♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Syawal 1435 Journal: "Ilmu" Part 1

Assalamu'alaikum!
Tidak terasa Syawal telah memasuki pertengahan, berarti masih ada 3 postingan jurnal lagi yang harus saya buat sebelum bulan ini berakhir :')
Sebenarnya cukup banyak waktu luang di liburan kali ini, namun seringkali ide menulis itu datang dan pergi sesuka hati di otak saya. Dengan niat dan hati ikhlas, semoga jurnal Syawal 1435 bisa selesai sampai tuntas 6 postingan, bismillah...

Cerita dimulai dari percakapan saya dengan adik ketika sedang menikmati kemacetan di dalam mobil, pada hari pertama bulan Syawal, bertepatan dengan pulang liburannya ke rumah. Adik saya sudah hampir 6 tahun mengenyam pendidikan formal di pesantren. Setiap pulang liburan, dia selalu membagi sedikit ilmu yang didapatkan di sekolah. Saya bilang "sedikit" karena dia pelupa dan memang masih banyak ilmu lain dari pengalaman tinggalnya di sana yang tidak bisa diceritakan satu persatu. Di tengah percakapan tentang keagamaan, adik saya berkata, "Teteh harus bisa menjawab kalau ada yang bertanya tentang 'Bukti keberadaan Tuhan'". Wuih! Berat sekali pembahasan kali ini ya hihihi.

Kemudian dia bercerita mengenai debat antara seorang atheist dengan seorang alim. Atheist ini sangat kritis, dia banyak berdebat dengan pemuka-pemuka berbagai agama dan argumen-argumennya begitu kuat. Ketika ingin berdebat dengan pemuka agama Islam, sang atheist menunggu kedatangannya cukup lama hingga dia berpikir bahwa sang alim takut berdebat dan tidak jadi datang ke tempat janjian mereka. Terkaan itu ternyata salah, sang alim akhirnya datang menemuinya dan dengan sigap sang atheist segera memulai perdebatan. Sayang sebelum sempat dimulai, sang alim memotong perkataan sang atheist dan meminta maaf atas keterlambatannya.

"Tidakkah kau ingin tahu mengapa aku terlambat? Izinkanlah aku bercerita terlebih dahulu", kata sang alim.
Atheist pun mengiyakan permintaan tersebut dan mendengarkan alasannya.
"Saat menempuh perjalanan menuju ke sini, aku harus melewati sungai yang besar, tetapi ternyata jembatannya terputus. Aku berusaha mencari jalan namun tiba-tiba dihadapanku muncul sebuah perahu dari batang kayu yang telah tersusun dan terbentuk dengan rapi sehingga aku dapat menaikinya dan menyebrangi sungai itu", cerita sang alim.
Tak ayal sang atheist pun tertawa, "bagaimana bisa sebuah perahu muncul tiba-tiba tanpa ada yang membuatnya? Mungkin anda berbohong atau malah sudah gila", katanya tidak percaya.
Sang alim tersenyum, "kalau begitu bagaimana anda bisa mengatakan bahwa seluruh dunia beserta segala isinya ini bisa ada tanpa ada zat yang menciptakan?"
Atheis tercengang, dia telah termakan oleh kata-katanya sendiri. Dia telah kalah bahkan sebelum perdebatan mereka dimulai.


Dialah (Allah), yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 29)

Demikian babak pertama kisah perdebatan antara atheist dengan seorang alim. Logika yang memunculkan pemikiran bahwa Tuhan tidak ada telah kalah bahkan dengan logika itu sendiri. Cerita versi adik saya berakhir sampai sana, namun saya menemukan lanjutan dari kisah ini ketika surfing di internet. Penasaran? Check it in next post ya!

Wassalamu'alaikum!


Photo sources: Tumblr Inspirart & Media Belajar Islam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar