Syawal 1435 Journal: "Peta Hidup"
HUAAA Assalamu'alaikum!
Ga kerasa sudah di penghujung Syawal tahun ini, gimana puasa Syawal kalian? Semoga udah lengkap ya :)
Great people, sudahkah merencanakan masa depan kalian? Such as, setelah lulus SMA mau kuliah atau langsung bekerja, kalau kuliah ingin kuliah di mana dan jurusan apa, setelah lulus kuliah kalian ingin langsung bekerja atau lanjut sekolah postgraduate, kalau lanjut S2 dan atau S3 maka pilih sekolah di dalam atau di luar negeri, dan biasanya yg cukup krusial adalah menentukan kapan menikah. Ah, tentang yg satu ini sih ga ada yg tau bagaimana ya, tergantung kapan bertemu jodohnya :') tapi apa salahnya berencana?
Belakangan ini, rencana-rencana hidup masa depan--setidaknya 5 tahun ke depan--cukup menjadi pikiran saya. Tiba-tiba saya teringat, suatu ketika di kelas 2 SMA (MAN ketang), saya mendapat tugas dari guru Aqidah Akhlak sekaligus guru wali saya, Pak Away, untuk membuat sebuah peta hidup. Bukan, bukan belajar sihir biar peta bisa bernapas dan jalan-jalan, tapi peta kehidupan kita dari tahun ketahun sejak lahir. Life mapping ini cuma berupa kotak-kotak sederhana yg diisi dengan rencana-rencana hidup kita. Satu kotak berisi rencana kita di satu tahun umur, jika kita membuat peta hidup pada umur 16 maka 16 kotak sebelumnya berisi pencapaian atau pengalaman kita selama hidup. Karena ukuran kotak yg tidak begitu besar, maka kita hanya bisa menuliskan hal-hal atau pencapaian penting, kecuali kalian menulisnya dengan kata-kata saja. Saya sendiri mengisi kotak-kotak saya dengan gambar-gambar berwarna dengan sedikit keterangan gambar.
Sedikit bocoran tentang isi peta hidup saya, saat ini sudah mencapai kotak ke 20,5--iya saya pakai 0,5 karena saya lahir di setengah tahun terakhir atau awal tahun ajaran baru biasanya, biar pas aja gitu hehe. Isi kotak saya di umur ini adalah: gambar saya menghadap belakang yg cemas dengan list deadline (dateline), beserta keterangan gambar: kejar deadline. Sengaja saya tulis "kejar" dan bukannya "dikejar" agar saya termotivasi dan bukannya terpaksa. Dalam menulis peta hidup, sebenarnya semakin detail dan rinci peta hidup kita maka akan semakin baik. Misal di kotak "kuliah S2" maka disebutkan juga mau ambil jurusan apa dan di universitas mana, di kotak "menikah" dituliskan mau menikah dengan siapa #eh #skip, hal ini akan membuat kita lebih fokus pada tujuan. Masalah tercapai atau tidak itu urusan belakangan, tergantung usaha dan doa kita dalam mewujudkannya.
Seiring berlarinya waktu, mungkin ada target-target di tahun-tahun tertentu yg tidak tercapai, no worries! Kalian tinggal mengganti rencana baru sesuai dengan jalan hidup yg ditempuh. Memiliki rencana-rencana memang sangat idealis, tapi sama sekali bukan hal yg buruk karena kita punya track hidup yg lebih teratur dan semangat lebih untuk mencapai target. Saya sendiri kurang suka dengan spontanitas. Well, akibat life mapping saya kurang detail, alhasil saat ini saya sedang membuat rencana-rencana baru yg lebih realistis. Ah! Satu hal lagi yg penting adalah membuat lebih dari 1 plan, sehingga kita akan lebih open minded dan tidak mudah kecewa. Buatlah plan A, B, C, D bahkan Z menyesuaikan dengan hasil yg kita dapatkan di setiap langkah mencapai tujuan dalam hidup. Tidak ada yg salah dengan bermimpi dan berencana setinggi apapun selama itu akan memotivasi untuk melakukan kebaikan, setidaknya untuk hidup kita sendiri. So, let's dreaming and planning!
| "Jadilah! Maka jadilah" QS Yasin 82 |
Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang akan menentukan.






0 komentar:
Posting Komentar