♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

Penggalan Kisah Dia


Rambutnya mirip. Gondrong dan ikal. Apa model rambut seperti itu sedang menjadi trend? Saat reuni SD beberapa waktu lalu, Aku juga menemukan mantanku dengan model rambut yang sama. Mereka jadi tampak serupa. Dia dan mantanku.
---
Kehidupan kuliah bagiku sangat berbeda dengan kehidupan sekolah dulu. Lebih bebas dan lebih terbuka. Di sini Aku bertemu dengan banyak orang yang berbeda. Teman-teman yang baik, asik, care, dan... dan Dia. Mungkin orang yang baru pertama kali mengenalnya akan menganggap Dia pendiam, tidak banyak tingkah. Begitu juga Aku, menganggap Dia orang yang dingin.
Semua pandanganku berubah sejak Dia mengajakku berbicara. Tidak secara langsung, tapi melalui chat di jejaring sosial. Sejak saat itu Dia tidak lagi pendiam dan dingin di mataku. Dia berisik, jahil, iseng, dan suka bercanda. Kami menjadi dekat. Setiap hari bertemu di dunia maya. Di dunia nyata? Kami juga bertemu. Dia termasuk teman dekatku, teman sekelompok di satu mata kuliah. Tapi hubungan kami tidak sedekat saat di dunia maya. Rutinitas ini berlangsung singkat—walaupun bagiku terasa lama—sampai akhirnya kami memutuskan keluar. Bertemu berdua, makan, dan saling bercerita. Bercerita seperti yang biasa kami lakukan. Bedanya kali ini tatap muka. Terus saling bercerita dan bercanda walaupun makanan kami tidak habis dan pengunjung lain di tempat itu mulai berganti.
Temporer, perasaanku saat itu hanya sementara. Setelah pertemuan itu perlahan-lahan kebiasaan kami mulai hilang. Tak ada chat. Tak ada lagi saling bertukar cerita dan tak ada lagi keisengannya. Hanya sesekali saat tugas menghantui di malam hari. Aku membantunya sedikit. Tetap tidak ada cerita. Tidak ada keisengan. Rasa penasaran atas berhentinya kebiasaan itu membuatku menyelidikinya. Hasil penyelidikan yang kulakukan membuatku sadar bahwa Dia sedang menyukai seseorang dan menyerah. Entah siapa dan entah mengapa Dia menyerah.
Mungkin dan hanya mungkin. Apapun yang terjadi di antara kami saat ini, yang bisa kulakukan hanyalah berhipotesa. Bahkan berhipotesa pada perasaanku sendiri. Suka atau tidak. Bagaimanapun juga, di samping sikapnya yang berubah dan perasaanku yang tak jelas, kami menjalani hari-hari seperti biasa. Biasa seperti saat sebelum Dia mengajakku bicara. Kembali ke masa Aku masih menganggapnya dingin. Tetapi pandanganku terhadapnya tak berubah. Dia berisik, jahil, iseng, dan suka bercanda.
---
Rambutnya tidak mirip. Cepak dan berdiri. Apa model rambut seperti itu tidak membuatnya cepat sakit di musim hujan begini? Saat ospek beberapa waktu lalu Aku menemukan senior dengan gaya dan perawakan seperti Dia. Mereka tampak serupa dengan model rambut yang berbeda. Dia dan seniorku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar