♥ ALLAH SWT, A Happy Little Family, Grey, Hello Kitty, Deutschland, Frente!, EXO, Adam Sandler.

International Relations

Sedikit esai yang gue bikin untuk tugas mata kuliah Pengantar Hubungan Internasional 1. Kebetulan dapat bagian yang membahas jurusan sendiri. So, this is it, semoga infonya berguna untuk orang-orang yang penasaran apa itu International Relations.


International Relations atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Hubungan Internasional, merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi didengar. Namun, pengertian Hubungan Internasional sendiri belum banyak dipahami secara jelas dan pasti oleh kebanyakan orang. Istilah-istilah lain yang mirip dan bahkan hampir sama seperti International Politics, World Affair, Transnational Relations, maupun Global Affair, menambah kerancuan definisi International Relations. Sesungguhnya terdapat persamaan dan perbedaan di antara istilah-istilah tersebut yang harus dianalisis lebih dalam lagi sehingga pemakaiannya tidak membingungkan.
Istilah Hubungan Internasional pertama kali muncul pada abad kedelapanbelas yang memiliki arti hubungan antara negara-negara merdeka.[1] Pada abad yang sama, tepatnya pada tahun 1780-an, istilah International yang termasuk dalam rangkaian frase International Relations digulirkan oleh Jeremy Bentham dalam menunjukkan the rise of nation-states and cross border transactions antara negara bangsa, sebagai realitas yang mendalam.[2] Dapat dikatakan bahwa International Relations baru muncul saat wilayah-wilayah di berbagai belahan dunia secara resmi menyatakan kemerdekaannya sebagai negara. Ketika dunia masih di bawah pengaruh beberapa peradaban ataupun berbagai kepala kerajaan, hubungan antara satu wilayah kekuasaan dengan yang lainnya belum disebut sebagai International Relations, sampai wilayah tersebut secara resmi memiliki pemerintahan yang berdaulat atau menjadi negara merdeka yang diakui.
Sesuai dengan makna International Relations yang telah dipaparkan di atas, maka masalah inti dari International Relations itu sendiri adalah hubungan antara kelompok-kelompok politik yang merdeka, di mana adanya perbedaan mendasar antara kelompok satu dengan yang lainnya yang juga saling terpisah, dan kelompok tersebut yaitu negara yang merupakan pengorganisiran secara politik sekelompok manusia dalam suatu wilayah yang dikuasainya tanpa ada ekspansi oleh kelompok lain.[3] Ruang lingkup International Relations yang dibatasi pada negara-negara merdeka tentunya juga mencakup hubungan unsur-unsur dalam negara tersebut seperti hubungan antar manusia di berbagai belahan dunia.
Hubungan Internasional yang terjadi menunjukkan bagaimana hubungan antar negara akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di negara-negara tersebut sehari-hari. Perhatian utama dalam Hubungan Internasional yaitu interaksi yang dilakukan dalam lingkup internasional antara aktor-aktornya, yang menjelaskan dengan siapa, di mana, dan bagaimana aktor berupa negara tersebut melakukan kebijakan asing atau dalam kaitannya dengan negara lain.[4]
Alasan munculnya Hubungan Internasional dikarenakan satu negara sama seperti satu individu yang merupakan makhluk sosial sehingga tidak dapat hidup sendiri. Suatu negara akan mempunyai kepentingan dengan negara-negara lain bahkan jika negara itu tidak menginginkannya. Hal ini dapat dipahami karena semua manusia hidup di dunia yang sama. Faktor lainnya seperti perbedaan wilayah antar negara, juga mendukung terciptanya suatu Hubungan Internasional. Contoh sederhananya adalah geografi fisik yang dimiliki suatu negara belum tentu akan memenuhi semua kebutuhan negara tersebut, begitu juga dengan negara lain di wilayah yang berbeda, maka masalah ini diatasi melalui perdagangan antar negara atau disebut juga perdagangan internasional. Selain aspek ekonomi, hubungan antar negara yang terjadi demi kepentingan nasionalnya juga mencakup dalam banyak aspek, baik dalam bidang budaya, keamanan dan pertahanan, dan sosial. Hubungan Internasional tidak hanya mencakup kerjasama yang positif saja, tetapi termasuk juga hal-hal yang berkenaan dengan hukum seperti halnya bentrokan hukum mengenai pajak internasional yang ruang lingkupnya tidak hanya satu pada negara.[5]

Referensi
Duncan, W. Raymond, Barbara Jancar-Webster, & Bob Switky. 2005. World Politics in the 21st Century.  New York: Longman.
Jackson, Robert & Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Winarno, Budi. 2011. Isu-isu Global Kontemporer.  Yogyakarta: CAPS
Zain, Mohammad. 2008. Manajemen Perpajakan Edisi 3.  Jakarta: Salemba Empat.


[1] Robert Jackson & Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Hal 3
[2] Budi Winarno. 2011. Isu-isu Global Kontemporer.  Hal 15
[3] Robert Jackson & Georg Sorensen. 2009. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Hal 14
[4] W. Raymond Duncan, Barbara Jancar-Webster, & Bob Switky. 2005. World Politics in the 21st Century. Hal 3
[5] Mohammad Zain. 2008. Manajemen Perpajakan Edisi 3. Hal 298

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar