Syawal 1435 Journal: "Panggilan"
Bismillah... Jurnal Syawal edisi terakhir 1435 H nih guys :)
Terima kasih kepada semua pembaca setia jurnal-jurnal saya, semoga bermanfaat ya! Nantikan jurnal edisi berikutnya ;)
Panggilan. Siapa yg tidak pernah mendapatkannya? Siapa yg tidak pernah menunggunya? Apalagi kalau panggilan dari cemceman kita *blushing*, ngga ketang, panggilan dari pihak sponsor atau HRD perusahaan yg membawa berita baik misalnya, atau bahkan "sekedar" panggilan dari orang tua yg menanyakan kabar. Saya sering tidak menjawab panggilan telfon dari nomer-nomer tanpa nama di handphone karena beberapa kali saya terjebak dengan panggilan-panggilan kurang penting, seperti dari provider kartu telfon atau penawaran kartu kredit. Jadi untuk orang luar yg berkepentingan dengan saya sebaiknya kirim pesan dulu ya. Teruuus, apa pentingnya sih membahas panggilan? Panggilan yg saya maksud bukan sekedar panggilan biasa loh, meeen--and women--tapi panggilan paling krusial dalam hidup manusia. Apa hayooo? Exactly! Panggilan-Nya. Mungkin setiap orang bisa berbeda-beda mengartikan sebuah panggilan, tapi panggilan yg dibahas di sini adalah dalam konteks rukun iman yang keenam. Masih ingat kan? Menunaikan ibadah haji bila mampu, darl, jangan pikunan kayak saya dong ;p
![]() |
| Aamiin! |
Iya, jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya bercakap-cakap di tengah perjalanan jauh dengan teman-teman saya. Kebetulan ada seorang teman yg insya Allah awal tahun depan akan umrah ke Mekah setelah beberapa kali tertunda (doakan saya menyusul di tahun berikutnya ya aamiin), kemudian teman saya yg lain menanggapi, katanya pergi ke kiblat umat muslim tersebut adalah suatu panggilan. Jika belum saatnya, maka berarti kamu belum dipanggil oleh-Nya. Saat dipanggil, maka berarti kamu harus memasrahkan diri akan panggilan Allah. Oleh sebab itu, cerita teman saya (sebut saja namanya Vini hihi), sebelum berangkat ke Tanah Suci baik beribadah haji maupun umrah, biasanya umat Islam mengadakan acara selamatan yg bertujuan untuk "mengantarkan" dan mendoakan sang penunai ibadah kepada Allah dalam memenuhi panggilan-Nya. Mereka bertawakal (memasrahkan diri) apapun yg akan terjadi di sana saat bertatapan langsung dengan Ka'bah. Apakah mereka akan kembali kepada Sang Pencipta, ataukah ditakdirkan masih harus menempuh di alam sementara ini (read: world).
Tanpa disadari, sebagai umat Islam kita sangat sering mendapat panggilan, lima kali sehari. Adzan. Panggilan yg mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanyalah mampir sebentar, panggilan untuk mengingatkan kita akan kebesaran Allah dan menunaikan kewajiban manusia untuk berdoa dan bersyukur dengan shalat. Intropeksi diri bagi kita semua untuk tidak menunda-nunda dalam memenuhi panggilan shalat sebelum benar-benar dipanggil untuk kembali ke sisi-Nya, masya Allah :") sangat sulit memang. Friends, in your opinion, what kind of call that you have to answer? Why?










