu loh temennya pete/petai. Iya, jengkol. What's wrong with jengkol? Seminggu terakhir Ramadhan dan awal Syawal ini, mama disibukkan sama sayuran berbau menyengat itu. Mama mau masak jengkol. Udah beli si jengki di tukang sayur dengan harga mahal: 35 ribu rupiah. Dengan sabar dan telaten mama mengurus si jengki. Ternyata ga mudah loh mengolah jengkol hingga menjadi semur jengkol yang (katanya sih) enak. Seumur-umur saya sendiri belum pernah makan pete, apalagi jengkol, dilarang sama mama karena efek lanjutnya (red: BAU). Kalau kali ini mama berhasil memasak semur jengkol dengan enak, saya diizinkan makan jengkol for the first time in forever! Hihihi.

Perjuangan mama mengolah si jengki dimulai dari merendamnya selama seminggu penuh di baskom, kemudian setiap hari air rendamannya diganti. Efek sampingnya adalah setiap kali ritual itu dilakukan, rumah jadi bau jengkol sampai ke ruang tamu depan (dapur rumah saya letaknya di ujung belakang). Hingga tibalah saatnya... Hari itu datang juga... Hari di mana mama akan memasak semur jengkol menggunakan si jengki. Baunya enak~ Layaknya bau semur daging. Sayangnya ketika memasak, mama sedang puasa qadha, jadi ga bisa langsung icip hasil masakannya. Kami menunggu sampai waktu makan malam. Saya dan ade excited ingin memakan jengkol untuk pertama kalinya. Uhuy!

Iya! Tidak! Bisa jadiiiiiii!

Namun, Allah berkehendak lain. Malam itu tidak satupun dari saya atau ade yang memakan jengkol. Mama gagal! Semur jengkolnya keras, ga legit kayak biasa (katanya), ga enak deh. Akhirnya mama saja yang makan si jengki, itu juga cuma sedikit. Sedih... Perjuangan mama mengolah si jengki selama seminggu rasanya sia-sia. Saya juga sedih karena masih penasaran dengan rasa sayuran fenomenal itu. Padahal mama udah wanti-wanti: abis makan jengkol langsung makan timun, terus kalau pipis harus di kloset dan disiram yang banyak. Sepanci semur jengkol pun diam di atas meja makan, tak ada yang menyentuh.

Well, pelajaran yang dapat diambil dari cerita jengki adalah bahwa perjuangan seberat apapun yang kita lakukan hasilnya belum tentu sesuai dengan keinginan kita, tapi hasil tersebut selalu yang terbaik menurut Allah. Entah kita harus berjuang lebih keras lagi, atau hasilnya memang tidak baik untuk kita (dalam kasus ini, bisa membuat seisi rumah pingsan misalnya karena efek lanjut dari memakan jengkol), bisa juga Allah gantikan dengan hasil yang lebih baik. Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. You have to believe Him!

Sekian. Nantikan Syawal 1435 Journal edisi berikutnya :)


Pictures source: Google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tempat Sampah

Well, hallo! Selamat Ramadhan :)

Belakangan ini gue sering posting status yang katanya galau-galau gitu di timeline LINE (Twitter juga sih...) dan gue mau membahas satu dari sekian banyak postingan dilematis gue: tempat sampah. Alright!
Dimulai dari luapan emosi terhadap salah satu teman dekat gue, and yeah, she didn't realize kalau yang gue maksud di status itu dia. Why? Dia temen baik gue, kenapa juga gue harus marah karena dijadiin tempat sampah? Maybe karena sebagai teman gue juga mau liat dia bahagia, denger langsung cerita bahagia dari mulutnya sendiri sama seperti setiap kali dia cerita sedih sama gue. Udah, it's over now. Gue udah ga marah lagi kok ke dia, gue kan orangnya emang cepet baikan, emosi sesaat. Tapi cerita tentang gue menjadi tempat sampah ga berakhir sampai di situ.

Kadang ketika lo jadi tempat sampah seseorang, lo hanya melihat dari sudut pandang orang tersebut. Jadinya secara tidak langsung lo berpihak pada orang yang curhat sama lo. Saat jadi tempat sampah, lo juga bakal tau kebusukan orang lain yang ga semua orang tau. That's make you feel "Geez, seandainya mereka tau kalo dia tuh sebenernya begini dan begitu." Gue sedang sangat merasakannya, jadi tempat sampah. Bisa bikin kotor ketika lo ga pake plastik untuk melapisi sampah yang lo terima. Tapi jadi sangat berguna buat banyak orang, mereka ga perlu nyimpen sampah mereka sendirian, bisa bikin mereka bersih dan lega. Think positively.

So,what do I want? Tetap menjadi tempat sampah seperti sekarang yang terkadang harus menumpahkan sebagian dari sampah itu ke jalanan, atau menutup tempat sampah yang sewaktu-waktu bisa dibuka? For me, being the trash bin bisa membuat hal positif bagi sendiri dan orang lain, just like recycle bin. Gue mau bilang maaf dan makasih juga ke beberapa teman dekat gue yang udah bersedia memungut sampah gue yang luber ke jalanan dan atau sampah yang gue buang sendiri ke mereka. Tempat sampah bukan hal negatif sama sekali, hanya jika kita bisa melihat sisi positifnya. It won't make you smell of course! Haha, kalo lo bisa menyaring dengan baik setiap "sampah" yang datang ;)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Berpikir Luas

Sudah pernah baca tulisan Menikahi Si(apa)? Bagi yang belum, silahkan baca terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca postingan saya ini. Kejadian 2 hari yang lalu membuat saya kembali memikirkan hal yang sama seperti yang telah saya tulis sebelumnya, karena ternyata masih ada orang-orang yang ingin menikahi "apa". Begini, sebuah keinginan, impian, dan harapan memang harus diperjuangkan, namun ada saat ketika itu semua bukan menjadi seperti apa yang anda pikirkan. Keinginan malah berubah menjadi obsesi, dan perjuangan berubah menjadi ambisi. Itu adalah apa yang akan terjadi ketika idealisme anda tidak seimbang dengan realitas, terjebak dalam pemikiran sempit.

Coba berpikir ulang dan lebih terbuka, bukan hanya pekerjaan diplomat saja yang dapat membuat anda pergi keluar negeri, bukan hanya pengusaha saja yang dapat membuat kaya, dan bukan hanya dokter saja yang memiliki pekerjaan mulia bisa menolong kehidupan orang lain. Selama hidup hamppir 21 tahun, saya telah melalui banyak waktu sulit yang membuat saya kehilangan cita-cita saya. Kecewa, sedih, marah. Bagaimana perasaan orang tua saya yang sejak dulu begitu menginginkan anaknya mencapai cita-citanya? Membuat saya terus merasa tertekan.

Pengalaman telah membuat saya berpikir dan bersikap dewasa. Tujuan untuk mencapai cita-cita itu masih dapat dicapai walaupun saya tidak menjadi seperti apa yang saya inginkan dulu. Masih banyak pekerjaan mulia dan membanggakan lainnya, yang dapat menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua dan keluarga saya. Saya sedang asyik menikmati kegiatan volunteer mengajar saya dan bersenda gurau dengan anak-anak, juga pelan-pelan belajar berwirausaha untuk hidup lebih mandiri, kuliah sambil mencari-cari kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia di dunia luar. Selain itu saya akan tetap mengejar impian terbesar saya menimba ilmu di negara nun jauh di sana.

Saya tidak akan berubah demi orang lain, apalagi hanya untuk mengesankannya dan membuatnya memilih saya sebagai pendamping hidupnya. Saya akan terus berjuang demi senyum bahagia kedua orang tua, dan saya yakin bahwa akan ada orang yang menghargai dan menyayangi saya apa adanya selama saya masih berada di jalan kebaikan, selama pekerjaan saya bermanfaat dan diridhoi oleh-Nya. Karena hanya Dia, yang memandang mahkluknya bukan dari fisik, materi, atau pekerjaan, tetapi dari keimanan.

Ketika saya bersedih untuk hal yang remeh, tidak bisa menjadi apa yang orang lain inginkan, saya sadar bahwa masih banyak orang yang bangga akan keberadaan saya. Teringat akan Ayah yang selalu menceritakan "kehebatan" anaknya ini, bahkan kepada orang yang baru dikenalnya. Teringat ketika Mama bercerita bahwa Wa Ella membangga-banggakan saya yang pernah pergi ke negara sebrang, dan teringat air mata Nenek yang mengalir di bandara ketika saya pulang seorang diri setelah membawa nama Indonesia. Hal-hal yang mungkin tidak seberapa bagi orang-orang besar dan hebat seperti teman-teman saya yang menjuarai berbagai lomba bertaraf internasional. Namun bagi saya, cukup melihat orang-orang yang saya sayangi bangga dan bahagia, maka saat itu juga saya bahagia.

Selamat berpikir! Mari menjadi dewasa bersama :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dengan Siapa

Tau tidak, apa rumus dari orang yang tulus mencinta? Ya, melihat orang yang disayanginya bahagia. Tanpa syarat apapun. Sekalipun alasan dia bahagia bukanlah dirimu. Lihat betapa aku merasa foto ini begitu bagus hingga selalu ku gunakan dalam curriculum vitae. Tampak sangat bahagia. Bukan di mana dan kapan, tetapi karena dengan siapa.

Mei tahun lalu

Sama halnya dengan foto yang aku temui tiap kali membuka aplikasi-aplikasi chatting dan menemukan akunmu. Tampak sangat bagus. Kau terlihat begitu bahagia. Bukan dengan aku dan tidak pernah sekalipun kau menggunakan foto saat kita bersama. Karena kau tidak tampak bagus, tidak tampak lebih bahagia dibandingkan foto dengannya. Bukan begitu?

Adakalanya kau tidak perlu mengungkapkan rasa sayangmu dengan kata-kata, tapi hanya melalui tindakan. Mungkin begitulah aku.

Haruskah membunuh perasaan ini? Atau menjaganya? Sia-sia. Pertanyaan yang tidak akan pernah kau jawab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

New Teaching Journal: #3 "We're talented!"

It's been a year since I was teaching elementary school students for the first time. Tidak terasa saya telah sampai pada hari terakhir di tahun pertama mengajar. Sebenarnya saya dan Miss Nisa ingin mengajak siswa/i kelas kami untuk menonton bersama, namun kami sulit mengatur waktu karena harus meminjam proyektor pukul 7 pagi dan kebetulan juga saya lupa untuk meminta anggaran dana ke Pak Kepsek JEC (red: Ravio Patra). Akhirnya di hari terakhir pertemuan kelas bahasa Inggris semester ini kami memustuskan untuk review materi yang telah dipelajari selama 4 bulan terakhir: physical appearance, comparative adjective, superlative adjective, dan possessive pronoun. Mereka tetap semangat seperti biasa, berebut maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal yang kami berikan.

Our sentences
Kelemahan dari mereka adalah cepat lupa materi yang diajarkan, sehingga pada setiap pertemuan, kami harus pelan-pelan dari awal menjelaskan kembali materinya. Namun di setiap pertemuan juga, apabila telah diingatkan, maka mereka dapat mengerjakan tugas-tugas baik latihan maupun pekerjaan rumah dengan baik. Ada beberapa anak yang harus benar-benar mendapat perhatian lebih, diajarkan dengan cara dituntun kata per kata. Ada lagi anak yang penuh dengan rasa penasaran, seringkali menanyakan kata-kata yang sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Tidak sedikit juga yang cerdas, cepat mengerti dan benar dalam pengerjaannya. Di samping itu semua, saya pribadi sangat senang karena mereka semangat dalam belajar.

Semangat difoto juga pastinya ;p
Masuk ke bagian inti dan yang paling seru in this story. Di akhir kelas, Miss Nisa meminta mereka untuk maju ke depan dan memberikan penampilan, boleh dalam bidang apapun, menyanyi, menari, bercerita, sesuai dengan keinginan mereka. Tidak disangka-sangka, ternyata mereka tanpa malu-malu maju ke depan kelas, terutama boy band yang satu ini, ada Rizal dkk. yang menghibur kami dengan dance Bonamana-nya Super Junior! Walaupun suara musik dari Miss Nisa's smartphone tidak terdengar kencang, tetapi mereka tetap semangat menggerakkan badan. Ada gerakan-gerakan memukau bagi saya seperti jumping, break dance, juga blocking yang cukup sulit.

Formation!
Jumping!
Not CJR, but CFR (Class Five Rhythm)! 
Setelah penampilan keren dari CFR (ngarang aja ini mah namanya ;p), ada cerita-cerita seru kesukaan kelas 5 yang dibawakan oleh Zaqi! Cerita apa itu? Cerita horror pastinya. Zaqi bercerita pengalamannya mendengar suara-suara ghaib ketika disuruh ibunya belanja di malam hari hihihi~ Bukan cuma Zaqi, Meilan juga maju dan bercerita di depan kelas untuk kami semua, walaupun sempat ragu-ragu karena kelas yang berisik.

Zaqi sedang bercerita nih!
Meilan ga mau kalah bercerita dong!
Sangat disayangkan saya tidak bisa menemani mereka sampai akhir karena pukul 9 harus menghadiri rapat himpunan di kampus. Saya izin pulang terlebih dahulu, dan seperti biasa, siswa/i kelas 5 SD Cikeruh berbondong-bondong maju dan menyalimi saya ketika akan meninggalkan kelas (berasa artis kan jadinya ehehe). Setelah itu kelas dipegang oleh Miss Nisa seorang (semangat, Nis!). Di pertemuan terakhir semester ini saya menyadari bahwa, di mana pun mereka berada, di mana pun mereka sekolah, selama ada keinginan kuat maka pasti bakat yang dimiliki akan muncul, seperti yang saya temui di kelas ini. Gunakan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan bakat, because "We're talented!"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pikiran Kosong

Kamu
"Besok kamu kosong ga?"
"Ngga, aku mau pulang, udah janji ada acara keluarga."
"Yah... Padahal aku mau ngajak nonton."
Aku memilih keluargaku saat itu, karena aku yakin akan lebih banyak menghabiskan waktu denganmu di masa depan.

Aku
"Kapan-kapan main ke situ yuk, belum pernah ke kebun binatang Bandung."
"..."
"Kenapa? Kamu ga mau?"
Ternyata saat itu kamu sudah berencana ingin meninggalkanku, pantas kamu diam saja. Padahal aku bilang "kapan-kapan", tidak berarti dalam waktu dekat. Mungkin kamu memang selamanya tidak ingin bersamaku?

Pernahkah kamu berpikir, mungkin kamu tidak benar-benar tulus mencintai seseorang? Aku sedang memikirkannya. Mungkin selama ini aku salah mengartikan kata hati, mungkin aku menyukaimu karena aku merasa kamu menyukaiku terlebih dulu. Entah mengapa, saat ini aku berharap, semoga suatu hari nanti kita dipertemukan tidak saling mengenal dan kemudian saling mencintai lagi bersamaan, dari suatu "titik awal".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Mengalahkan Pengaruh Ratu Inggris: Diplomasi Publik J. K. Rowling melalui Harry Potter

Siapa yang tidak mengenal J. K. Rowling? Seorang perempuan asal Inggris yang namanya melambung berkat hasil karya sastranya yang memukau: Harry Potter. Jo, panggilan akrabnya, masuk ke dalam peringkat 13 besar wanita paling berpengaruh di Inggris menurut Woman’s Hour Power List.[1] Sementara itu Majalah Nasional Inggris menempatkannya pada urutan pertama mengalahkan Ratu Elizabeth sebagai wanita paling berpengaruh di Inggris pada tahun 2010, salah satu alasannya karena kesukesan Harry Potter yang telah menjadi bentuk diplomasi publik Inggris di dunia.[2]

Bagaimana tidak, mulai dari novel hingga film Harry Potter dari jilid dan episode pertama hingga terakhir, karya imajinatif Jo ini sangat digemari berbagai kalangan di berbagai penjuru dunia. Dunia sihir Harry Potter bukan hanya lagi menjadi tren, tetapi juga panutan oleh para penggemarnya. Lihat saja seperti apa ketenaran film tersebut di India membuat populasi burung hantu menurun karena muncul kebiasaan orang tua memberikan burung hantu pada anaknya seperti dalam film. Akibat peristiwa tersebut, Menteri Lingkungan Hidup India membuat laporan mengenai kemerosotan populasi burung hantu dan menyerukan dilakukannya tindakan keras untuk perlindungan.[3]

Selain itu tentu saja secara tidak langsung, film yang menggunakan Inggris sebagai latar tempatnya ini menarik lebih banyak pariwisatawan untuk mengunjung tempat-tempat indah di Inggris yang ditampilkan dalam film Harry Potter. Belum lagi aksen British yang kental menjadi lebih terkenal dan disukai karena digunakan oleh para pemainnya. J. K. Rowling memperlihatkan peran dan pengaruhnya melalui imajinasi tinggi dalam Harry Potter, sesuai dengan definisi diplomasi publik yang mencakup segala aktivitas baik oleh negara maupun non negara yang berkontribusi dalam mendukung dan mempromosikan soft power untuk membentuk citra nasional negara yang dapat mempengaruhi sikap negara lain. Diplomasi publik juga merujuk pada berbagai bentuk publikasi, film, pertukaran budaya, serta media massa sebagai instrumen utama dalam mendukung kegiatan negara untuk menginformasikan atau mempengaruhi opini publik di negara lain menurut Departemen Luar Negeri AS tahun 1987.[4]

Dari diri saya sendiri, jika saya menjadi tokoh besar seperti J. K. Rowling maka saya akan melakukan hal yang sama yaitu menjadikan negara saya—Indonesia—sebagai latar utama yang dapat menunjukkan berbagai keindahan alam dan kekayaan suku-suku budayanya, tetapi tentu saja dengan lebih menonjolkan kepada sisi nilai-nilai baik yang dianut untuk tetap menjaga dan merawat sumber daya serta potensi yang ada. Harapan saya adalah terciptanya opini publik yang sadar dan mau untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing masyarakat. Diplomasi publik dengan J. K. Rowling sebagai aktornya, menunjukkan kekuatan soft power Inggris yang mana bahkan hingga novel dan film Harry Potter selesai, dunia imajinatif di dalamnya masih terus diingat dan dikagumi, terlebih dengan munculnya bentuk lain seperti melalui game online


Dibuat untuk memenuhi tugas postingan Facebook pada mata kuliah Teori Hubungan Internasional 1 terkait diplomasi publik.



[1]BBC (2014) Woman’s Hour Power List Top 20 [WWW] BBC Radio 4. Diakses dari: http://www.bbc.co.uk/programmes/b01qj7jd/profiles/power-list (17 Mei 2014)
[2] Iswidodo (ed.) (2010) Pengaruh Penulis Novel Harry Potter Kalahkan Ratu Inggris [WWW] Tribun News. Diakses dari: http://www.tribunnews.com/internasional/2010/10/12/pengaruh-penulis-novel-harry-potter-kalahkan-ratu-inggris (17 Mei 2014)
[3] Eko H. Sofyan (ed.) (2010) Film Harry Potter Picu Krisis Burung Hantu [WWW] Kompas. Diakses dari: http://health.kompas.com/read/2010/11/04/13030274/Film.Harry.
Potter.Picu.Krisis.Burung.Hantu. (17 Mei 2014)
[4] J. Michael Waller (2007) The Public Diplomacy Reader. Washington DC: The Institute of World Politics Press. Halaman 24.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tentang Bunga

Kapan pertama kali dapat bunga? Hmm lupa sih sebenernya, mungkin dulu waktu kecil pernah. Tapi sejauh ingatan gue, pertama kali dikasih bunga waktu di MTs. Bukan dari pacar, secret admirer, atau teman, percaya ga kalo dapetnya dari stranger? Hahaha serius. Ceritanya waktu itu valentine day, dan gue bersama geng Sepaket baru selesai makan di kantin MAN 4. Tiba-tiba aja ada kakak MAN 4 yang nyamperin gue terus ngasih setangkai bunga mawar putih. What a shock! Sialnya sahabat-sahabat gue malah kabur. Spontan gue tinggalin lah si kakak itu dan menyusul Sepaket. Boro-boro bunganya gue ambil, gue bahkan ga bisa ngasih respon apa-apa. Maafin ya kak, siapapun anda.

Bunga persahabatan
Selama di IC gue ga pernah ngerasa pernah dapet bunga sih... Maaf kalo ada yang pernah ngerasa ngasih, gue lupa, khilaf deh. Bunga kedua dan ketiga gue terima waktu udah kuliah dari orang yang sama, temen baik gue dari jaman PTS di IC. Edelweiss (karena dia suka naik gunung) dan mawar putih (lagi). Siapa sih cewek yang ga suka dikasih bunga? Ya kan? Langsung meleleh pasti. Ah, temen baik gue ini bukannya naksir gue atau gimana, dia emang orangnya romantis, tau cara memperlakukan cewek dengan baik walaupun kalo sama gue dia berani kurang ajar.

Kesayangan
Bunga keempat, setangkai mawar merah. Pertama kalinya dapet mawar warna ini. Dikasih ke gue dengan dua alasan: biar gue ga ngambek lagi dan karena dia mau ninggalin gue. Gue rawat dari tanggal 28 April, dan sampai sekarang (11 Mei) masih terpajang di kamar. Kondisinya setelah dua minggu, mulai berubah warna, mengering, kelopaknya mulai lepas. Gue awalnya ga percaya bunga potong bisa tahan selama ini, karena bunga mawar putih yang gue dapet dulu belum seminggu udah layu, padahal sama-sama dikasih air. Mungkin, karena kali ini gue menyempatkan diri untuk merawatnya. Ah ya, gue baca di internet cara merawat bunga potong. Lagipula, mau udah layu pun ga akan pernah gue buang.
Di tengah hamparan bunga, Chiang Mai

"Do you like to receive flowers too?" 
"Of course! What girl doesn't like flowers? All women dream of receiving something like that from the person they love." 
Baek Seung Jo to Oh Ha Ni

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

New Teaching Journal: #2 "Garing"

Di Rabu pagi yang cerah, seperti biasa saya melangkahkan kaki menuju sekolah dasar yang jaraknya hanya beberapa puluh langkah dari kostan. Hari ini, siswa-siswi kelas 5 SD Cikeruh 1 akan mengerjakan ujian remedial bahasa Inggris. Ketika sampai di kelas, kebetulan masih ada wali kelas 5 dan para siswa sedang menghafal perkalian. Baru sampai perkalian 4 ternyata, maka saya putuskan untuk mampir dulu ke kelas lama, melihat kelas 6 sedang sibuk mempersiapkan ujian praktek bahasa Indonesia mereka. Tidak lama kemudian saya dijemput oleh si pintar Meilan untuk masuk ke kelas 5. Murid cantik ini memang cukup mendominasi kelas bahasa Inggris kami. Sambil menunggu Miss Nisa datang membawa soal, saya--ehm, Miss Ziya--membahas homework mereka yang diberikan Miss Nisa minggu lalu. Kebetulan minggu lalu saya skip mengajar karena ada latihan pagi saman. 
Suasana belajar kelas 5
Hasil pekerjaan rumah adik-adik ini sebagai nilai tambahan jika nilai ujian bahasa Inggris mereka kurang bagus. Seringnya saya tidak menuliskan nilai pada homework mereka karena saya menghargai apapun hasil yang mereka kerjakan, hanya mengoreksi dan memberikan ungkapan seperti "good", "excellent", or "learn more". Namun ada beberapa anak yang menuntut untuk diberikan nilai berapapun untuk hasil kerja mereka, tidak masalah selama itu akan memotivasi jadi lebih baik. Ujian remedial berlangsung dengan cepat dan segera dinilai. Ada yang nilainya jadi lebih baik, ada yang sama saja, ada juga yang lebih rendah. Ohya, materi yang diujikan adalah mengenai comparative adjectives. Kelas dilanjutkan dengan materi baru mengenai possessive pronoun yang dijelaskan oleh Miss Nisa. Selalu setiap materi selesai diberikan, adik-adik kelas 5 ini meminta pekerjaan rumah. Sangat rajin dan semangat menurut saya, walaupun tidak jarang ada yang lupa membawa buku atau tidak mengerjakan di minggu depannya hihihi maklum.

Iseng, dreams tree punya mantan kelas 5
Seperti yang pernah saya ceritakan, di kelas 5 ini punya kebiasaan mendengarkan cerita selepas kelas. Saya dan Miss Nisa sempat bingung karena sudah kehabisan cerita, tapi akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan salah satu kisah seram dari kakak kelas saya dulu. Mereka sudah sangat excited, duduk rapi dan diam, tapi setelah saya selesai cerita ternyata..... Ada bunyi krik-krik-krik. Gariiiiiiiiiiing. Mereka tidak terlihat takut atau senang walaupun akhirnya bertepuk tangan. Hahaha malu juga sih. Pulang ke kostan, saya searching horror story agar minggu depan tidak kehabisan cerita dan garing lagi. Semoga. Harus latihan bercerita nih, Miss Ziya ehehehe see you next week, studs!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Deserve

Cil, gue tau sekarang kenapa gue nangis-nangis gini. Selain karena gue kehilangan orang yang gue sayang, ternyata gue juga kehilangan seorang sahabat, seorang teman bercanda, seorang kakak dengan pemikiran dewasa, seorang adik yang manja, seorang teman bicara, seorang teman diskusi dalam hal apapun, seorang tempat berkeluh kesah, seorang panutan, seorang yang menemani gue ketika mati lampu waktu malam atau bangun dari mimpi buruk atau sekedar lembur mengerjakan tugas, seorang imam sholat, seorang yang membuat gue sadar bahwa gue memiliki perasaan karena marah, nangis, dan cemburu tapi juga bahagia, seorang yang membuat gue belajar sabar, belajar memberi, belajar menerima, dan belajar ikhlas. Kehilangan seseorang itu sebagai pengorbanan untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar karena ketika gue bersamanya hanya akan menambah dosa dan karena pengaruh buruk yang gue berikan lebih besar daripada kebaikan untuk orang itu. Pengorbanan untuk lebih dekat dengan-Nya karena gue selama ini telah mendua. Pengorbanan untuk idealisme yang kami berdua sama-sama pegang. Harusnya gue ga menangisi pengorbanan itu, hanya karena waktu yang datang tiba-tiba dan rasa ketidakpercayaan kepada seseorang itulah kenapa gue menangis. Mungkin gue masih akan melanjutkan tangisan ini dibabak-babak berikutnya, tapi gue percaya kepada janji-Nya. I will get what I deserve. Maaf gue nyusahin dan ngerepotin lo sebagai teman, gue cuma ga tau harus bilang ini sama siapa. Makasih cil(heart)
Sebuah chat kepada seorang teman yang setia menemani di kala abu-abu menjadi lebih gelap. Terima kasih Widya Dita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dear Nyeng,

Thank you for the togetherness and everything you give to me. We have tried again and again, and finally this is the third time for us. The time is really not mine but maybe yours. I accept your decision because life isn't option and we can't choose to be together now, maybe later or maybe not at all. Actually, I just want to us become friend just like before you confess to me, but you said you want to forget me. Nyeng, please wait "until one day I stop caring, and begin to forget why I long to be so close."


Love ya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments