♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Syawal 1435 Journal: "Suami Setia"

Marhaban yaa Syawal!

Beeeuh, jurnal Syawal kali ini judulnya mantap sekali~ Ufufufu
Bukan cerita tentang saya pasti... Saya mah entah kapan baru bisa cerita tentang suami sendiri. But no problem, saat ini saya bisa bercerita tentang suami orang kok--eits, jangan salah paham dulu--ini cerita tentang Om dan Tante saya yang baru-baru ini mendapat musibah. Stay read!

What is in your mind if you hear about "loyalty"? Yap, terus menerus berada di "tempat" yang sama. Bukan bertapa maksudnya. Edisi jurnal ini dimulai dari cerita saya--orang tidak berkegiatan selama liburan--yang diminta mama untuk menjenguk tante di rumah sakit. Awalnya karena mendadak saya memutuskan untuk menunda pergi ke sana, dibuntuti juga dengan berbagai alasan seperti: kepala pusing, mau hujan, blablabla (dasar saya pemalas), jadi saya bilang ke mama, "besok aja ya jenguk tantenya." Tanpa bisa terelakkan lagi, keesokan harinya mama memaksa saya ke rumah sakit, sekaligus setelahnya ke kantor mama untuk ikut buka puasa bersama.

Sampai di rumah sakit, tante sedang sendirian, kalau siang memang tidak ada yg menjaga katanya. Suaminya, om saya, bekerja dan anak-anak mereka dititipkan ke kakak dari tante saya. Ohya, di sini yang punya darah kandung dengan mama adalah om bungsu saya ini. Kondisi tante saat itu memprihatinkan, tak heran mama memaksa saya untuk menjenguknya. Tante terkena penyakit hits yang banyak menyebabkan orang meninggal: kanker. Tepatnya lagi, kanker payudara. Saya menceritakan ini sebagai contoh dan pembelajaran, bukan untuk menjelekkan keluarga saya sendiri. Penyakit ganas tersebut sudah membuat sebelah payudara tante diangkat dan kepalanya menjadi licin tanpa rambut sehelai pun. Beliau masuk ke rumah sakit pun setelah menjalani pengobatan rutin penderita kanker yaitu kemoterapi.

Fight cancer together!

Penyakit yang paling sering menderita dan ditakuti oleh wanita (mungkin) adalah kanker payudara dan kanker rahim, you sure really know why. Om dan tante saya ini memiliki 3 orang anak yang terbilang masih kecil-kecil. Ditambah lagi salah satu anaknya memiliki diffability sehingga sangat bertumpu pada sang ibu. Sedih sekali rasanya melihat kondisi tersebut. Sebagai perempuan, saya berpikir: bagaimana bila hal itu terjadi pada saya atau mama? Bagaimana anak-anak saya nanti? Bagaimana suami saya nanti? Apakah bisa menerima keadaan itu dan tetap menemani sampai akhir--apapun akhirnya: sembuh atau meninggal? Alhamdulillah sekali om saya yang orangnya telaten tetap menemani tante hingga saat ini dan semoga seterusnya.

Mengapa saya bisa begitu khawatir? Tidak setiap pasangan setia, guys. Atau, mungkin dulu dia setia ketika anda masih "sempurna". Tetapi ketika misalnya bagian tubuh krusial anda harus diangkat (seperti tante saya), atau mungkin ternyata setelah menikah baru diketahui bahwa anda tidak bisa memiliki anak (seperti tante saya yang lain, yang hingga kini belum punya anak dan om saya tetap setia bersamanya), apakah semua pria akan berlaku sama? Saya dulu punya uwa (kakak dari ayah) yang juga terkena penyakit mengenaskan ini, dan selama dia sakit suaminya malah memulangkan uwa saya ke rumah nenek, sampai beliau meninggal.

Sangat gampang mengatakan, "Allah tidak akan memberikan musibah yang tidak dapat kamu lalui" atau pernyataan memotivasi lainnya. Namun betapa berat bagi yang merasakannya. Yuk, intropeksi diri! Sudah kah kamu siap menerima apa adanya dan setia mendampingi pasangan/calon pasangan hidup kamu? Kembalikan semuanya kepada diri sendiri: bagaimana rasanya jika ditinggal suami/istri dalam keadaan kekurangan? Then you will become a loyal, aameen. Insya Allah.
Loyalty quote
Pictures source: Google

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar